Common Ground Fight Vol 1 Diikuti 60 Peserta, Siap Gelar Edisi Kedua
Gelaran Common Ground Fight Vol. 1 City Class telah tuntas digelar di Jakarta, pada Minggu (3/5/2026). Gelaran tinju yang menggabungkan unsur musik, seni, hingga budaya komunitas sukses mencuri perhatian lantaran mengusung konsep yang tidak biasa.
Pada gelaran perdana ini, tercatat sebanyak 60 fighter turut ambil bagian. Seluruhnya merupakan peserta amatir yang baru memulai karier di dunia combat sport.
Founder Common Ground Fight, Valdi, menegaskan bahwa konsep yang mereka bangun memang berbeda dari event combat sport pada umumnya.
Ia menyebut, Common Ground Fight dirancang sebagai pengalaman baru yang menyatukan berbagai skena anak muda.
Event ini lahir dari kolaborasi tiga entitas kreatif, yakni Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak. Meski memiliki pendekatan berbeda, ketiganya dipersatukan oleh visi yang sama.
“Di main event ini yang seperti Common Ground Fight itu, tidak hanya boxing, tapi juga art, dan musik. Kemudian juga melibatkan vespa itu juga karena buat experience baru, jadi ada Sunmori vespa juga,” ujar Valdi dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Tak berhenti di situ, Valdi mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya akan membuka ruang lebih luas bagi berbagai komunitas untuk terlibat langsung, bahkan hingga naik ke atas ring.
Siap Gelar Vol. 2
Ia juga memastikan bahwa Common Ground Fight Vol. 2 tengah disiapkan dan direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.
Duel tinju di Common Ground Fight
Menurut Valdi, tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi peserta, selama kondisi fisik dalam keadaan sehat. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan stamina sebagai modal utama.
“Persyaratan tidak ada yang penting, kesehatan terjaga dari cedera apa pun atau ya intinya dari sisi jasmaninya sehat, itu bisa ikut," kata Valdi.
"Yang harus disiapkan pasti fisik dan stamina. Mau mentalnya kuat, tapi kalau fisiknya tidak kuat ya tidak bisa,” jelasnya.
Wadahi Kalangan Pelajar
Dia menuturkan Common Ground Fight hadir sebagai wadah yang lebih aman dan terstruktur, khususnya untuk kalangan pelajar setelah melihat tingginya minat generasi muda terhadap combat sport.
“Peminat combat sport saat ini begitu banyak. Kami menyediakan wadah bagi anak-anak muda yang ingin fight; khususnya para pelajar. Daripada mereka bertarung di jalanan. Jadi lebih baik kami sediakan tempatnya,” tutur Valdi.
Sementara itu, Promotor Common Ground Fight, Reza Burhan, menjelaskan bahwa edisi pertama ini menjadi fondasi awal untuk membangun ekosistem yang lebih besar ke depan.
“Ini namanya Common Ground Fight Vol 1 City Class. Kita nanti akan ada Vol 2 sekitar Agustus. Isinya bukan cuma tentang martial arts. Ada musik dan ada art juga komunitas,” kata Reza.
Ke depan, Common Ground Fight akan menghadirkan variasi aturan dan konsep pertandingan yang lebih beragam. Bahkan, rencana menuju level profesional sudah disiapkan secara bertahap.
“Ini hanya boxing. Di series kedua akan ada macam-macam rules. Soal jenjang karier (boxing), kami buat mereka berpengalaman dulu. Untuk profesionalnya di series keempat nanti,” ungkap Reza.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang