Layanan Google Tables Ditutup, Ini Opsi Migrasi Data untuk Pengguna

Google resmi mengumumkan akan menghentikan layanan Google Tables, aplikasi yang dirancang untuk memantau progres kerja dan proyek.
Dalam e-mail yang dikirimkan kepada para penggunanya, Google menyebutkan bahwa layanan Tables akan ditutup mulai 16 Desember 2025.
Perusahaan juga menyarankan pengguna agar segera mengekspor atau memindahkan data mereka ke produk lain milik Google.
Dalam pengumumannya, Google memberikan dua pilihan utama bagi pengguna yang ingin menyelamatkan data mereka sebelum Tables resmi ditutup.
Opsi pertama adalah dengan melakukan migrasi ke Google Sheets. Cara ini memungkinkan pengguna mengekspor seluruh data yang ada di Tables, lalu tetap melanjutkan pengelolaan proyek menggunakan lembar kerja.
Melalui Sheets, pengguna juga masih dapat memanfaatkan fitur tabel dan notifikasi bersyarat untuk membantu memantau alur kerja.
Sementara itu, opsi kedua yakni memindahkan data ke AppSheet, platform no-code milik Google.
Melalui alat migrasi khusus, pengguna dapat mengimpor data dari Tables ke AppSheet tanpa kehilangan struktur penting, seperti tipe kolom maupun relasi antar-data.
Dalam pengumumannya, Google memberikan dua pilihan utama bagi pengguna yang ingin menyelamatkan data mereka sebelum Tables resmi ditutup.
Selain itu, AppSheet menawarkan fleksibilitas lebih karena alur kerja dapat diperkuat dengan fitur otomatisasi, pengaturan izin akses yang lebih rinci, serta integrasi dengan berbagai layanan di ekosistem Google Workspace.
Google juga menjelaskan bahwa tim pengembang Tables sebelumnya telah menyiapkan pengalaman baru di dalam AppSheet.
Pengalaman baru ini memberi kesempatan bagi pengguna untuk membangun model data, membuat aplikasi, sekaligus mengatur alur kerja otomatis secara langsung di dalam platform AppSheet.
Google Tables pertama kali diluncurkan pada 2020 melalui Area 120, inkubator internal Google yang kala itu fokus menguji berbagai produk eksperimental.
Berbeda dengan spreadsheet biasa, Tables hadir sebagai alat kerja kolaboratif dengan fitur otomatisasi untuk memudahkan pelacakan proyek.
Pada 2021, Google mengumumkan bahwa Tables naik kelas dari tahap uji coba menjadi produk resmi di bawah Google Cloud. Platform ini diposisikan sebagai solusi lintas fungsi, mulai dari manajemen proyek, rekruitmen, hingga pengembangan produk.
Tables dibuat oleh Tim Gleason, karyawan senior Google yang lebih dari satu dekade berkarier di perusahaan.
Gleason juga sempat menjadi pimpinan teknis untuk proyek NotebookLM, sebelum akhirnya pensiun pada September 2024, dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (16/9/2025).
Meski sempat berhasil bertahan dari restrukturisasi Area 120 pada 2022, yang kala itu memangkas setengah dari jumlah proyek, Google Tables akhirnya ikut terkena kebijakan penutupan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.