Review iQOO Z11: Ini Baru Smartphone Baterai Badak!

Baterai smartphone 5000 mAh? Biasa! 7000 mAh? Biasa Nih, iQOO Z11, 9020 mAh!

  • Gak cuma gede angka aja, baterainya ini awet banget, bisa tahan hampir 2 hari
  • Performanya oke punya, pakai Snapdragon 7s Gen 4
  • Genshin Impact setengah jam baterainya cuma kurang 5%!
  • Layar juga mantep, pakai 1.5K AMOLED display
  • Speaker udah stereo, gak mono lagi kayak pendahulunya

Langsung aja kita bahas iQOO Z11!

Sejak awal kemunculannya di Indonesia, lini Z-series sendiri memang terkenal dengan kemampuan baterai yang awet serta performa yang mumpuni. Untuk iQOO Z11 sendiri, iQOO mengklaim baterai smartphone ini jadi yang paling besar dan paling awet untuk penggunaan intensif. Klaim yang cukup berani ya. Tapi, apakah benar seawet itu? Terus masa iya bagusnya di baterai doang? Aspek lainnya gimana?

Langsung saja kita bahas mulai dari paket penjualannya.

Paket Penjualan

  • Unit iQOO Z11, plus screen protector yang sudah terpasang
  • Charger 90 W FlashCharge
  • Kabel USB A to C
  • Softcase transparan
  • SIM Ejector
  • Paket dokumen

Terbilang lengkap paket penjualannya.

Desain iQOO Z11

iQOO Z11

Smartphone ini mengusung desain yang serba flat, baik di sisi depan, sisi samping, dan sisi belakang. Untuk tepian sudutnya sendiri dibikin membulat. Nah, ini desainnya beda ya dari Z10 yang pakai desain serba curved. Buat yang lebih suka desain flat, harusnya bakal cocok sama yang satu ini.

Untuk material, bodi belakang dan frame sama-sama terbuat dari polikarbonat. Ada dua opsi warna yang disediakan, yakni Glacier White dan Cosmic Black.

Terkait dimensi:

  • Tinggi: 163.73 mm
  • Lebar: 76.18 mm
  • Ketebalan: 8.25 mm

Sementara bobotnya sendiri di kisaran 215 gram.

Buat baterai 9020 mAh sih, bobotnya ini masih tergolong wajar. Tapi memang, kalau dipakein casing, bobotnya bisa lebih berat lagi.

Untuk sekeliling bodi:

  • Sisi kanan: Tombol power dan tombol volume up/down
  • Sisi atas: Lubang microphone, Grill Speaker
  • Sisi kiri: kosong
  • Sisi bawah: SIM Tray (Dual SIM), lubang microphone, port USB-C, dan grill speaker

Kelihatan ada dua speaker di sini. Ini upgrade dari Z10 yang masih mono speaker. Kualitas speakernya sudah terbilang baik. Mid terdengar dominan, treble lumayan terasa, dan bass masih cukup terdengar. Keluaran suaranya juga terdengar lantang. Kalau dibutuhkan, volume suaranya bisa ditingkatkan lagi hingga 200%. Tapi menurut kami, ini lebih pas kalau dipakai buat telpon atau video call.

Terkait perlindungan, smartphone ini sudah dilengkapi rating IP68 dan IP69, yang berarti kedap debu, tahan ditenggelamkan, hingga tahan semprotan air bertekanan tinggi. Jadi kalau gak sengaja kesiram atau kecemplung ke dalam air, harusnya masih aman. Tapi ini hanya proteksi kalau gak sengaja ya. Jangan sekali-kali ditenggelamkan atau disiram air secara sengaja. 

Selain itu, smartphone ini sudah diuji dengan Military-Grade Testing, dengan berbagai pengujian ekstrim, termasuk pengujian terhadap air hujan, pengujian di suhu ekstrim, hingga dijatuhkan di ketinggian tertentu. Jadi soal durabilitas, harusnya aman yang satu ini.

Layar

Pindah ke sisi depan, ada layar 6.83 inci AMOLED.

  • Resolusi 1.5K, 2800 x 1260 piksel
    • Secara default, resolusinya diatur ke HD, atau 2400 x 1080 piksel. Tapi ini bisa diatur ke resolusi lebih tinggi kalau dibutuhkan
  • Layar ini disebut punya refresh rate 144 Hz.
    • Tapi saat kami coba, refresh ratenya “hanya” berjalan di 120 Hz
    • Sayangnya, tidak ada opsi untuk mengaktifkan refresh rate 144 Hz di menu setting maupun overlay Ultra Game Mode
    • Tapi tetap saja, refresh rate 120 Hz masih tergolong mulus, gak kerasa patah-patah sama sekali.
    • Untuk refresh rate-nya adaptif ya, bisa turun ke 60 Hz saat tidak ada aktivitas di layar atau saat memutar video.
  • Terkait brightness, di kondisi indoor, brightness maksimalnya bisa mencapai 625 nits. Kalau kita coba di simulasi outdoor, brightness-nya bisa mencapai 1600-an nits.
  • Ada tiga mode warna yang tersedia, yakni Natural, Professional, dan Bright
    • Di mode natural, warna layar lebih diarahkan ke 100% DCI-P3
    • Kalau di mode Professional, warna layar diarahkan ke 100% sRGB. Ini akan cocok kalau mau dipakai ngedit
    • Sementara kalau mau warna layar yang lebih gonjreng, kita bisa atur ke mode Bright. Di mode ini, warna layar diatur melebihi 110% DCI-P3
  • Untuk Always on Display tersedia, tapi hanya bisa menyala 5 detik saja, belum yang benar-benar Always-on.
  • Bezel smartphone ini sudah terlihat tipis dan terbilang simetris di keempat sisinya

Kamera

Di sisi atas layar, terdapat earpiece serta kamera selfie 32 yang ditempatkan di area punch hole bawah earpiece

  • Bukaan f/2.0 
  • Ukuran sensor 1/3.1 inci
  • Fixed focus
  • Perekaman video up to 4K 30, opsi 1080p 60 FPS juga tersedia

Pindah ke sisi belakang, ada modul kameranya yang sekarang pakai desain baru ya, dengan desain kotak membulat yang ditempatkan di sisi kiri atas seperti ini.

Di dalam modul ini, ada kamera utama 50 MP Sony IMX882.

  • Bukaan f/1.79
  • Auto focus
  • Ukuran sensor 1/1.9 inci
  • OIS
  • Perekaman video up to 4K 30 FPS, plus opsi 1080p 60 FPS

Lalu di bawahnya ada kamera bonus.

Kemudian, di sisi kiri terdapat LED Flash serta IR Blaster yang ditempatkan di area LED Flash.

Untuk fitur ekstra, ada:

  • Portrait
  • 50 MP
  • Pro (untuk foto)
  • Slow-mo
  • Snapshot
  • Time-lapse
  • Supermoon
  • Underwater photography

Spesifikasi internal

SoC: Snapdragon 7s Gen 4

Ada 3 opsi RAM dan Storage yang dijual di Indonesia:

  • 8 GB / 128 GB
  • 8 GB / 256 GB
  • 12 GB / 256 GB

Untuk unit yang kita uji kali ini pakai RAM 12 GB dengan storage 256 GB.

  • Seluruh varian iQOO Z11 menggunakan RAM tipe LPDDR4X dan storage UFS 3.1.

Untuk sistem pendingin, smartphone ini pakai Vapour Chamber dengan luas 7000 mm2.

Baterai: 9020 mAh 4th Gen Silicon Anode Technology

  • Dengan teknologi tersebut, iQOO mengklaim bisa kasih kapasitas baterai yang jauh lebih besar, namun ukuran baterainya tetap terjaga supaya tidak terlalu tebal.
  • Kalau klaimnya iQOO, ketebalan baterai smartphone ini ada di 5.87 mm.
  • Dengan kapasitasnya yang sangat besar, apakah baterainya bakal seawet itu? Nanti kita lihat di pengujian baterai.

Charging: 90 W FlashCharge

  • Lalu ada dukungan bypass charging juga kalau dibutuhkan.
  • Selain itu, smartphone ini juga mendukung Reverse charging dengan daya up to 7.5 W.

Sensor:

  • Accelerometer
  • Proximity Sensor
  • Ambient Light Sensor
  • Magnetometer
  • E-Compass
  • Gyroscope

Konektivitas

  • 5G
  • Wi-Fi 6
    • Wi-Fi Sharing tersedia, cukup aktifkan menu Hotspot saat smartphone terhubung ke jaringan Wi-Fi
  • Bluetooth 5.2
    • Bluetooth codec:
      • SBC
      • AAC
      • aptX
      • aptX HD
      • aptX Adaptive
      • LDAC
  • NFC Multifunction
  • USB OTG
  • Display Out via USB-C masih belum tersedia. Wajar untuk kelas harganya

Fitur keamanan: Optical In-display Fingerprint Scanner, dan Face Unlock

OS: OriginOS 6 berbasis Android 16

Ada janji 3x Android update dan 5 tahun security patch untuk smartphone ini.

Untuk pengalaman pakai, OriginOS 6 ini sudah terbilang mulus dan lancar. Bahkan, iQOO mengklaim kalau OS di smartphone ini bakal tetap mulus hingga 60 bulan pemakaian. Jadi kalau mau dipakai untuk jangka panjang, harusnya gak masalah. Untuk iklan, terbilang aman ya. Kami tidak menemukan iklan di aplikasi bawaan. Paling, yang kita temukan itu adalah penawaran dari app market bawaan dalam bentuk notifikasi. Kalau notifikasi sih, bisa dimatikan dengan mudah ya,

Untuk fitur khas OriginOS tentu tersedia di sini, seperti Origin Island, Flip Card, hingga Office Kit. Singkatnya, Office Kit bisa kita pakai untuk menghubungkan smartphone ke PC Windows atau Mac. Kalau udah terhubung, kita bisa banyak hal seperti transfer file dengan mudah, screen mirroring layar smartphone kita ke PC, remote PC dari smartphone, dan lain sebagainya. Selain itu, fitur AI khas OriginOS juga tersedia, mulai dari AI Call Translation, AI Erase, hingga AI Creation.

Simak pembahasan lengkapnya berikut ini: