Top 9+ Fitur yang Dikorbankan Apple demi iPhone Air Jadi HP Tertipis

Apple baru saja meluncurkan iPhone Air secara global pada 9 September. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena menyandang predikat iPhone tertipis sepanjang sejarah, dengan ketebalan hanya 5,64 mm.
Desain ramping ini seperti mimpi yang jadi kenyataan, terutama bagi penggemar gadget yang menyukai ponsel tipis dan ringan.
Namun, sebagaimana pepatah “ada harga yang harus dibayar”, ketipisan iPhone Air ternyata datang dengan pengorbanan.
Ada sejumlah fitur yang dikurangi atau dihilangkan, mulai dari kapasitas baterai hingga konfigurasi kamera. Mari kita bahas satu per satu.
1. Baterai lebih kecil
Secara tradisi, Apple tidak secara eksplisit mengungkap kapasitas baterai iPhone.
Namun, menurut laporan GSMArena, baterai iPhone Air berkapasitas 3.149 mAh, lebih kecil dari iPhone 17 standar (3.692 mAh) apalagi dibanding iPhone 17 Pro Max (hingga 5.088 mAh).
Jika akurat, ini membuat daya tahan iPhone Air dalam sekali isi ulang menjadi jelas lebih rendah.
Label energi Uni Eropa mencatat iPhone Air hanya bisa bertahan 40 jam sekali cas. Sementara iPhone 17 standar bisa bertahan 41 jam dan Pro Max mencapai 53 jam.
Tak hanya soal baterai, iPhone Air juga mengorbankan kecepatan pengisian dayanya. Jika model lain bisa mengisi 50 persen dalam 20 menit, iPhone Air butuh 30 menit untuk mencapai level yang sama.
Kabar baiknya, Apple tetap mempertahankan dukungan MagSafe agar pengguna bisa mengisi baterai dengan secara nirkabel (wireless charging).
Di sisi lain, ini memunculkan dugaan bahwa pengguna iPhone Air akan sering bergantung pada MagSafe Battery Pack (powerbank MagSafe Apple) agar bisa bertahan seharian.
2. Kamera hanya satu
Spesifiksi kamera belakang iPhone 17 Air.
Apple hanya membekali iPhone Air dengan satu kamera belakang dengan resolusi 48 MP. Ini membuat iPhone Air seperti iPhone 16e yang diposisikan sebagai budget phone.Sensor yang digunakan iPhone Air sama dengan iPhone 17 standar, berukuran 1/1.56 inci, lebih kecil dari sensor 1/1.28 inci di model Pro.
Perekaman video juga terbatas di 4K 60fps, tanpa dukungan fitur profesional seperti ProRes, ProRes RAW, atau Apple Log 2.
LiDAR scanner, yang biasanya hadir di model Pro untuk mempercepat autofocus dan mendukung aplikasi AR, juga absen di iPhone Air.
3. Tak bisa selfie Gen Z
Pengguna iPhone biasanya gemar melakukan selfie Gen Z menggunakan kamera ultrawide (kamera 0,5). Namun, pemilik iPhone Air tidak bisa melakukannya karena ponsel ini tak memiliki kamera ultrawide.
Sebagian orang mungkin tidak terlalu sering menggunakan kamera ultrawide. Namun, kamera ini memberi perspektif unik yang tidak bisa ditiru lensa biasa.
Selain itu, di iPhone, kamera ultrawide juga dipakai untuk foto makro, dan itu absen di iPhone Air.
4. Tak ada kamera telefoto
Kamera 48 MP di iPhone Air hanya menawarkan zoom lossless hingga 2x.
Selebihnya, kualitas foto akan menurun. Bagi pengguna yang suka memotret objek jarak jauh, ini jelas jadi kekurangan besar.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S25 Edge yang juga tipis tetap hadir dengan sensor 200 MP yang memberi fleksibilitas lebih baik untuk zoom digital.
5. Chipset “Pro” yang tak benar-benar Pro
Chip Apple A19 Pro.
Di atas kertas, iPhone Air menggunakan chip A19 Pro, sama seperti iPhone 17 Pro.Namun detail spesifikasi menunjukkan perbedaan. Misalnya, inti pengolah grafis (GPU) di iPhone Air hanya 5 inti, sedangkan di Pro 6 inti.
RAM iPhone Air memang setara dengan model Pro, yaitu 12 GB, tapi perbedaan di GPU ini membuatnya terasa “Pro yang tidak benar-benar Pro”.
6. Layar lebih kecil
iPhone Air sejatinya hadir sebagai pengganti iPhone Plus yang punya layar besar (6,7 inci).
Dengan layar 6,5 inci, iPhone Air terasa sedikit tanggung. Layar iPhone Air ini lebih besar daripada iPhone 17 standar (6,3 inci), tapi lebih kecil dibanding iPhone 16 Plus (6,7 inci) dan Pro Max (6,9 inci).
Alasan Apple memilih ukuran ini diduga karena faktor ketahanan. iPhone Air adalah satu-satunya model baru yang masih menggunakan rangka titanium.
Material titanium ini lebih kaku dibanding aluminium, sehingga lebih tahan bengkok. Namun dengan bodi setipis itu, layar lebih besar mungkin terlalu berisiko terhadap kerusakan struktural.
7. Port USB terbatas
iPhone 17 Air menawarkan desain super tipis dan ringan dengan ketebalan hanya 5,6 mm dan berat 165 gram.
Meski sudah menggunakan USB-C, port iPhone Air hanya mendukung standar USB 2.0, bukan USB 3.0 seperti iPhone Pro. Artinya, transfer data jauh lebih lambat.Keterbatasan ini juga membuat iPhone Air tidak mendukung perekaman video ProRes langsung ke penyimpanan eksternal, sebuah fitur penting bagi kreator konten profesional.
8. Speaker hanya satu
iPhone Air hanya punya satu speaker, yang diletakkan di bagian atas. Tidak ada stereo speaker seperti di model lain.
Alasannya kemungkinan kuat karena bodi yang terlalu tipis membuat ruang internal sangat terbatas, dan Apple lebih memilih memberi ruang ekstra untuk baterai kecilnya.
9. Punya casing bumper khusus
Apple merilis iPhone Air Bumper, aksesori khusus yang disebut terbuat dari polikarbonat untuk memberi perlindungan tambahan.
Keputusan ini mengingatkan pada masa iPhone 4 yang bermasalah dengan sinyal hingga Apple harus “menghadiahkan” bumper gratis.
Bedanya, kali ini bumper lebih ditujukan untuk melindungi fisik iPhone Air yang super tipis dan punya kamera bump yang menonjol.
Meski rangka titanium cukup kuat, Apple tampaknya tidak mau ambil risiko jika ponsel ini rawan bengkok atau rusak saat jatuh.
Pada ahirnya, saat menggunakan bumper, sensasi menggenggam iPhone Air otomatis bakal makin tebal, tidak benar-benar 5,6 mm, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Senin (15/9/2025).
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.