Main HP atau Melamun Saat Nyetir, Mobil Ini Bisa Langsung Tahu

Ilustrasi gambar interior mobil Tesla Model 3 terbaru
Ilustrasi gambar interior mobil Tesla Model 3 terbaru

Pembaruan ini sebenarnya bukan fitur yang benar-benar baru. Tesla menjelaskan bahwa peningkatan sistem pemantauan pengemudi sudah hadir di update sebelumnya, namun baru dicantumkan secara resmi pada catatan pembaruan terbaru.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti dilansir VIVA, Kamis 4 Juni 2026, salah satu fokus utama pembaruan ini adalah peningkatan kemampuan pelacakan arah mata atau eye tracking. Sistem kini diklaim lebih akurat membaca arah pandangan pengemudi, termasuk ketika menggunakan kacamata hitam atau saat kondisi cahaya di dalam kabin berubah-ubah.

Dengan teknologi tersebut, mobil dapat memastikan apakah pengemudi benar-benar memperhatikan jalan atau justru terdistraksi. Jika sistem mendeteksi pengemudi tidak fokus, mobil akan memberikan peringatan melalui suara maupun tampilan visual di layar.

Namun menariknya, Tesla juga membuat sistem peringatan itu menjadi lebih halus dan tidak terlalu mengganggu. Selama pengemudi tetap melihat ke arah jalan, sistem tidak akan terlalu sering memberikan “nag” atau teguran seperti sebelumnya.

Perubahan ini menjadi bagian dari pengembangan FSD versi 14.3.3 yang mulai diperkenalkan beberapa waktu lalu bersamaan dengan Spring 2026 Software Update milik Tesla.

Bagi pengguna Tesla, pembaruan tersebut cukup penting karena selama ini salah satu keluhan pengguna FSD adalah sistem pemantauan yang terlalu sensitif. Bahkan dalam beberapa kasus, pengemudi bisa mendapatkan peringatan hanya karena sesaat melihat layar tengah atau spion.

Kini, berkat kemampuan eye tracking yang lebih canggih, sistem dapat membedakan apakah perhatian pengemudi masih berada di jalan atau tidak. Tesla berharap pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman tanpa mengurangi faktor keselamatan.

Peningkatan ini juga dinilai penting untuk mendukung ekspansi global teknologi FSD Tesla. Pasalnya, banyak negara terutama di kawasan Eropa memiliki aturan ketat terkait fitur semi otonom dan sistem pemantauan pengemudi.

Regulator di berbagai negara biasanya mengharuskan kendaraan semi autonomous tetap memastikan pengemudi aktif mengawasi kondisi jalan. Karena itu, sistem monitoring berbasis kamera menjadi salah satu syarat utama agar fitur seperti FSD bisa mendapat izin penggunaan lebih luas.

Tesla sendiri saat ini terus memperluas pengembangan FSD di berbagai negara. Bahkan baru-baru ini perusahaan mengklaim berhasil melakukan perjalanan otomatis lintas Kanada tanpa intervensi manusia menggunakan teknologi tersebut.

Selain peningkatan eye tracking, Tesla juga tengah menyiapkan beberapa fitur baru lain untuk FSD. Dua di antaranya adalah kemampuan menghindari jalan berlubang secara otomatis dan peningkatan kemampuan neural network untuk memahami kondisi berkendara lebih kompleks.

Meski begitu, fitur Full Self-Driving milik Tesla sampai sekarang masih belum sepenuhnya membuat mobil bisa berjalan tanpa pengawasan manusia. Pengemudi tetap diwajibkan siap mengambil alih kendali kapan saja jika diperlukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, sistem pemantauan pengemudi menjadi salah satu komponen penting agar teknologi semi otonom tetap aman digunakan di jalan raya.

Dengan update terbaru ini, Tesla tampaknya ingin membuat teknologi bantuan berkendara terasa lebih natural, nyaman, namun tetap aman bagi penggunanya