Cerita Didiet Maulana Merancang Busana Siraman El Rumi, Sentuhan Waistcoat Regency

Didiet Maulana, Cerita Didiet Maulana Merancang Busana Siraman El Rumi, Sentuhan Waistcoat Regency

Prosesi siraman jelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju menghadirkan sentuhan berbeda lewat rancangan busana karya Didiet Maulana.

Desainer tersebut menghadirkan pendekatan unik dengan menggabungkan elemen busana pria era Regency, khususnya waistcoat, ke dalam pakaian siraman.

"Pakaian Siraman serupa rompi @elelrumi terinspirasi dari undergarment busana pria di era Regency yaitu Waistcoat" tulis Didiet Maulana di Instagram @didietmaulana, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sejarah mode Eropa, waistcoat merupakan bagian dari undergarment pria yang dikenakan sebagai lapisan dalam, namun tetap memiliki nilai estetika tinggi.

Konsep ini kemudian diterjemahkan ulang ke dalam konteks budaya Indonesia.

Busana siraman yang dikenakan El dibuat menyerupai rompi dengan potongan rapi, memberikan kesan klasik sekaligus modern tanpa meninggalkan nilai sakral prosesi.

Didiet Maulana, Cerita Didiet Maulana Merancang Busana Siraman El Rumi, Sentuhan Waistcoat Regency

Busana siraman El Rumi karya Didiet Maulana memadukan inspirasi Regency dan filosofi Jawa yang sarat makna.

Detail bordir tumbuhan yang penuh doa

Tak sekadar desain, setiap detail pada busana ini mengandung filosofi mendalam.

Didiet menghadirkan motif bordir berupa tumbuhan yang menjalar, sebagai simbol harapan agar kehidupan baru El dan Syifa dapat terus tumbuh, berkembang, dan harmonis.

"Kain inspirasi jumputan beserta sabuknya dibuat dari bordiran yang memberikan efek texture yang indah," katanya.

Elemen kain juga menjadi perhatian utama. Inspirasi jumputan diaplikasikan dengan teknik bordir yang menciptakan tekstur unik, memberikan dimensi visual yang elegan.

Sementara itu, sabuk yang melengkapi tampilan turut dibuat senada, memperkuat kesan menyatu dalam keseluruhan konsep.

Didiet Maulana, Cerita Didiet Maulana Merancang Busana Siraman El Rumi, Sentuhan Waistcoat Regency

Busana El Rumi saat siraman jelang pernikahan dengan Syifa Hadju.

Selop mules

Detail lain yang tak kalah menarik adalah selop yang dikenakan El.

Alas kaki tersebut terinspirasi dari bentuk mules di era Regency, melengkapi tampilan dengan sentuhan historis yang subtil namun berkarakter.

Didiet Maulana, Cerita Didiet Maulana Merancang Busana Siraman El Rumi, Sentuhan Waistcoat Regency

Busana siraman El Rumi karya Didiet Maulana.

Nuansa biru langit favorit El Rumi

Proses kreatif busana ini juga berangkat dari kedekatan personal antara desainer dan klien.

Dalam salah satu momen awal perancangan, El menyampaikan preferensinya terhadap warna biru langit, sebuah detail sederhana yang kemudian menjadi benang merah dalam keseluruhan konsep.

"Masih ingat pertama kali kamu dan @syifahadju datang ke studioku. "Mas, warna kesukaanku Biru Langit" kata El. Ok kita bikin yg keren ya," terang Didiet.

Inspirasi tersebut diwujudkan dalam beskap yang dikenakan setelah prosesi siraman.

Didiet menciptakan beskap dengan tekstur yang menggambarkan langit, menghasilkan tampilan yang lembut namun berkelas.

Beskap ini terinspirasi dari beskap landung, salah satu siluet busana tradisional Jawa yang dikenal dengan potongan panjang dan anggun.

Motif tumbuhan dan padi kembali dihadirkan sebagai simbol keberkahan, doa, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang sejahtera.

Perpaduan tradisi dan modern

Rancangan busana siraman ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat terus hidup melalui interpretasi yang relevan dengan zaman.

Didiet tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga merangkai cerita melalui setiap elemen busana, mulai dari siluet, tekstur, hingga filosofi di balik motif.

Melalui pendekatan ini, busana siraman El Rumi tidak sekadar menjadi bagian dari prosesi, melainkan juga representasi perjalanan menuju babak baru kehidupan.

Sebuah perpaduan harmonis antara budaya, sejarah, dan ekspresi personal yang dirangkai dalam satu kesatuan yang utuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang