Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, bukan hanya dikenal sebagai proklamator dan orator ulung, tetapi juga sebagai sosok dengan kehidupan rumah tangga yang penuh warna.

Dalam buku Soekarno’s Wife: Bidadari-bidadari di Sekitar Bung Karno karya Rahmat Darsono, tercatat ada sembilan perempuan yang pernah resmi menjadi istri Bung Karno.

Mereka hadir dalam fase berbeda kehidupan sang pemimpin besar, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan hingga setelah ia lengser dari kursi kepresidenan.

Berikut kisah sembilan istri Bung Karno, lengkap dengan latar belakang, perjalanan rumah tangga, hingga akhir hidup mereka.

1. Siti Oetari, Putri HOS Tjokroaminoto

Pernikahan pertama Bung Karno berlangsung pada tahun 1921 hingga 1923. Saat itu, ia menikahi Siti Oetari, putri sulung HOS Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam yang juga menjadi guru politiknya.

Oetari baru berusia 16 tahun, sedangkan Bung Karno 20 tahun. Pernikahan ini lebih banyak dipandang sebagai jalan mempererat hubungan dengan keluarga Tjokroaminoto.

Ada kisah menarik di balik akad nikah mereka. Bung Karno sempat hampir membakar tangannya dengan kotak korek api, dan ia menolak melepaskan dasinya ketika diminta penghulu.

Meski resmi menikah, hubungan mereka tidak berkembang sebagai pasangan suami istri.

Bung Karno menganggap Oetari lebih sebagai adik. Setelah beberapa waktu, saat kuliah di Bandung, ia mengembalikan Oetari ke Surabaya. Dari pernikahan ini tidak ada keturunan.

2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Inggit Garnasih (baju hitam) berfoto bersama keluarga tahun 1919. Pria yang berdasi hitam berdiri di belakang Inggit adalah H. Sanoesi (suaminya yang pertama). Diabadikan di muka rumahnya di Jl. Kebonjati, Bandung.

Setelah berpisah dengan Oetari, Bung Karno menikah dengan Inggit Garnasih pada 24 Maret 1923 di Bandung.

Inggit lahir di Banjaran, 17 Februari 1888, dan saat menikah usianya 36 tahun, lebih tua 14 tahun dari Bung Karno.

Ia sebelumnya sudah dua kali menikah, yakni dengan Nata Atmadja dan Sanusi.

Selama 20 tahun pernikahan, Inggit menjadi sosok yang setia. Ia bukan hanya istri, melainkan juga penyokong perjuangan. Inggit ikut mendampingi Bung Karno ketika dipenjara di Sukamiskin dan diasingkan ke Ende maupun Bengkulu.

Untuk bertahan hidup, Inggit berjualan jamu, rokok lintingan, dan bedak. Ia membiayai kehidupan rumah tangga sekaligus perjuangan politik Bung Karno.

Namun, hubungan mereka kandas ketika Bung Karno jatuh hati pada Fatmawati. Inggit menolak dimadu. Ia berkata dengan tegas, “Inggit tidak mau dimadu.”

Setelah itu, mereka berpisah dengan penuh luka pada tahun 1943 setelah 20 tahun bersama. 

3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati.

Nama Fatmawati tercatat kuat dalam sejarah bangsa. Ia lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923, dari pasangan Hassan Din, tokoh Muhammadiyah, dan Siti Chadijah.

Fatmawati bertemu Bung Karno ketika sang proklamator diasingkan ke Bengkulu. Mereka menikah pada masa pendudukan Jepang. Akad nikah dilakukan dengan wakil karena Bung Karno saat itu berada di Jakarta.

Fatmawati berperan penting sebagai Ibu Negara pertama RI. Jasanya terbesar adalah menjahit bendera pusaka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

Dari pernikahan ini lahir lima anak: Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh.

Namun, rumah tangga mereka retak ketika Bung Karno menikah dengan Hartini pada 1953. Fatmawati menolak dimadu dan memilih meninggalkan istana setelah 13 tahun menemani Bung Karno. 

