Anker Prediksi Powerbank Habis Pemakaian Dalam Beberapa Tahun Mendatang

Anker Prediksi Powerbank Habis Pemakaian Dalam Beberapa Tahun Mendatang, Anker dan Evolusi Power Bank, Anker powerbank die down, Perubahan Fokus Bisnis Anker, Anker 335 Power Bank, Tantangan dan Strategi Baru, Potensi Perubahan di Pasar Indonesia
Anker Prediksi Powerbank Habis Pemakaian Dalam Beberapa Tahun Mendatang

Anker, merek yang dikenal luas di Indonesia sebagai salah satu penyedia power bank terpercaya, kini mengemukakan pandangan menarik soal masa depan produk andalannya tersebut.

  • CEO Anker, Meng Yang, memprediksi power bank dapat hilang dari pasar dalam beberapa tahun ke depan.
  • Anker mengakui sempat menawarkan terlalu banyak model power bank, mencapai 100 jenis pada 2024.
  • Perusahaan kini fokus mengembangkan produk pengisi daya dan perangkat pintar lainnya untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Anker dan Evolusi Power Bank

Anker powerbank die down, Anker dan Evolusi Power Bank, Anker powerbank die down, Perubahan Fokus Bisnis Anker, Anker 335 Power Bank, Tantangan dan Strategi Baru, Potensi Perubahan di Pasar Indonesia

Anker powerbank die down

Meng Yang, pendiri sekaligus CEO Anker, baru-baru ini menyatakan bahwa power bank sebagai kategori produk kemungkinan tidak akan berkembang menjadi bisnis bernilai ratusan miliar yuan. Bahkan, ia memperkirakan power bank bisa "mati" dalam beberapa tahun mendatang. Pernyataan ini mengejutkan mengingat Anker selama ini identik dengan produk pengisi daya portabel tersebut.

Ia membandingkan power bank dengan perangkat elektronik konsumen lain yang pernah populer seperti pemutar MP3, kaset, dan CD. Semua produk tersebut memiliki masa hidup yang relatif singkat sebelum akhirnya tergantikan oleh teknologi baru.

Perubahan Fokus Bisnis Anker

Anker 335 Power Bank, Anker dan Evolusi Power Bank, Anker powerbank die down, Perubahan Fokus Bisnis Anker, Anker 335 Power Bank, Tantangan dan Strategi Baru, Potensi Perubahan di Pasar Indonesia

Anker 335 Power Bank

Data keuangan publik menunjukkan bahwa pada 2025, Anker berhasil meraih pendapatan sebesar 30,514 miliar yuan, meningkat 23,49% dibanding tahun sebelumnya. Sekitar setengah dari pendapatan tersebut berasal dari produk pengisian daya dan penyimpanan energi.

Namun, power bank tradisional bukan lagi motor utama bisnis Anker. Kini mereka memperluas lini produk dengan berbagai aksesori pengisian daya, perangkat pintar, dan solusi penyimpanan energi yang lebih modern dan multifungsi.

Di kuartal pertama 2026, Anker mencatat pendapatan 7,608 miliar yuan, naik 26,93% dari periode yang sama tahun lalu, meski laba bersih turun sedikit 4,87% menjadi 472 juta yuan.

Tantangan dan Strategi Baru

Anker juga mengakui bahwa mereka pernah terlalu agresif meluncurkan banyak model power bank, mencapai sekitar 100 model pada 2024. Banyaknya varian tersebut justru menimbulkan tantangan dalam pengendalian kualitas produk.

Perusahaan menyadari bahwa memiliki terlalu banyak model tidak realistis untuk menjaga mutu secara konsisten, sehingga mereka mulai merampingkan portofolio produk dan fokus pada inovasi yang benar-benar dibutuhkan konsumen.

Potensi Perubahan di Pasar Indonesia

Meski power bank masih menjadi aksesori penting bagi pengguna gadget di Indonesia, pandangan Anker ini membuka wacana tentang bagaimana teknologi pengisian daya bisa berubah. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat yang mendukung pengisian nirkabel dan baterai berkapasitas besar, kebutuhan akan power bank konvensional bisa berkurang.

Bagi konsumen Indonesia, ini berarti mereka mungkin akan melihat lebih banyak produk pengisian daya yang lebih ringkas, pintar, dan multifungsi ke depannya, yang juga sejalan dengan gaya hidup digital yang semakin mobile dan praktis.