Aksi Demo di Prancis, Transportasi Lumpuh dan Turis Terdampak
Prancis tengah menghadapi gelombang aksi demo pada Rabu (10/9/2025) yang melumpuhkan transportasi dan mengganggu perjalanan wisatawan.
Dilansir dari Kompas.com (11/9/2025), gelombang aksi demo bertepatan dengan pelantikan perdana menteri baru, Sebastien Lecornu.
Ia menggantikan Francois Bayrou, perdana menteri sebelumnya yang digulingkan setelah gelombang ketidakpuasan publik atas kebijakan pemangkasan anggaran dan krisis politik yang berkepanjangan.
Gangguan transportasi massal di Perancis
Sejak Rabu, 10 September 2025, ribuan pekerja transportasi turun ke jalan. Serikat pekerja kereta api Sud-Rail menyebut aksi ini sebagai “pemogokan besar-besaran” yang menyebabkan ribuan pembatalan perjalanan kereta SNCF di seluruh negeri.
Layanan RER dan Transilien di sekitar Paris juga hanya beroperasi dengan jadwal terbatas. Sementara itu, metro di pusat kota ikut terganggu akibat bentrokan antara polisi dan demonstran.
Transportasi udara tak luput dari dampak. Rencana aksi lanjutan dari serikat pengendali lalu lintas udara Prancis dijadwalkan pada 18–19 September 2025, diprediksi menjadi salah satu pemogokan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi ini berpotensi mengacaukan penerbangan dari dan ke Prancis, termasuk ribuan rute Eropa yang melintasi wilayah udara negara tersebut.
Turis asing terjebak kekacauan
Kondisi ini menjadi mimpi buruk bagi turis asing. Ratusan pelancong tertahan di stasiun-stasiun utama seperti Gare du Nord Paris, dengan akses pintu masuk dialihkan akibat demonstrasi.
Beberapa turis mengaku kebingungan karena minimnya informasi, bahkan membatalkan rencana kunjungan ke destinasi populer seperti Versailles.
Bagi wisatawan dengan anak-anak, situasi makin menegangkan. Seorang turis asal Italia, Bruno, mengaku harus mengevakuasi keluarganya setelah melihat bentrokan di luar stasiun.
“Saya tidak merasa aman, apalagi ketika bersama anak-anak,” ujarnya.
Eurostar memang memastikan layanan tetap berjalan normal, tetapi para penumpang tetap menghadapi kesulitan begitu tiba di Paris, karena keterbatasan transportasi lanjutan dan rute alternatif yang penuh sesak.
Pariwisata terdampak
Gangguan transportasi ini bukan hanya menyulitkan wisatawan, tapi juga mengancam citra Prancis sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia.
Hotel, restoran, dan objek wisata menghadapi pembatalan mendadak, sementara para pelancong terpaksa menunda atau mengubah rencana perjalanan mereka.
Dengan situasi politik yang belum stabil, aksi mogok yang terus berlanjut, dan ancaman tambahan dari pemogokan bandara, September menjadi bulan penuh tantangan bagi siapa pun yang berencana bepergian di atau ke Prancis.
Otoritas dan maskapai menyarankan wisatawan untuk terus memantau pembaruan informasi, menyiapkan rencana cadangan, serta bersiap menghadapi perubahan mendadak.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.