Ginting Langsung Tersingkir di Thailand Open 2026, Akui Masih Kewalahan Hadapi Wakil China
Comeback Anthony Sinisuka Ginting di level internasional masih belum berjalan mulus. Tunggal putra andalan Indonesia itu harus angkat koper lebih cepat dari Thailand Open 2026 usai dikalahkan unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi, pada babak 32 besar.
Bermain di Nimibutr Stadium, Bangkok, Rabu 13 Mei 2026, Ginting tak mampu membendung dominasi pebulu tangkis nomor satu dunia tersebut dan kalah dua gim langsung dengan skor 12-21, 17-21.
Hasil ini kembali mempertegas dominasi Shi atas Ginting dalam rekor pertemuan keduanya. Dari 13 duel yang sudah terjadi, Ginting baru mampu memetik tiga kemenangan. Padahal pada pertemuan terakhir di China Open 2024, Ginting sempat tampil superior dengan kemenangan telak 21-11 dan 21-8.
Namun situasi keduanya kini jauh berbeda. Ginting baru saja kembali ke kompetisi setelah menepi lebih dari satu tahun akibat cedera, sementara Shi Yu Qi justru sedang berada dalam fase terbaik kariernya.
Sejak awal pertandingan, Ginting tampak belum menemukan ritme permainan terbaik. Pergerakan kaki yang biasanya menjadi senjata utama belum terlihat maksimal. Ia juga beberapa kali terlambat mengantisipasi pengembalian bola dari Shi, terutama saat reli-reli depan net.
Tekanan demi tekanan dari smes lurus ke arah backhand membuat Ginting kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya kalah cukup jauh 12-21 di gim pertama.
Memasuki gim kedua, tanda-tanda kebangkitan sempat terlihat. Ginting tampil lebih agresif dan mampu unggul 11-7 saat interval. Permainan cepat dan variasi serangan sempat membuat Shi berada di bawah tekanan.
Sayangnya momentum itu gagal dipertahankan. Selepas jeda, Shi Yu Qi mulai mengubah pola permainan. Pebulu tangkis China itu tampil lebih sabar dalam reli dan memaksa Ginting melakukan banyak kesalahan sendiri. Perlahan tapi pasti, Shi membalikkan keadaan hingga unggul 17-15.
Dalam situasi tertekan, Ginting terlihat masih kesulitan membaca perubahan strategi lawan. Ia akhirnya menyerah 17-21 dan harus mengakhiri perjuangan lebih awal di turnamen level Super 500 tersebut.
Usai pertandingan, Ginting mengakui dirinya masih belum mampu beradaptasi cepat ketika menghadapi perubahan pola permainan dari para pemain elite dunia.
"Ketika lawan mengubah strategi permainannya saya kurang cepat dan tepat saat mengantisipasi serta mengatasinya. Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri bila bertemu dengan pemain top 20," ujar Ginting dikutip PBSI, Rabu 13 Mei 2026.
Meski gagal melangkah jauh, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu tetap bersyukur bisa kembali tampil di turnamen internasional setelah absen panjang karena cedera.
"Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah juga hari ini, langsung ketemu Shi Yu Qi," katanya.
Ginting menyebut dirinya bersama tim pelatih sebenarnya sudah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi Shi. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan, terutama pada gim pertama.
“Di gim pertama saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik. Masuk gim kedua, saya terus mencoba dan, lumayan, bisa unggul beberapa poin,” ujar pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat, tersebut.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Ginting yang tengah berusaha menemukan kembali performa terbaiknya. Ia menegaskan masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan, bukan hanya kondisi fisik, tetapi juga adaptasi terhadap tempo dan tekanan permainan kelas dunia.
"Masih ada yang harus ditingkatkan," kata Ginting.
Sementara itu, harapan Indonesia di Thailand Open 2026 kini bertumpu pada sejumlah wakil lain yang masih bertanding di babak 32 besar. Di sektor tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah dijadwalkan menghadapi wakil tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul, sedangkan Prahdiska Bagas Shujiwo menantang pemain Jepang Yushi Tanaka.
Indonesia juga masih memiliki wakil dari sektor lain seperti Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Thalita Ramadhani Wiryawan, hingga Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.