Review Redmi A7 Pro: Baterai Awet, Layar Mantap, Desain Keren

Ini adalah Redmi A7 Pro, smartphone terbaru dari Redmi untuk lini terjangkau. Hadir dengan fokus ke penggunaan harian yang simpel, baterai awet, dan harga yang ramah di kantong.
- Layarnya besar
- Baterainya juga besar
- Desain minimalis
- Storagenya sudah pakai UFS
Di tahun 2026 ini, untuk smartphone 1 jutaan, kita bisa berharap apa sih? Langsung saja kita review Redmi A7 Pro.
Seri A dari Redmi memang selalu jadi lini paling terjangkau dari Xiaomi. Biasanya fokusnya bukan ke performa tinggi, tapi ke kebutuhan dasar.

Mulai dari:
- Chatting
- Social media
- Nonton
- Dan penggunaan ringan lainnya
Terakhir Xiaomi merilis Redmi A series itu tahun lalu, namanya Redmi A5. Kali ini Xiaomi langsung loncat angka ke 7. Jadi memang tidak ada Redmi A6, langsung jadi Redmi A7 ditambah ada nama pro di belakangnya. Meskipun Rp 1 jutaan, Xiaomi masih bisa memberikan kelebihan-kelebihan yang menarik.
Kita lihat dari paket penjualannya dulu.
Paket Penjualan

- Unit smartphone, dengan screen protector yang sudah terpasang.
- Masih ada chargernya (3x)
- Ini adalah Charger 15W
- Kabel USB Type C
- Case
- SIM Tray Ejector
- Dan paket Dokumen
Jadi meskipun 1 jutaan, paket penjualannya sudah siap pakai.
Desain Redmi A7

Dari segi desain tergolong sederhana sekali, tidak banyak elemen desain yang aneh-aneh. Desain layar masih pakai notch di kamera selfienya, tapi ini masih bisa kita maklumi untuk kelas Rp 1 jutaan.

Yang menarik dari desainnya ada di opsi warnanya. Ada 4 opsi warna yang terdiri dari Mist Blue, Palm Green, Sunset Orange, dan Black. Kalau mau polos bisa ambil yang Mist Blue dan Black. Kalau mau yang bercorak bisa ambil yang Palm Green dan Sunset Orange seperti unit kami ini. Warnanya cukup mencolok dan unik di kelasnya.
Untuk dimensi:

- Tinggi 171,56 mm
- Lebar 79,47 mm
- Tebal sekitar 8,15 mm
Sementara bobotnya di spesifikasi resmi tertulis 208 gram. Ini bobot yang masih tergolong normal mengingat baterainya 6000 mAh.
Sisi-Sisi Smartphone

Sisi Kanan: tombol power sekaligus fingerprint scanner, tombol volume up/down
Sisi Atas: kosong
Sisi Kiri: SIM Tray Triple Slot, bisa pasang 2 SIM + 1 Micro SD sekaligus.
Sisi Bawah: Headphone Jack 3.5mm, Mic, USB-C, dan Grill Speaker Mono.

Di kelas harga segini, speaker mono masih jadi hal yang wajar. Jangan lupa masih ada headphone jack-nya kalau mau pengalaman audio yang lebih baik.
Sisi Depan:

- Layar 6.9”
- Resolusi 1600 x 720 pixels
- Refresh Rate up to 120 Hz
- Sejauh pengujian kami refresh ratenya baru bisa adaptive dari 60 sampai 120Hz.
- Sedikit catatan, di setting default, layar lebih sering jalan di 90Hz, jadi kalau mau ekstra mulus, harus setting manual ke 120 Hz.
- Dari segi brightness, Xiaomi mengklaim up to 650 nits untuk typical dan 800 nits untuk HBM.
Saat kami uji, brightness maksimal bisa sampai sekitar 730an nits.Saat kami uji simulasi outdoor bahkan uji di outdoor sekalipun, entah kenapa brightnessnya tidak bisa lebih tinggi dari ini. Tapi untuk kelas 1 jutaan, 730an nits udah oke banget lah ya. Masih cukup kelihatan saat dipakai outdoor.
- Untuk Color Gamut, tersedia beberapa mode warna. Ada Standard dan Vivid.
- Standard color gamut coverage di 99.2% sRGB dengan volume di 117.9% sRGB.
Ini sudah cocok untuk editing konten
- Vivid masih kisaran 100% sRGB juga, belum menyentuh 100% DCI P3.
- Secara kasat mata, perbedaan vivid dan standard lebih ke tone warna dan white balance aja, kalau di standar lebih sedikit kuning, kalau di vivid putihnya terasa putih.
- Untuk bezel layar terbilang tebal dan belum simetris, sisi dagu masih tebal.
Tapi lagi-lagi untuk 1 jutaan, apalagi untuk tahun 2026, ini masih wajar.
- Di atas layar ada earpiece untuk speaker dan nelpon.

