Review Redmi Note 15 Pro+: Smartphone Redmi Terbaik Saat Ini

Ini Redmi Note 15 Pro+, smartphone yang mengusung flagship-like experience dengan harga yang masih jauh di bawah Rp 10 juta! Smartphone ini hadir dengan beberapa peningkatan dibandingkan pendahulunya, Redmi Note 14 Pro+ yang rilis awal 2025 lalu.

Ada SoC Snapdragon yang lebih baru. Baterai dengan rating kapasitas lebih besar, 6500 mAh! Layar juga sedikit lebih besar. Kamera selfie juga meningkat, pakai sensor 32 MP. Lalu, durabilitas bodi smartphone juga meningkat jauh! Bukan cuma menawarkan rating IP68 saja! Ada rating ketahanan yang lengkap, mulai IP66, IP68, IP69, sampai IP69K! Bahkan, rating lengkap ini disebut membuat smartphone ini “Truly Water-resistance”! Selain itu, ada klaim “drop-resistant” juga. Nah, paket durabilitas ini disebut Redmi Titan Durability!

Langsung saja, kita mulai pembahasan smartphone Redmi terbaik untuk tahun 2026 ini!

Redmi Note 15 Pro+, ini smartphone yang posisinya paling tinggi di Redmi Note 15 Series. Varian “Pro+” ini memang biasa dibekali dengan kelengkapan yang umumnya hanya bisa dirasakan di produk kelas flagship, seperti eSIM dan layar yang sangat mumpuni.

Untuk Redmi Note 15 Pro+ ini, ada tambahan menarik lagi: Xiaomi Offline Communication! Apa itu? Apa memang bisa jadi daya tarik tersendiri untuk smartphone kelas menengah premium ini?

Tapi, sebelum itu, kita kenalan dulu dengan smartphone baru ini, mulai dari isi paket penjualannya.

Paket Penjualan

Isi dari paket penjualan ini adalah:

  • unit smartphone, lengkap dengan screen protector yang sudah terpasang
  • Kabel USB A to C
  • 120W HyperCharge
  • Soft Case
  • SIM Tray Ejector
  • Paket Dokumen, termasuk kartu ucapan terima kasih dari Xiaomi

Desain Redmi Note 15 Pro+

Terkait desain, Redmi Note 15 Pro+ ini terlihat sangat mirip dengan pendahulunya, Redmi Note 14 Pro+. Sama persis? Tidak kok! Redmi Note 15 Pro+ ini menggunakan layar dan bodi belakang flat. Berbeda dengan Redmi Note 14 Pro+ yang pakai gaya curved. Jadi, masih akan cukup mudah terlihat kok mana yang lebih baru.

Tapi, smartphone ini juga tidak terasa serba flat juga. Masih ada lengkungan tipis di area tepi layar dan bodi belakang, yang membuatnya terasa lebih nyaman saat dipegang.

Opsi warna yang tersedia ada Blue, Mocha Brown, serta Black seperti yang kami pakai di pengujian ini. Untuk yang Black ini, permukaan bodi belakang punya tekstur lembut, dengan gaya soft frosted. Oh, iya, bodi belakang ini pakai polikarbonat, atau lebih tepatnya fiber-reinforced plastic. Frame juga menggunakan polikarbonat.

Ada klaim kalau desain struktur dari bodi dan frame smartphone ini sudah diperbarui, menghasilkan struktur yang lebih kuat. Ditambah dengan mainboard yang juga diperkuat, smartphone ini diklaim aman kalau jatuh dari ketinggian sekitar 2.5 meter, sekalipun saat jatuh layarnya menghadap ke bawah. Sementara untuk ketahanan terhadap debu dan air, smartphone ini punya rating yang lengkap! Ada IP66, IP68, IP69, dan IP69K! Jadi, smartphone ini kedap debu, tahan terhadap semprotan air, bahkan semprotan air tekanan tinggi dengan suhu tinggi, serta aman juga kalau masuk ke dalam air.

Bahkan, ada klaim kalau smartphone ini bisa bertahan sampai 24 jam di dalam air sampai kedalaman 2 meter. Ketahanan ekstra ini disebut Redmi Titan Durability. Tapi, tetap kami ingatkan, anggap saja ini lebih ke perlindungan ekstra. Jangan karena tahu ada janji durabilitas seperti ini, kita malah jadi lebih kasar dan sembarangan saat pakai smartphone ini. Pakai seperti biasa dan sewajarnya saja.

