Prancis Siap Akui Kedaulatan Palestina di PBB, Macron: Saya Tegaskan Niat Saya

Presiden Prabowo Bertemu Dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron
Presiden Prabowo Bertemu Dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron

 Prancis siap untuk secara resmi mendeklarasikan pengakuan terhadap kedaulatan Negara Palestina di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 September.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan kesiapan menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dalam mewujudkan rencana perdamaian yang lebih luas untuk kawasan Timur Tengah.

"Saya telah berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas ... Saya menegaskan kembali kepada Presiden Abbas mengenai niat saya mengakui Negara Palestina pada Senin lusa di New York," kata Macron di media sosial X, dikutip Sabtu, 20 September 2025.

Merespons pernyataan Macron, Abbas disebut juga menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan reformasi yang diperlukan untuk memperbarui kepemimpinan negara Palestina.

Sesi ke-80 Majelis Umum PBB telah dibuka di New York sejak 9 September lalu. Sesi tersebut akan mencakup pertemuan tingkat tinggi selama sepekan, termasuk sesi Debat Umum pada 23--27 September, serta pada 29 September.

Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menghadiri gala dinner di Istana

Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menghadiri gala dinner di Istana

Sementara itu, dilaporkan harian Politico pada Jumat, rezim zionis Israel tengah mempersiapkan langkah balasan terhadap keputusan Prancis mengakui Negara Palestina.

Langkah balasan yang tengah dipertimbangkan antara lain percepatan pencaplokan wilayah Tepi Barat Palestina dan penutupan Konsulat Prancis di Yerusalem.

Seorang diplomat Prancis kepada media tersebut menyatakan bahwa Paris juga sedang mengkaji berbagai skenario untuk merespons langkah Israel. Negara Palestina saat ini sudah diakui oleh 147 negara, termasuk Rusia.

Pada 2024, Amerika Serikat memveto status keanggotaan penuh bagi Palestina di PBB. Tetapi di tahun yang sama, 10 negara lain menyatakan pengakuan terhadap Palestina, antara lain Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia. (Ant)