Marco Materazzi Bicara Keunggulan Chivu di Inter Milan, Puji Esposito
Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, menilai bahwa pelatih sekarang, Christian Chivu punya ide-ide yang membuatnya jadi salah satu pelatih muda berbakat di Italia.
Pelatih asal Rumania tersebut menandatangani kontrak bersama Inter Milan hingga 30 Juni 2027, menggantikan Simone Inzaghi yang hengkang usai kekalahan 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Sebagai pemain, Chivu memperkuat Nerazzurri selama tujuh musim dan memenangkan tiga gelar Serie A serta menjadi bagian dari tim treble bersejarah tahun 2010.
Setelah pensiun sebagai pemain pada tahun 2014, Chivu memulai karier kepelatihannya di akademi Inter Milan.
Ia menangani tim dari usia U14 hingga U19, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih tim senior Parma pada Februari 2025.
"Dia telah berkembang selama bertahun-tahun. Dia memiliki latar belakang sangat kuat, tumbuh di Ajax sebagai pemain muda, dan familiar dengan metode yang diterapkan saat itu," ujar Materazzi.
"Di Italia, dia berkembang dalam hal pertahanan, kemudian sebagai pelatih, dia meniti karier di tim yunior, yang berpuncak pada keberhasilan memenangkan beberapa trofi bersama para pemain yang dibawanya ke tim utama."
"Ide dan keberaniannya sangat dihargai. Dia tidak keberatan memainkan pemain muda berbakat."
"Inter perlu berkembang; mereka tahu mereka kuat, tetapi mereka juga tahu bahwa ada tim-tim lain yang sangat kuat seperti Napoli yang telah memperkuat diri," tutur pemenang Piala Dunia 2006 tersebut.
Puji Pio Esposito
Striker Inter Milan, Pio Esposito, berduel dengan bek Ajax Ko Itakura. Esposito menjadi starter pada laga Ajax Amsterdam vs Inter Milan di Johan Cruyff ArenA, Rabu (17/9/2025) malam lokal atau Kamis dini hari WIB.
Salah satu pemain muda yang masuk radar Materazzi adalah Francesco Pio Esposito.
Pio Esposito menjadi starter pada laga Liga Champions Ajax Amsterdam vs Inter Milan di Johan Cruyff ArenA, Rabu (17/9/2025) malam lokal atau Kamis dini hari WIB.
Pio Esposito merupakan produk akademi Inter Milan kelahiran 28 Juni 2005.
Ia menarik perhatian tim kepelatihan Inter di Piala Dunia Antarklub.
Dirinya berhasil mencetak gol kontra River Plate dan menyumbang assist kontra Urawa Reds yang membuatnya jadi pilihan bagi pelatih Chivu untuk menghuni lini depan Inter musim ini.
"Lebih dari sekadar laga melawan Ajax, saya terkesan dengan penampilannya di Piala Dunia Antarklub," ujarnya menambahkan .
"Dia beralih dari bermain di Serie B ke Piala Dunia, melakukan tugasnya dan bahkan mencetak gol. Dia memainkan beberapa pertandingan sangat penting dengan kepribadian dan fisik yang prima."
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.