Dari Bunga hingga Skema Cicilan, Masyarakat Diminta Lebih Cermat Memilih Layanan Kredit

Ilustrasi kredit
Ilustrasi kredit

Masyarakat dinilai perlu lebih cermat dalam menentukan tawaran pinjaman atau layanan kredit, yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka masing-masing.

Sebab, saat ini langkah mengajukan pinjaman telah menjadi hal yang semakin umum dilakukan, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumtif maupun mendukung rencana keuangan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Departemen Retail Business Development OK Bank, Eko Andhika Kotama, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi masyarakat sebelum mereka memutuskan untuk mengambil pinjaman.

"Masyarakat perlu melihat pinjaman sebagai bagian dari perencanaan keuangan, sehingga penting untuk memahami seluruh aspek mulai dari bunga, tenor, hingga skema cicilan. Dengan begitu, keputusan yang diambil bisa lebih terukur dan sesuai kebutuhan," kata Eko dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Ilustrasi kredit

Dia mengatakan, memilih pinjaman yang tepat bukan hanya soal kemudahan proses pengajuan, tetapi juga menyangkut berbagai faktor yang akan berdampak langsung pada kondisi keuangan di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi calon nasabah untuk memahami sejumlah aspek utama sebelum mengambil keputusan.

Salah satu faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah suku bunga, yang akan menentukan total biaya yang harus dibayarkan selama masa pinjaman. Semakin rendah bunga, tentu semakin ringan beban yang ditanggung. Namun, masyarakat menurutnya juga perlu memastikan apakah bunga yang ditawarkan bersifat tetap atau fluktuatif, karena hal ini akan berpengaruh pada kestabilan cicilan.

Selain bunga, tenor atau jangka waktu pinjaman juga menjadi pertimbangan penting. Tenor yang lebih panjang biasanya memberikan cicilan bulanan yang lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan bisa lebih besar. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek akan mempercepat pelunasan, namun dengan cicilan yang lebih tinggi. Menyesuaikan tenor dengan kemampuan bayar menjadi kunci agar keuangan tetap sehat.

Transparansi biaya juga tidak kalah penting. Calon nasabah sebaiknya memahami secara menyeluruh komponen biaya yang dikenakan, mulai dari biaya administrasi, provisi, hingga potensi denda. Produk kredit yang transparan akan membantu nasabah menghindari biaya tersembunyi yang dapat memberatkan di kemudian hari.

Di sisi lain, kepastian cicilan menjadi faktor yang kini semakin diperhatikan. Skema cicilan tetap dinilai memberikan rasa aman karena jumlah pembayaran bulanan tidak berubah selama masa pinjaman. Hal ini memudahkan nasabah dalam mengatur arus kas dan merencanakan pengeluaran secara lebih disiplin.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan akses kredit yang praktis, sejumlah perbankan juga menghadirkan produk yang dirancang lebih transparan dan fleksibel. OK Bank Indonesia melalui produk OK KTA, menawarkan berbagai fitur yang dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produk ini menyediakan plafon pinjaman mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 300 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Dari sisi biaya, suku bunga yang ditawarkan mulai dari 0,79 persen per bulan dengan pilihan tenor hingga 60 bulan. Selain itu, skema cicilan tetap menjadi salah satu keunggulan yang membantu nasabah menjaga kepastian pengeluaran bulanan.

"Kepastian dan transparansi menjadi dua hal yang kini semakin dicari oleh nasabah. Kami melihat kebutuhan nasabah tidak hanya pada kemudahan akses, tetapi juga pada kejelasan informasi dan kepastian dalam pembayaran. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan rasa aman dalam perencanaan keuangan,” ujarnya.