AI Bisa Bantu Perbaiki Mobil? Ini Jawabannya
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat banyak orang mulai mengandalkannya untuk berbagai keperluan, termasuk mencari solusi saat kendaraan mengalami masalah.
Dengan mengetik gejala kerusakan ke aplikasi seperti ChatGPT, pengguna bisa memperoleh berbagai kemungkinan penyebab hingga langkah perbaikan yang disarankan. Namun, apakah AI benar-benar bisa menggantikan peran mekanik?
Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Minggu 7 Juni 2026, sebuah pengujian yang dilakukan oleh seorang mekanik profesional menunjukkan bahwa kemampuan AI dalam mendiagnosis kerusakan mobil ternyata masih memiliki keterbatasan.
Dalam pengujian tersebut digunakan sebuah Honda Civic keluaran 2016 yang mengalami masalah tidak bisa dihidupkan. Saat kunci kontak diputar, hanya terdengar suara dengungan dari ruang mesin tanpa ada tanda-tanda mesin akan menyala.
AI kemudian memberikan sejumlah saran pemeriksaan berdasarkan gejala yang dijelaskan. Salah satunya adalah memeriksa relay starter yang berada di dalam rangkaian kelistrikan kendaraan.
Namun mekanik yang melakukan pengujian memilih langkah berbeda. Ia terlebih dahulu memeriksa aliran listrik pada sistem pengapian untuk memastikan sumber masalah yang sebenarnya.
Setelah melalui beberapa tahapan diagnosis, AI menyimpulkan bahwa saklar pengapian atau ignition switch perlu diganti. Meski demikian, mekanik menemukan bahwa ada satu langkah penting yang terlewat dalam proses analisis tersebut.
AI tidak menyarankan pemeriksaan tegangan listrik pada kabel utama yang menuju saklar pengapian. Padahal, jika sumber masalah berasal dari kabel atau sekring yang rusak, penggantian komponen tersebut tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuat pemilik kendaraan mengeluarkan biaya yang tidak perlu.
Kasus tersebut menunjukkan bahwa AI masih sangat bergantung pada informasi yang diberikan pengguna. Semakin lengkap dan akurat data yang dimasukkan, semakin baik pula jawaban yang dihasilkan.
Masalahnya, sebagian besar pemilik mobil tidak memiliki pengetahuan teknis yang cukup untuk menjelaskan gejala kerusakan secara detail. Akibatnya, AI bisa memberikan rekomendasi yang kurang tepat atau terlalu umum.
Berbeda dengan mekanik yang dapat melakukan pemeriksaan langsung, melihat kondisi komponen, mendengar suara mesin, hingga menggunakan alat diagnosis khusus untuk menemukan sumber masalah secara lebih akurat.
AI memang dapat membantu pemilik kendaraan memahami kemungkinan penyebab kerusakan sebelum datang ke bengkel. Teknologi tersebut juga berguna untuk memberikan gambaran awal mengenai fungsi komponen atau estimasi langkah perbaikan.
Namun ketika kerusakan sudah menyangkut sistem kelistrikan, sensor, modul kontrol, atau jaringan kabel yang kompleks, kemampuan AI saat ini masih belum mampu menggantikan pengalaman dan keahlian mekanik.