Ia wafat pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

4. Hartini, Istri yang Setia di Istana

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Presiden pertama Indonesia Soekarno didampingi istri keempatnya, Hartini, dalam acara makan siang di kediaman Duta Besar Yugoslavia.

Setelah Fatmawati pergi, Bung Karno menikahi Hartini, seorang Ibu tunggal asal Ponorogo, pada 7 Juli 1953 di Istana Cipanas.

Untuk beberapa lama, Hart ini tinggal di sana sebelum akhirnya 1964 pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor..

Sejak saat itu secara terbuka, Hartini mendampingi acara kenegaraan Bung Karno di Istana Bogor antara lain menemui Ho chi minh, sihanouk, akihito dan michiko.

Hartini lahir 20 September 1924 dan sudah memiliki lima anak dari pernikahan sebelumnya. Dari Bung Karno, ia dikaruniai dua anak: Taufan dan Bayu.

Hartini tinggal bersama Bung Karno di Istana Bogor. Ia dikenal sebagai istri yang penuh pengabdian, mendampingi sang presiden hingga masa sulit di penghujung kekuasaannya.

Ketika Bung Karno sakit parah, Hartini tetap setia menemaninya. Pada 21 Juni 1970, ketika Bung Karno wafat di RSPAD Gatot Subroto, Hartini berada di sisinya.

Mereka menikah selama 18 tahun hingga akhir hayat Soekarno. 

5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Ratna Sari Dewi Soekarno saat mendampingi Presiden Soekarno.

Istri Bung Karno berikutnya adalah Ratna Sari Dewi, yang lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940 dengan nama asli Naoko Nemoto.

Ratna Sari Dewi merupakan mantan geisha yang bertemu Bung Karno di Hotel Imperial, Tokyo, pada 1959. Saat itu ia berusia 19 tahun, sementara Soekarno sudah 57 tahun.

Pada 1962, mereka menikah. Dari pernikahan ini, lahirlah seorang putri bernama Kartika Sari Dewi Soekarno.

Ratna Sari Dewi tetap mendampingi Bung Karno, meski harus menghadapi situasi politik yang sulit.

Setelah kejatuhan Bung Karno, Dewi banyak tinggal di Tokyo, namun tetap menjaga hubungan dengan Indonesia dan keluarganya di sini. Mereka tercatat sebagai pasangan suami istri selama delapan tahun. 

6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri

Bung Karno juga menikahi Haryati pada 21 Mei 1963. Ia adalah seorang penari istana sekaligus staf di Sekretariat Negara bidang kesenian.

Haryati baru berusia 23 tahun ketika menikah dengan Bung Karno yang saat itu berusia 63 tahun. Akad nikah dilaksanakan di KUA Gambir, Jakarta.

Namun, pernikahan ini hanya bertahan tiga tahun. Pada 1966, Bung Karno menceraikan Haryati dan tidak memiliki anak. 

7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Yurike Sanger semasa muda.

Yurike Sanger berasal dari Manado. Ia pertama kali bertemu Bung Karno saat masih duduk di bangku SMP, melalui organisasi Barisan Bhinneka Tunggal Ika.

Setelah peresmian pembangunan Wisma Nusantara pada 1 April 1964, Bung Karno menghadiahi Yurike sebuah kalung dari koleksi pribadinya.

Lamaran resmi kemudian disampaikan langsung ke orangtua Yurike dalam jamuan makan malam. Meski terkejut, keluarga menerima dengan syarat meminta waktu untuk mempertimbangkan.

Akhirnya, pernikahan dilangsungkan pada Kamis, 7 Agustus 1964 secara Islam.

Selama menikah, Yurike sempat tinggal bersama orangtuanya, sebelum diberi rumah oleh Bung Karno di kawasan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Rumah itu merupakan sitaan kejaksaan dari seorang buronan.

Setelah kejatuhan Soekarno dari kursi presiden pada 12 Maret 1967, kehidupan berubah drastis.

Bung Karno harus meninggalkan istana dan hidup dalam isolasi di Wisma Yaso. Tahun 1968, Yurike pun dipaksa meninggalkan rumah Cipinang Cempedak. Ia sempat menolak hingga ada pesan Bung Karno yang ditulis di atas bungkus rokok:

"Dik, lebih baik tinggalkan rumah itu, toh bukan rumah kita."