Untuk dimensi:

  • Tinggi 163.3 mm
  • Lebar 78.3 mm
  • Ketebalan 8.2 mm

Bobotnya, sekitar 207 gram. Berat? Tidak juga, apalagi kalau melihat baterai relatif besar yang ditawarkan smartphone ini.

Sekarang, kita lihat ada apa saja di sekeliling bodi smartphone ini.

Sisi Kanan: tombol power dan volume up/down

Sisi Atas: microphone, speaker

Sisi Kiri: kosong

Sisi Bawah: SIM Tray (2 Nano SIM), microphone, USB C, speaker

Terlihat ada dual speaker di smartphone ini. Saat kami coba, kami merasa di kondisi standar suara lebih dominan di mid. Separasi juga terasa kurang.

Saat kami coba mengganti Dolby Atmos ke Xiaomi Sound, separasi jadi terasa sedikit lebih baik. Sayangnya, saat mencoba mengangkat bass lewat custom equalizer, kami merasa bass masih terasa kurang. 

Secara umum, suara yang ditawarkan speaker di Redmi Note 15 Pro+ ini bisa dikatakan mencukupi. Tapi, mengingat posisi smartphone ini yang sudah ada di kelas menengah atas, kami sedikit berharap suaranya bisa lebih baik dan lebih rapi lagi. Ada juga opsi Volume Boost 200% dan 400%. Ini bisa digunakan kalau kita butuh volume suara lebih kencang lagi. Tentunya, ini akan lebih cocok digunakan saat voice call atau video call dengan speaker ya. Untuk mendengarkan musik atau nonton film agak kurang pas karena kualitas suara terasa menurun saat volume diatur ke 200% atau 400%.

Sisi Depan:

  • Layar 6.83” – 1.5K CrystalRes AMOLED Display
  • Tentunya pakai panel AMOLED
  • Resolusi 2772 x 1280 piksel, disebut sebagai 1.5K
  • Refresh rate up to 120 Hz. Nah, kami menemukan refresh rate adaptive di smartphone ini sepertinya masih memiliki bug.

Saat brightness layar diatur ke tingkat yang cukup tinggi, refresh rate layar bisa otomatis turun ke 60 Hz saat tidak ada input ke layar di home screen. Tapi, kalau brightness diatur ke tingkat yang agak rendah, refresh rate layar tertahan di 120 Hz sekalipun tidak ada input ke layar.

  • Ada Gorilla Glass Victus 2 untuk pelindung layar
  • Brightness: Saat kami coba, brightness dalam kondisi standar untuk indoor bisa mencapai sekitar 600 nit. Untuk simulasi outdoor, bisa mencapai sekitar 820 nit.

Kalau kita aktifkan Sunlight Display, brightness bisa naik lagi ke kisaran 1100 nit. Jadi ini terbilang layar yang relatif terang ya.

  • Color Gamut: ada beberapa opsi profil warna layar yang bisa kita pilih. Untuk mode Original, warna diatur agar mendekati 100% sRGB, dengan gamut coverage di 95.5% sRGB dan gamut volume di 97.6% sRGB.

Lalu, untuk mode Vivid, ini seperti diatur agar mendekati 100% DCI-P3, dengan gamut coverage di 96.1% DCI-P3 dan gamut volume di 101.5% DCI-P3. Mode Saturated, ini warna seperti dilepas, dengan gamut coverage di 99.7% DCI-P3 dan gamut volume di 117.9% DCI-P3. Ada juga mode Advanced, dengan opsi sRGB dan P3. Secara umum, untuk color gamut, Advanced – sRGB karakternya mirip dengan mode Original, sementara Advanced – P3 mirip dengan mode Vivid.

  • Terkait bezel layar, masih terbilang tipis dan ini cukup seimbang di keempat sisi layar. 
  • Ada 3840 Hz High-Frequency PWM Dimming
  • Ada in-display fingerprint scanner
  • Ada juga beberapa sertifikasi dari TÜV Rheinland, yaitu:
    • Low Blue Light Certification (Hardware Solution)
    • Circadian Friendly Certification
    • Flicker Free Certification
  • Seperti biasa, ada Earpiece di bezel atas layar.
  • Lalu ada juga Kamera Selfie, di punch hole di area tengah atas layar. 
    • 32 MP, f/2.2, Fixed Focus
    • Video Rec. sampai 1080p 60 fps. Jadi setidaknya ada opsi di atas 1080p 30 fps.

