Smartphone Flagship Pecah Rekor, Google Kembali Masuk 5 Besar

Google, apple, huawei, Xiaomi, Samsung, counterpoint, 2025, pasar ponsel flagship, Smartphone Flagship Pecah Rekor, Google Kembali Masuk 5 Besar

Pasar smartphone kelas atas (flagship) di paruh pertama (Januari - Juni) 2025 tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY). 

Hal ini disampaikan dalam laporan "Handset Model Sales Tracker" yang dirilis firma riset Counterpoint Research pekan ini.

Dalam riset tersebut, Counterpoint mengategorikan ponsel dengan harga di atas 600 dollar AS (sekitar Rp 9,8 juta) sebagai ponsel premium, dan ini juga termasuk segmen harga ponsel flagship.

Nah, menurut Counterpoint, pertumbuhan ini merupakan rekor tertinggi untuk pasar ponsel flagship global di periode paruh pertama.

Counterpoint Research tak menyebut berapa jumlah penjualan atau total unit ponsel flagship yang terjual di paruh pertama 2025.

Namun yang jelas, pertumbuhan ini disebut lebih tinggi dari peningkatan pasar ponsel global secara keseluruhan di paruh pertama 2025 yang mentok di 4 persen YoY. 

Berdasarkan Counterpoint Research, peningkatan ini dipicu oleh minat konsumen di berbagai negara yang mulai beralih ke ponsel flagship, lantaran ingin dapat performa terbaik.

Tren ini tampaknya dimanfaatkan oleh para vendor dengan merilis banyak ponsel flagship, terutama dengan harga yang kompetitif dan terjangkau namun masih memiliki spesifikasi jempolan.

Secara keseluruhan, pasar ponsel flagship sendiri berkontribusi sekitar 60 persen kepada keseluruhan pendapatan ponsel di pasar global di periode ini.

Artinya, segmen ini cukup digandrungi oleh para pengguna di seluruh dunia di enam bulan pertama di 2025.

Apple pimpin pertumbuhan pasar ponsel flagship

Google, apple, huawei, Xiaomi, Samsung, counterpoint, 2025, pasar ponsel flagship, Smartphone Flagship Pecah Rekor, Google Kembali Masuk 5 Besar

Pertumbuhan pasar ponsel flagship global di paruh pertama 2025 versi Counterpoint Research.

Dalam laporan terbaru Counterpoint Research, Apple masih memimpin pertumbuhan pasar ponsel flagship di paruh pertama (H1) 2025 dengan pangsa pasar (market share) 62 persen. 

Angka ini memang turun dari 65 persen dibanding H1 2024. Namun secara performa, penjualan Apple di H1 2025 naik sekitar 3 persen apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dominasi Apple di pasar ponsel flagship sendiri bisa dibilang cukup wajar.

Sebab, ini memang segmennya mereka dan perusahaan asal Cupertino tersebut tidak pernah atau jarang sekali "main" di pasar ponsel kelas menengah (mid-range) atau bawah (entry-level).

Pada enam bulan pertama di 2025, Apple sendiri masih menjual iPhone 16 Series dan beberapa model iPhone 15 di sejumlah negara, termasuk Indonesia. 

Di bawah Apple, ada Samsung dengan pangsa pasar 20 persen. Merek asal Korea Selatan ini tumbuh 7 persen dari periode yang sama tahun lalu karena Galaxy S25 Series mereka yang disebut lebih laku dibanding Galaxy S24 Series.

Huawei mengisi posisi tiga besar dengan pangsa pasar 8 persen dan pertumbuhan sekitar 24 persen secara YoY. 

Google, apple, huawei, Xiaomi, Samsung, counterpoint, 2025, pasar ponsel flagship, Smartphone Flagship Pecah Rekor, Google Kembali Masuk 5 Besar

Tampilan layar Huawei Mate XTs dalam kondisi dibentangkan sepenuhnya

Hal ini didorong perangkat lipat tiga Huawei Mate XT yang disebut cukup laris manis, serta loyalitas pelanggan dan strategi distribusi agresif yang dilakukan perusahaan tersebut di China. 

China biasanya dianggap sebagai salah satu negara yang paling banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan smartphone global, selain India dan Amerika Serikat (AS).

Dua merek terbawah yang mengisi daftar lima merek teratas di pasar ponsel flagship di H1 2025 adalah Xiaomi dan Google. 

Counterpoint research tak menyebut berapa pangsa pasar Xiaomi dan Google. Tetapi, mereka mencantumkan bahwa pertumbuhan kedua perusahaan ini cukup masif di H1 2025.

Xiaomi dan Google masing-masing memiliki pertumbuhan 55 persen dan 105 persen di H1 2025 secara YoY untuk kategori ponsel flagship di pasar global.

Menurut Counterpoint, pertumbuhan Xiaomi didorong oleh perluasan ekosistem mereka ke mobil listrik (EV), selain strategi perusahaan yang gemar menyediakan ponsel flagship dengan harga kompetitif.

Sementara itu pertumbuhan Google, yang akhirnya masuk kembali ke daftar lima merek ponsel flagship terlaris di dunia setelah sekitar lima tahun absen, didorong oleh penjualan Pixel 9 Series yang dinilai laku keras di beberapa negara.

Ponsel AI dan foldable tumbuh

Google, apple, huawei, Xiaomi, Samsung, counterpoint, 2025, pasar ponsel flagship, Smartphone Flagship Pecah Rekor, Google Kembali Masuk 5 Besar

Kecepatan Pengecasan Samsung Galaxy S25

Biasanya, kategori ponsel flagship sendiri memang diisi oleh beragam smartphone canggih, termasuk ponsel yang sarat akan fitur kecerdasan buatan (AI) dan juga ponsel lipat (foldable). 

Counterpoint menyebut bahwa di H1 2025 ini, ponsel AI berkontribusi pada 80 persen penjualan pasar ponsel flagship global di paruh pertama 2025.

Salah satu ponsel flagship yang dibekali fitur AI adalah Galaxy S25 Series dengan Galaxy AI dan integrasinya dengan Gemini. 

Firma riset ini tak menyebut berapa kontribusi penjualan ponsel lipat pada kategori ponsel flagship di H1 2025. Namun, mereka menyebut kategori ini mengalami pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Secara geografis, Counterpoint menyebut 10 negara di dunia berkontribusi terhadap 80 persen penjualan ponsel flagship global di H1 2025.

Mereka tak mengumbar apa 10 negara tersebut. Namun yang jelas, China tercatat sebagai negara dengan kontribusi penjualan unit HP terbanyak.

Meski demikian, India tetap menjadi negara teratas dalam hal pertumbuhan penjualan ponsel flagship dengan peningkatan mencapai 37 persen YoY, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Counterpoint, Sabtu (13/9/2025).  

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.