Yang lebih menyakitkan, Bung Karno menyarankan Yurike untuk mengajukan cerai demi masa depannya.

"Aku sedih, betul-betul sedih. Tidak kubayangkan perkataan itu keluar dari bibir Bung Karno," ungkap Yurike.

Meski menolak, akhirnya perceraian harus terjadi. Keduanya berpisah baik-baik meski masih saling mencintai.

Ia meninggal dunia pada 17 September 2025 di California, AS, dalam usia 81 tahun.

8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan

Kartini Manopo adalah seorang pramugari Garuda Indonesia sekaligus model lukisan maestro Basuki Abdullah.

Ia menikah dengan Bung Karno pada 1959. Dari pernikahan ini lahir seorang anak bernama Totok Suryawan Sukarno, yang lahir pada 1967.

Kehidupan Kartini sebagai istri Bung Karno tidak banyak terekam dalam sejarah publik, tetapi perannya tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang cinta Bung Karno.

9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

fatmawati, Soekarno, Presiden Soekarno, haryati, istri soekarno, Ratna Sari Dewi, Siti Oetari, hartini, hartini istri sukarno, Heldy Djafar, inggit ganarsih, Ratna Sari Dewi Soekarno, fatmawati istri soekarno, istri bung karno, yurike sanger, yurike sanger istri bung karno, 9 istri soekarno, siapa istri bung karno, siapa istri pertama bung karno, siapa saja istri bung karno, siapa nama istri bung karno, kartini manopo, Kisah 9 Istri Bung Karno, dari Oetari hingga Heldy Djafar, 2. Inggit Garnasih, Pendamping di Masa Sulit, 3. Fatmawati, Ibu Negara Pertama RI, 4. Hartini, Istri yang Setia di Istana, 5. Ratna Sari Dewi, Perempuan Jepang Cinta Bung Karno, 6. Haryati, Penari Istana yang Singkat Menjadi Istri, 7. Yurike Sanger, Istri yang Diberi Rumah di Cipinang, 8. Kartini Manopo, Pramugari dan Model Lukisan, 9. Heldy Djafar, Istri Termuda Bung Karno

Heldy Djafar

Istri terakhir Bung Karno adalah Heldy Djafar, gadis asal Tenggarong, Kalimantan Timur, yang lahir pada 11 Juni 1947.

Heldy adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara. Ia menikah dengan Bung Karno pada usia 18 tahun, sedangkan Bung Karno saat itu sudah berusia 65 tahun.

Heldy menikah dengan Soekarno pada 11 Juni 1966 setelah hampir satu tahun menjalin relasi romantis.

Pernikahan mereka terbilang sangat singkat karena dua tahuh setelah menikah, Bung Karno tidak hanya kehilangan kekuasaan sebagai orang nomor satu, tapi juga dimasukkan dalam tahanan di wisma Yaso.

Namun, pernikahan mereka berlangsung singkat, hanya sekitar dua tahun. 

Dengan berjalannya waktu, Heldy kembali menikah di usia 21 dengan Gusti Suriansyah Noor, Putra Pangeran Mohammad Noor dari istana Kutai Kartanegara yang pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum.  Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki enma orang anak. 

Bung Karno dan Jejak Cinta yang Panjang

Kisah sembilan perempuan ini memperlihatkan bahwa Bung Karno adalah sosok yang kompleks. Di satu sisi, ia adalah pemimpin besar yang mengantarkan Indonesia merdeka. Di sisi lain, ia juga manusia biasa dengan kehidupan cinta yang penuh dinamika.

Ada kesetiaan Inggit Garnasih, peran monumental Fatmawati menjahit bendera Merah Putih, hingga cinta lintas negara bersama Ratna Sari Dewi.

Dari Oetari yang masih remaja hingga Heldy Djafar yang menikah di usia muda, seluruh kisah ini membentuk mozaik kehidupan pribadi Bung Karno yang tak kalah menarik dari perjuangan politiknya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.