Sisi Belakang:

Kamera Utama, ini ditempatkan di camera bump dengan desain yang jadi ciri khas Redmi Note 15 Series. Ya, semua varian Redmi Note 15 Series pakai desain seperti ini!

  • 200 MP Main Camera, f/1.7, Auto Focus, OIS
    • Video rec. sampai 4K30, 1080p60
  • 8 MP Ultra-Wide Camera, f/2.2
    • Video rec. sampai 1080p30
  • Ada LED Flash
  • Ada juga IR Blaster
  • Fitur: Ultra HD, ShootSteady, Portrait, Pro, Panorama, Slow Motion, dan Time Lapse.

Spesifikasi Redmi Note 15 Pro+

Prosesor/SoC: Snapdragon 7s Gen 4, ini varian yang lebih baru dari Snapdragon 7s Gen 3 yang digunakan di Redmi Note 14 Pro+. 

Smartphone ini menggunakan IceLoop Cooling System, pertama di Redmi Series. Sistem ini menggunakan 5200 mm2 Loop Heat Pipe.

RAM & Storage: ada dua opsi, 8 GB/256 GB dan 12 GB/512 GB.

  • RAM LPDDR4X
  • Storage pakai UFS 2.2
  • Ada Memory Extension dengan opsi sampai 16 GB.
  • Tidak ada dukungan Micro SD di smartphone ini.

Baterai: 6500 mAh Silicon Carbon. Ini meningkat dari generasi sebelumnya yang cuma dibekali baterai 5000 mAh.

  • Mendukung 100W HyperCharge
  • Ada dukungan untuk Reverse Charging 22.5 W

Sensor: accelerometer, magnetometer, hardware gyro, light sensor, proximity sensor, orientation sensor, dll.

Konektivitas

  • Tentunya bisa 5G ya. 2G, 3G, 4G juga didukung. Oh, iya, seperti biasa untuk Redmi “Pro+”, ada dukungan eSIM ya di smartphone ini.
  • Wi-Fi 6E
  • Bluetooth 5.4, mendukung audio codec SBC, AAC, aptX Audio, aptX HD, aptX Adaptive, LDAC, dan LDHC.
  • NFC, ini sudah bisa digunakan untuk payment lewat aplikasi yang mendukung, seperti Google Pay.
  • USB OTG
    • Sayangnya, karena masih menggunakan standar USB 2.0, tidak ada dukungan display output lewat USB C di smartphone ini.
  • Ada juga Xiaomi Offline Communication. Ini fitur offline communication dengan jangkauan “kilometer level”.
    • Bisa digunakan antar smartphone Xiaomi yang sudah mendukung fitur tersebut. 
    • Ini disebut Network-less, jadi tidak butuh ada jaringan seluler di sekitar kita.
    • Tapi, kita tetap butuh memasang SIM Card/eSIM di smartphone untuk menggunakan fitur ini, karena kita tetap akan menggunakan nomor tersebut untuk panggilan lewat fitur ini.

Keamanan: in-display fingerprint scanner, face unlock

OS: HyperOS 2, dengan basis Android 15.

Update versi Android dijanjikan tersedia 4x, dengan 6 tahun security update. Always on Display atau AOD tersedia di sini, tapi ini memang yang tampil hanya sekitar 10 detik saja ya. Bukan yang benar-benar “always on”.

Fitur AI, ada:

  • Tentunya Gemini tersedia di sini. Ada juga fitur AI khas Google lain seperti Circle to Search.
  • Ada juga fitur AI yang terkait dengan kamera, seperti AI Erase, AI Sky, AI Beautify, AI Cutout, dan AI Reflection Removal.
  • Lalu, ada Xiaomi HyperAI yang menawarkan beberapa fungsi AI lain, seperti AI Writing, AI Dynamic Wallpaper, AI Creativity Wallpaper, AI Translate Conversation, AI Interpreter, dan AI Subtitles.

Terkait aplikasi pihak ketiga, ada juga beberapa aplikasi yang secara standar ter-install sejak awal. Tapi kalau tidak dibutuhkan, aplikasi ini bisa dengan mudah dihapus. Bagaimana dengan iklan? Sayangnya, kami masih menjumpai iklan muncul di beberapa elemen di HyperOS 2 ini, termasuk di aplikasi bawaan.

Simak selengkapnya lewat video review berikut ini: