Review Motorola Moto Pad 60 Pro: Tablet Terbaik Motorola Tahun 2025?

Ini adalah Moto Pad 60 Pro, tablet kelas menengah dari Motorola, yang katanya cocok untuk berbagai kebutuhan!
Layarnya besar banget, 12.7” dengan refresh rate adaptive sampai 144 Hz! Tampilan warnanya juga sudah asyik, cocok banget buat menikmati konten! Dukungan stylus juga sudah ada dong, dan stylus pen nya langsung disertakan di paket penjualan! Urusan performa juga gak main main, pakai MediaTek Dimensity 8300 yang kencang! Baterainya besar di 10200 mAh, dengan dukungan charging 45 W. Fitur nya canggih, ada Smart Connect khas Motorola, dan ada AI dari Google juga!
Apakah ini tablet yang cocok untuk kalian? Simak reviewnya kali ini!

Brand yang satu ini sepertinya cukup sering menghadirkan produk terbarunya ke Indonesia. Sejak mereka Comeback untuk pasar Indonesia di bulan Februari 2025 lalu, kami sudah beberapa kali bikin video review smartphone dari Motorola. Ada Moto G45 5G, Moto Edge 60 Fusion, Moto Edge 60 Pro, dan yang belum lama ada si Moto G86 Power.
Nah, kali ini Motorola ingin mencoba masuk ke pasar tablet juga lewat Moto Pad 60 Pro ini. Penasaran yang satu ini bisa apa aja? Langsung saja kita mulai pembahasannya mulai dari isi paket penjualannya!
Paket Penjualan

- Unit Moto Pad 60 Pro
- Charger 68 Watt.
- Jadi walaupun tablet nya hanya mendukung fast charging 45 W, charger yang disertakan adalah yang 68 W.
- Kabel USB C
- Tray Ejector
- Moto Pen Pro
- Tip cadangan
- Paket dokumen

Mungkin yang sedikit disayangkan, tidak ada screen protector dan juga keyboard case di paket penjualan tablet ini. Tapi kalau stylus untungnya langsung tersedia di sini.
Desain Moto Pad 60 Pro

Tablet ini tentunya hadir dengan desain yang serba flat, mirip seperti tablet lain pada umumnya. Di bagian belakangnya terdapat logo Motorola, yang membuat tablet ini jadi tidak terlalu polos. Bagian belakang dan frame-nya pakai bahan Alumunium, jadi terasa sangat solid saat di pegang.

Untuk warnanya hanya ada satu: Pantone Bronze Green.
Dimensinya:

- Lebar: 291.8 mm
- Tinggi: 189.1 mm
- Tebal: 6.9 mm
Sementara bobot-nya 614 gram saat ditimbang.

Tablet ini juga sudah punya rating IP52 untuk perlindungan dari debu dan percikan air. Ingat ya, percikan air. Jadi jangan sengaja di tenggelamkan atau dibawa berenang.
Sekarang kita lihat apa yang ada di sekeliling bodi tablet ini. Kita lihat dengan posisi horizontal seperti ini.

- Sisi kanan: 2 grill speaker dan port USB C.
- Sisi Atas: Tombol volume up/down, dan dua microphone
- Sisi Kiri: Tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner, SD Card slot, dan 2 grill speaker.
- Sisi Bawah: Pogo PIN Connector.

Jadi ada 4 grill speaker di tablet ini. Speaker ini disebut sebagai JBL Quad Speaker, jadi sepertinya ada campur tangan JBL di sini. Terkait kualitas suaranya, ini sudah terbilang mencukupi. Bass-nya cukup kuat, namun terasa agak kurang bulat. Untuk treble sudah terasa pas, dan tidak menusuk. Sementara untuk vocal, ini sudah cukup jelas. Volume suara pun terbilang lantang tanpa harus pakai volume mentoknya.
Bukan yang luar biasa hebat, tapi masih mencukupi kok untuk berbagai kebutuhan.

Sisi Depan:
- Layar IPS 12.7”
- Resolusi 2944 x 1840 px, rasio 16:10
- Refresh Rate up to 144 Hz, adaptive.
Jadi bisa naik sampai 144 Hz kalau ada aktivitas di layar, dan turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas. Catatannya, refresh rate 144 Hz itu hanya bisa jalan di aplikasi tertentu, seperti halaman settings dan home screen.
- Brightness
Motorola mengklaim yang satu ini punya peak brightness di 400 Nits. Saat kami tes, brightness maksimal yang didapatkan ada di kisaran 415 nit, baik dalam kondisi standar maupun simulasi outdoor. Bukan yang super terang, tapi sudah terbilang OK sih untuk sebuah tablet.
- Mode Warna:
Ada dua, Standard dan Vibrant.

Untuk hasil tes color gamut-nya, mode Standard lebih diarahkan untuk mendekati 100% sRGB. Jadi kalau mau edit foto/video gunakan mode yang ini saja, supaya hasil editan-nya punya warna yang mirip kalau dilihat dari layar lain. Tapi kalau mau yang warnanya lebih gonjreng, bisa pilih mode Vivid. Karena Gamut volume nya lebih tinggi lagi disini, sudah mendekati 100% DCI-P3.
- Untuk bezel layar memang bukan yang super tipis, tapi tidak bisa dikatakan tebal juga. Terbilang sudah pas, apalagi ini sudah simetris di keempat sisinya.
- Layar ini juga tentunya sudah mendukung input stylus.
- Sementara untuk dukungan multitouch, ini bisa sampai 10 jari.