Lalu ada juga Kamera Selfie.
- 8MP
- Fixed Focus
- Perekaman Video up to 1080p30 FPS
Sisi Belakang:

- Kamera Utama 13MP
- Auto Focus
- Perekaman video up to 1080p30 FPS
Untuk fitur ekstra kameranya ada Timelapse, Portrait Mode, Night Mode, Documents.
Spesifikasi Redmi A7

SoC: Unisoc T7250 (12nm)
RAM: 4GB
Storage: 128GB UFS 2.2
SoC memang sama dengan Redmi A5 kemarin, tapi tipe storage nya beda, yang dulu eMMC, yang ini sekarang pakai UFS. Sebetulnya ada varian lebih murah yang Storage 64GB. Tapi 64GB di 2026 sih, kalau bisa jangan ya.
Baterai: 6000 mAh
Charger: 15W
Sensor: basic sensor saja, seperti accelerometer, light sensor, proximity, dan magnetometer. Untuk gyroscope tidak ada.

Konektivitas:
- 2G, 3G, 4G
- Wi-Fi 5
- Wi-Fi sharing juga tersedia
Meskipun entry level, tapi setidaknya kemampuan wifinya lumayan oke ya. Saat kami coba pakai provider internet kami, masih bisa tembus sekitar 300Mbps. Ini jadi perhatian kami karena di entry level kita masih bisa nemu yang kecepatan wifinya kurang oke. Kalau Redmi A7 Pro ini sudah aman.
- Bluetooth 5
- Bluetooth Codec: SBC, AAC, LDAC, Qualcomm aptX Audio dan HD Audio bisa, untuk yang lainnya kami coba belum jalan.
- USB OTG bisa
- NFC sayangnya tidak ada di sini
- Output display via USB C: belum bisa
Keamanan: Side-Mounted Fingerprint Scanner, Face Unlock

OS: HyperOS 3, berbasis Android 16.
Ini upgrade yang lumayan ya, karena di Redmi A5 kemarin itu pakai Android Go.
- Update OS: Xiaomi menjanjikan update Android 4x dengan security update sampai 6 tahun.
- Saat pertama menyalakan, ada beberapa aplikasi tambahan yang langsung terinstall, bisa diuninstall jika tidak dibutuhkan.
- Iklan tentunya ada, ini biasa terjadi di hp terjangkaunya Xiaomi.
Misalnya pas kita lagi buka aplikasi bawaan Xiaomi, seperti File Manager, nanti akan muncul banner iklan full screen seperti ini.

- Belum lagi tawaran dari Get Apps lewat notifikasi, tapi kalau notifikasi solusinya lebih mudah, tinggal matiin aja izin notifikasinya.
- Dan meskipun namanya HyperOS, tapi menurut kami ini lebih terasa seperti MIUI.
Coba lihat panel notifikasi dan control centernya. By default tampilannya seperti ini, lebih terasa mirip MIUI kan? Untuk saat ini sayangnya belum ada opsi untuk mengganti tampilannya.

- Setidaknya meskipun entry level, Xiaomi masih menyematkan fitur Interconnectivity.
Jadi kita bisa kalau kita pakai produk ekosistem xiaomi, misalnya tablet Xiaomi, kita bisa pakai beberapa fitur seperti menampilkan notifikasi smartphone di tablet. Jawab telpon masuk dari tablet juga bisa. Fitur clipboard juga ada, jadi kita bisa copy paste antar device juga bisa, misalnya kita copy text di smartphone, kita bisa paste di tablet. Fitur interconnectivitynya memang belum selengkap smartphone Xiaomi kelas menengah atas, mengingat ini entry level, ini masih wajar ya.
- Dari segi pengalaman pakai, kita coba tes pindah-pindah aplikasi seperti ini, sejauh ini memang bukan yang sat set sat set, tapi masih dalam batas toleransi, belum bisa dibilang yang super lemot juga.
- Bagaimana saat browsing e-commerce?
Kalau ini memang agak patah-patah dan delaynya cukup terasa, apalagi kalau ecommercenya ada fitur livestream, jadi memang harus ekstra sabar.
- Untuk social media masih mencukupi, lagi scrolling tiktok, lalu mau nonton youtube, abis itu mau ke instagram, masih bisa.
Tapi balik lagi performanya belum yang super cepat, ada delay yang menurut kami masih di level wajar.
Simak pembahasan lengkapnya berikut ini: