Inter Milan Berpisah dengan Striker Iran Mehdi Taremi

besiktas, Serie A, Bursa Transfer, Liga Italia, Mehdi Taremi, inter milan, Inter Milan Berpisah dengan Striker Iran Mehdi Taremi

Raksasa Liga Italia, Inter Milan, mengambil keputusan untuk berpisah dengan penyerang Mehdi Taremi menjelang dimulainya Serie A 2025-2026.

Pelatih Inter Milan, Christian Chivu, dilaporkan tidak memasukkan striker Iran itu dalam rencananya untuk musim ini.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Taremi baru saja kembali ke fasilitas latihan Inter Milan

Namun, ia tidak dilibatkan dalam sesi latihan dengan tim utama dan hanya diperbolehkan berlatih sendiri.

Keputusan ini diambil setelah Taremi tidak ikut dalam laga pramusim akibat konflik yang terjadi antara Iran dan Israel pada pertengahan Juni 2025.

Selama konflik di mana kedua pihak bertukar serangan rudal dan drone tersebut, Taremi Terjebak di negaranya dan tidak dapat bergabung dengan skuad La Beneamata yang berlaga di Piala Dunia Antarklub 2025.

Selain ketidakhadirannya di pramusim, performa Taremi yang dianggap mengecewakan pada musim lalu turut mempengaruhi keputusan Inter Milan di bursa transfer musim panas 2025.

Dari informasi sama, Inter Milan bahkan bersedia melepas Mehdi Taremi secara gratis di musim panas ini.

Padahal, Taremi masih memiliki kontrak yang berlaku hingga Juni 2027. 

Alasan rela dilepas secara gratis

Meskipun terikat kontrak, klub tidak keberatan melepaskannya secara gratis demi mengurangi beban gaji.

Taremi sendiri didatangkan tanpa biaya transfer pada musim panas 2024 setelah kontraknya bersama raksasa Portugal, Porto, habis.

Taremi diketahui memiliki gaji mewah di skuad Inter Milan, yaitu sekitar 3 juta euro (setara Rp56,8 miliar) per tahun.

Sejak namanya masuk dalam daftar jual, Taremi menarik perhatian dua klub asal Inggris, Fulham dan Leeds United.

Namun, hingga saat ini, kedua tim tersebut belum memberikan penawaran resmi untuk merekrutnya.

Minat dari Turkiye

Di samping ketertarikan dari dua klub Inggris tersebut, ada juga minat klub Turkiye, Besiktas.

Meski begitu, Taremi menolak untuk bergabung ke Turkiye dan lebih memilih untuk tetap berkarier di lima liga top Eropa.

Sementara itu, Taremi harus terus berlatih sendirian sembari berharap ada klub yang bersedia menampungnya sebelum bursa transfer ditutup.

Namun, harapan tersebut sirna karena Taremi mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan liga Italia.

Selama berseragam Inter Milan, Taremi tercatat bermain sebanyak 43 kali dan hanya mencetak tiga gol serta memberikan sembilan assist.

Hal ini jauh berbeda dengan performanya di Porto  dan Rio Ave di mana ia mencetak dobel digit gol setiap musimnya selama di Liga Portugal.

Taremi juga dua kali menjadi top skor Liga Protugal, pada 2019-2020 dan 2022-2023.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!