- Kamera Depan 8 MP, ini ada di bezel atas layar kalau tablet kita pegang di posisi horizontal.
- f/2.0
- Perekaman video sampai 1080p30
Sisi Belakang:
- Kamera Utama 13 MP, Auto Focus
- f/2.2
- Perekaman video sampai 4K30
- LED Flash

- Di sisi belakang ini juga terdapat area khusus yang dilengkapi dengan magnet untuk menempelkan Moto Pen Pro.
Spesifikasi Internal

SoC: Dimensity 8300
RAM: 8 GB LPDDR5X dengan fitur RAM Boost sampai dengan 5 GB.
Storage: 256 GB UFS 4.0
Baterai: 10.200 mAh dengan dukungan charging 45 Watt.
Sensor: accelerometer, light sensor, gyroscope hardware.

Konektivitas:
- Untuk jaringan selular seperti 4G atau 5G memang tidak ada. Jadi tablet ini Wi-Fi Only.
- Wi-Fi 6
- Bluetooth 5.3
- Bluetooth Codec: SBC, AAC, aptX, aptX HD, dan LDAC
- Support USB OTG
- Display Out sayangnya belum bisa.
Keamanan: Face Recognition dan Fingerprint Scanner.

OS: ZUI 17 yang berbasis Android 15.
Terkait update, Motorola menjanjikan 2x update versi Android dan 4 tahun untuk security patch. Ini berbeda ya dari OS yang dipakai di smartphone Motorola. Setelah kami cari tahu, ZUI ini adalah custom Android OS yang biasa dipakai tablet dari Lenovo. Tahu kan kalau Motorola itu sekarang memang dimiliki oleh Lenovo? Jadi ini wajar wajar. Tampilan OS ini cukup minimalis, dengan aplikasi 3rd party yang terbilang minim dan tidak ada iklan.

Meskipun OS nya beda dengan yang di smartphone, fitur Smart Connect khas Motorola tetap ada di tablet ini. Ini bisa digunakan untuk membuat tablet ini menjalankan beberapa cross devices ke smartphone Motorola lainnya, atau dengan laptop Windows. Misalnya mau jadi webcam? Bisa Copy Paste antar device juga bisa. Misalnya kita copy text dari laptop, lalu paste-nya di tablet ini, nah itu bisa. Mengendalikan isi tablet ini dari laptop, juga bisa. Dan masih ada banyak lagi fitur Smart Connect yang bisa dijalankan di tablet ini.

Ini semua bisa dilakukan dengan kabel atau tanpa kabel. Kalau mau tanpa kabel, syaratnya hanya butuh login ke akun smart connect yang sama, dan terhubung ke jaringan wifi yang sama aja. Simpel kan? Catatannya, Smart Connect ini akan tampil dalam floating Windows dengan ukuran relatif kecil seperti ini. Dan untuk sekarang kami masih belum menemukan cara untuk menampilkannya di mode full screen.
Untuk fitur AI, tablet ini sudah dibekali dengan AI tools dari Google, yaitu Circle to Search. Jadi kalau kita kepo sama sebuah barang, tempat, atau objek lain yang muncul di layar, tinggal lingkari aja. Nanti hasilnya pencariannya bakal langsung muncul. Kalau mau translate bahasa asing bisa juga, hasilnya juga langsung muncul di layar kok. Circle to Search ini bisa diaktifkan dari aplikasi apapun ya, jadi gak perlu pindah pindah aplikasi kalau mau pakai tools yang satu ini. Lalu untuk Gemini juga sudah ada tentunya. Kalau mau panggil, tinggal tahan tombol power aja, nanti muncul deh Gemini nya.
Aksesori Pendukung

Lanjut lagi kita bahas aksesori pendukung tablet ini, yaitu Moto Pen Pro.
Untuk baterainya, tidak ada informasi tentang berapa kapasitasnya. Tapi Motorola meng-klaim stylus ini punya daya tahan baterai hingga 35 jam. Untuk chargingnya, ini cukup mudah. Tinggal hubungkan kabel charger ke port USB-C nya. Stylus ini sudah mendukung 4096 level pressure detection. Saat dicoba, ini memang bisa mengenali tekanan yang berbeda beda ketika di gunakan.

Bagaimana kalau digunakan untuk menggambar? Stylus ini cukup nyaman saat dipegang dan palm rejection juga aman. Kami juga tidak merasakan delay yang mengganggu ketika pakai stylus ini untuk coret coret di layar. Sudah mencukupi kalau untuk gambar, mind map, flowchart, dan sebagainya. Ketika kita sedang pakai stylus-nya, akan ada floating menu untuk quick access ke beberapa fungsi, seperti membuka notes, circle to search, magnifying tools, dan beberapa fungsi lain yang bisa memanfaatkan stylus ini.

Untuk Keyboard case bawaan, sayangnya memang masih belum ada. Solusinya pakai keyboard case universal untuk tablet dengan ukuran 12.7”. Atau kalau mau pakai keyboard Bluetooth yang lain? Bisa juga kok, tinggal sambungin saja. Gak ada masalah!
Simak pembahasan lebih lanjutnya berikut ini: