Review iQOO 15R: Performa Sangat Ngebut, Baterai Super Awet, Harga Mulai Rp 7 Jutaan?

Ini adalah iQOO 15R, smartphone pertama iQOO di Indonesia untuk tahun 2026.

SoC-nya baru, pakai Snapdragon 8 Gen 5. Selain SoC utama, ada chip gaming khusus Supercomputing Chip Q2, yang punya beragam fitur penunjang gaming. Layarnya cakep, pakai 1.5K 144 Hz AMOLED Eyecare Display. Desainnya terbilang ringkas dan cukup nyaman digenggam pakai satu tangan. Meski ringkas, baterainya bisa dibikin extra besar, dengan 7600 mAh BlueVolt Battery. Dan, dia sudah pakai OriginOS 6, kekinian nih.

Oke, langsung aja kita bahas iQOO 15R.

Ini adalah smartphone pertama dari iQOO untuk pasar Indonesia di tahun 2026. Menurut iQOO, smartphone ini diposisikan sebagai flagship killer, tepat di bawah iQOO 15 dengan fokus utama di performa dan kemampuan baterai. Tapi tenang, kelebihan dia bukan cuma itu doang! Ada banyak hal menarik yang kami temukan di smartphone ini.

Kita mulai bahas dari isi paket penjualannya.

Paket Penjualan

iQOO 15R

Di dalam paket penjualan, kita dapat:

  • Unit iQOO 15R, plus screen protector yang langsung terpasang
  • Charger 100 W FlashCharge
  • Kabel USB C to C
  • Softcase transparan
  • SIM Ejector
  • Paket dokumen

Desain iQOO 15R

Secara penampilan, smartphone ini mengusung desain yang identik dengan smartphone iQOO kelas atas, dengan desain modul kameranya yang iQOO banget. Bodi belakang dan framenya sendiri mengusung gaya flat dengan tepian sudut yang melengkung.

Ada dua opsi warna yang disediakan:

  • 8-bit Silver: Yang satu ini desainnya pakai pola kotak-kotak
  • Carbon Black: Kalau yang ini desainnya hitam polos

Untuk frame, keduanya sama-sama menggunakan bahan metal. Tapi kalau untuk bodi belakang, agak beda nih. Kalau varian 8-bit Silver, bodi belakangnya menggunakan bahan Glass, sedangkan varian Carbon Black, bodi belakangnya pakai bahan Fiber Glass.

Untuk dimensi:

  • 8-bit Silver: 157.6 x 74.4 x 8.1mm
  • Carbon Black: 157.6 x 74.4 x 7.9mm

Kalau untuk bobot:

  • 8-bit Silver: 
    • Klaimnya iQOO: 206 gram
    • Saat kita timbang: 209 gram
  • Carbon Black: 202 gram

Bukan yang super tipis dan ringan, tapi mengingat baterainya 7600 mAh, ini masih tergolong sangat wajar.

Lalu smartphone ini memiliki form factor yang terbilang ringkas, membuatnya cukup nyaman digenggam pakai satu tangan. Selain itu, penggunaan bahan kaca di bodi belakang plus frame berbahan metal di smartphone ini juga membuatnya terasa premium dan solid saat digenggam.

Terkait ketahanan bodi, smartphone ini punya IP rating di IP68 dan IP69. Jadi kalau tak sengaja kecemplung atau kesiram air, harusnya masih aman. Tapi ingat, jangan dicemplungin atau disemprot air secara sengaja.  IP rating di sini lebih untuk jaga-jaga aja, sekaligus mencegah smartphone tidak cepat rusak kalau tidak sengaja tercebur atau kesiram air.

Sekarang kita lihat sekeliling bodinya:

  • Sisi Kanan: Tombol power, tombol volume up/down, dan dua garis antenna
  • Sisi Atas: Microphone, Grill Speaker bagian atas, dan dua garis antenna
  • Sisi Kiri: hanya ada dua garis antenna
  • Sisi Bawah: SIM Tray dual-SIM tanpa dukungan MicroSD, port USB-C, dan grill speaker bagian bawah.

Kelihatan ada dual speaker di smartphone ini.  Kualitasnya sendiri sudah terbilang baik, dengan treble dan mid yang cenderung dominan. Bass-nya cukup terasa meski bukan yang super mendentum. Sedangkan untuk volume suara yang dihasilkan sudah terasa lantang.  Secara umum, kualitas suara yang dihasilkan sudah mencukupi. Bukan yang luar biasa hebat, tapi ini sudah memadai untuk berbagai kebutuhan.

Dengar-dengar pengguna iQOO lagi heboh karena update software bisa meningkatkan kualitas speaker, mungkin iQOO 15R ini masih nunggu antrian update kali.

Sisi depan:

  • Layar 6.59 inci, AMOLED Eyecare Display
  • iQOO menyebut resolusinya di 1.5K, (2750 x 1260 piksel)
    • Bisa diturunkan ke Full HD+ kalau dibutuhkan
  • Refresh rate: 144 Hz adaptive 
    • Bisa turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas di layar
    • Secara standar, refresh rate hanya bisa berjalan sampai 120 Hz, baik di home screen, menu setting, dan beberapa aplikasi.
    • Refresh rate 144 Hz sendiri baru bisa dirasakan di aplikasi tertentu, contohnya aplikasi benchmark seperti 3DMark, AnTuTu, dan Geekbench.
    • Selain itu, refresh rate native 144 Hz juga bisa dirasakan di game Mobile Legends.
  • Touch Sampling Rate: diklaim mencapai 300 Hz
  • Instant Touch sampling Rate: diklaim bisa mencapai 3200 Hz
    • Ketika kita coba, respon layarnya sudah terasa responsif baik saat scrolling maupun main game.
  • Brightness:
    • Saat kita uji, kecerahan maksimal di indoor bisa mencapai 603 nits
    • Sementara untuk simulasi outdoor, brightness maksimalnya bisa mencapai 1553 nits.
    • Untuk minimum brightness, diklaim bisa mencapai 1 nits. Caranya, cukup diaktifkan fitur Extra Dim di Control Center.
    • Ketika diaktifkan, layarnya memang jadi terasa sangat gelap.
    • Ini harusnya bikin layar smartphone lebih nyaman dipakai di kondisi gelap.
  • Terdapat tiga mode pilihan warna yang disediakan, yaitu Natural, Professional, dan Bright.
    • Untuk mode natural, warna layar diatur hampir mendekati 100% DCI-P3, baik untuk Gamut coverage maupun Gamut volume.
    • Kalau mau dipakai untuk ngedit, kami sarankan pakai mode Professional. Karena di mode ini, warna layar lebih diarahkan ke 100% sRGB.
    • Sementara kalau mau warna layarnya lebih keluar, kita bisa atur ke mode Bright. Di mode ini, warna layar cenderung dilepas, bahkan Gamut volumenya bisa melebihi 100% DCI-P3
  • Terkait bezel, ini sudah terbilang tipis dan simetris di keempat sisinya.
  • Lalu di balik layarnya, terdapat sensor Ultrasonic Fingerprint. Kekinian ya, udah kayak flagship beneran.
    • Posisinya agak ke tengah seperti ini, yang membuat jempol kita lebih mudah menjangkau area sensor fingerprint.
    • Selain itu, respon sensor membaca sidik jari juga cepat. Gak perlu ada jeda sepersekian detik seperti sensor optical fingerprint.
    • Karena ini ultrasonic, ketika jari lagi basah sedikit pun fingerprint masih bisa terbaca dengan baik.
    • Dan bisa dibilang dari semua smartphone yang ada saat ini, iQOO 15R ini adalah smartphone paling terjangkau yang pakai Ultrasonic Fingerprint, biasanya masih pada pakai Optical.

Kamera

Beralih ke bagian atas layar, terdapat earpiece serta kamera depan 32 MP

  • Sensor GalaxyCore GC32E1, sensor ini juga dipakai di iQOO 15.
  • Bukaan f/2.2
  • Field ov View 90°
  • Fixed Focus
  • Perekaman video up to 4K 60

Beralih ke sisi belakang, terdapat setup dua kamera yang diposisikan secara horizontal.

50 MP Main Camera

  • Sensor Sony LYT-700V
  • Ukuran 1/1.56 inci
  • Bukaan f/1.88
  • OIS
  • Perekaman video up to 4K 60

Lalu di sebelahnya terdapat kamera ultrawide 8 MP

  • Sensor OmniVision 81F
  • Ukuran 1/1.4 inci
  • Bukaan f/2.2
  • Sayangnya, perekaman videonya mentok di 1080p 30 FPS saja

Di sisi kanan modul kamera, terdapat LED Flash serta IR Blaster yang ditempatkan di area LED Flash. Terkait kemampuan kamera, iQOO mengklaim kalau kamera smartphone ini sudah dituning menggunakan NICE Algorithms. NICE di sini adalah singkatan dari Neural Image Computing Engine. Singkatnya, NICE Algorithms bakal memproses dan meningkatkan kualitas foto yang ditangkap. Nanti kita lihat hasilnya di pengujian kamera.

Terkait fitur ekstra, lumayan banyak di sini:

  • Pro (Foto/Video)
  • Night
  • Portrait
  • AI Four-Seasons Portrait
  • Snapshot
  • Ultra HD Document
  • 50 MP
  • Pano
  • Slow-mo (up to 1080p 240 FPS)
  • Time-lapse
  • Long Exposure
  • Super Moon
  • Fisheye

Spesifikasi Internal

  • SoC: Snapdragon 8 Gen 5

Ini adalah SoC baru dari Qualcomm yang diperkenalkan di September tahun lalu. SoC ini sendiri diposisikan di bawah 8 Elite Gen 5. Diposisikan di bawah 8 Elite Gen 5 bukan berarti ini SoC lemot ya. Masih kategori SoC kelas atas lah yang satu ini. Namanya juga seri 8.

  • Selain SoC utama, smartphone ini juga dilengkapi dengan Supercomputing Chip Q2 

Menurut iQOO, chip yang satu ini dirancang khusus untuk meningkatkan performa saat bermain game.

Dengan penggunaan Supercomputing Chip Q2, diklaim:

  • Game yang dimainkan diklaim bakal terlihat lebih tajam, berkat fitur Q2 Self-Developed Super Sampling
  • Selain itu, frame rate game yang awalnya cuma berjalan di 60 FPS atau 120 FPS bisa ditingkatkan lagi hingga 144 FPS, berkat fitur Super Frame Rate.

Terkait dukungan game, bisa kita lihat ya, sudah mulai banyak game-game populer yang mendukung kedua fitur tersebut.

  • Lalu, unit yang kita uji ini menggunakan RAM 12 GB LPDDR5X dan Storage 512 GB UFS 4.1

Terdapat pula opsi RAM 8 GB/Storage 256 GB serta RAM 12 GB/Storage 256 GB.

  • Baterai: 7600 mAh BlueVolt Battery
  • Charging: 100 W FlashCharge
  • Bypass Charging: Tersedia, cukup aktifkan lewat menu Settings atau melalui overlay Game Tools
  • Menariknya, Bypass Charging di sini gak cuma bisa dipakai buat main game aja. Jadi kita bisa pakai fitur ini untuk kebutuhan lain, contohnya buat live streaming berjam-jam gitu misalnya.

Sensor: Accelerometer, Light Sensor, Proximity Sensor, Magnetometer, Gyroscope Hardware

Cooling System: 6.5K VC Cooling System

Sistem pendingin ini disebut memiliki area Vapor Chamber 6500mm2 serta Graphite Cooling Area seluas 10 ribu mm2 lebih. Ini diklaim bisa mendinginkan suhu CPU hingga 15°C.

Konektivitas:

  • 5G, (2G, 3G, 4G juga bisa)
  • Tidak ada dukungan eSIM
  • Wi-Fi 7
  • Bluetooth 6
  • Bluetooth Codec: SBC, AAC, aptX, aptX HD, aptX Adaptive, LDAC
  • NFC Multifunction
  • USB OTG tersedia
  • Untuk Display Out? Sayangnya belum bisa.

Fitur Keamanan: Ultrasonic Fingerprint Sensor, dan Face Unlock

OS: OriginOS 6 berbasis Android 16

  • Terkait update, iQOO menjanjikan 4 kali update Android serta 6 tahun Security Update.
  • Menurut kami, OriginOS 6 hadir dengan beberapa perubahan visual bila dibandingkan dengan FunTouch OS

Perubahannya sendiri terasa di beberapa elemen UI, mulai dari panel notifikasi, control setting, penggunaan font, hingga tampilan menu Settings.

  • Terkait iklan, kami tidak menjumpai iklan di sini. Kalaupun ada, itu biasanya berbentuk penawaran dari App Market bawaan dalam bentuk notifikasiKalau notifikasi sih, bisa dinonaktifkan dengan mudah lah ya.

Terdapat beberapa fitur khas OriginOS yang disematkan:

  • Origin Island

Pertama ada Origin Island. Fitur ini bisa dipakai untuk menampilkan notifikasi cepat di area punch hole. iQOO menyebut kalau dukungan Origin Island akan hadir di lebih banyak aplikasi, termasuk aplikasi lokal buatan Indonesia. Selain untuk menampilkan notifikasi, fitur ini juga bisa dipakai untuk sharing file antar aplikasi. Misal, kita mau share foto kita ke socmed, kita cukup tahan foto yang ingin diupload, lalu arahkan foto ke area punch hole. Nanti akan muncul pilihan opsi sharing di Origin Island yang bisa dipilih.

  • Flip Card

Berikutnya ada Flip Card. Dengan fitur ini, wallpaper lock screen kita bisa berubah-ubah menyesuaikan kemiringan smartphone kita.

  • vivo Office Kit

Lalu ada vivo Office Kit. Dengan ini, smartphone iQOO kita bisa terhubung dan berkolaborasi ke perangkat lain seperti PC Windows, atau bahkan produk Apple, seperti Mac atau iPad.

Untuk fitur AI, ada beberapa di sini, seperti AI Subtitles, AI Eraser, AI Live Call Translation, AI Album Search, AI Summarization, dan lain sebagainya. Fitur AI dari Google seperti Gemini dan Circle to Search juga tersedia di sini.

Lalu ada beberapa fitur produktivitas yang disematkan:

  • DocMaster: Di sini, kita bisa convert PDF ke PPT atau sebaliknya
  • AI Caption: Ini bisa dipakai untuk menampilkan subtitle secara otomatis saat meeting ataupun menonton video
  • Kemudian terdapat beberapa fitur AI Creation di aplikasi Notes:
    • AI Summary: Ini bisa dipakai untuk memberikan ringkasan dari Notes yang tersimpan
    • AI Polish: Ini bisa dipakai untuk memperbaiki tulisan kita agar lebih rapi
    • Lalu terdapat beberapa fitur AI lain seperti AI Shorten, AI Extend, hingga Revise Grammar

Simak selengkapnya lewat pembahasan berikut ini: