Gadhouse Rilis Miko: Pemutar Kaset Retro dengan Bluetooth 5.3

Gadhouse Rilis Miko: Pemutar Kaset Retro dengan Bluetooth 5.3
Gadhouse Rilis Miko: Pemutar Kaset Retro dengan Bluetooth 5.3

  • Gadhouse meluncurkan Miko, pemutar kaset portabel yang menggabungkan desain retro era 1985-1995 dengan fitur modern.
  • Perangkat ini mendukung konektivitas Bluetooth 5.3, pengisian daya USB-C, dan fungsi perekaman suara.
  • Peluncuran ini merespons tren "digital detox" dan kejenuhan pengguna terhadap model langganan streaming digital.

Produsen audio ternama, Gadhouse, baru saja memperkenalkan Gadhouse Miko, sebuah pemutar kaset portabel unik yang mengusung gaya klasik. Perangkat ini hadir sebagai jawaban bagi para pecinta musik yang merindukan pengalaman mendengarkan audio secara fisik. Melalui Miko, Gadhouse mencoba menjembatani nuansa nostalgia tahun 90-an dengan kemudahan teknologi masa kini.

Fitur Modern dalam Balutan Desain Gadhouse Miko

Gadhouse merancang Miko dengan inspirasi kuat dari estetika teknologi Jepang periode 1985 hingga 1995. Meskipun tampilannya menyerupai Sony Walkman klasik, Gadhouse Miko membawa spesifikasi yang sangat relevan untuk pengguna modern. Salah satu fitur unggulannya adalah dukungan Bluetooth 5.3 yang memungkinkan pengguna menghubungkan headphone nirkabel dengan mudah.

Selain aspek nirkabel, perangkat ini tetap menyediakan jack audio standar bagi pengguna setia kabel. Miko juga memiliki fleksibilitas daya yang tinggi karena mendukung pengisian ulang melalui port USB-C. Namun, bagi Anda yang ingin merasakan sensasi autentik, perangkat ini tetap bisa beroperasi menggunakan dua baterai AA.

Fungsi Perekaman dan Kualitas Audio Analog

Tidak hanya untuk mendengarkan, Miko juga berfungsi sebagai dictaphone berkat mikrofon internal yang terintegrasi. Pengguna dapat merekam suara langsung ke dalam pita kaset, atau menyalin audio dari sumber lain. Dengan harga sekitar $99 (sekitar Rp1,5 jutaan), Miko menawarkan alternatif menarik bagi kolektor media fisik yang mencari perangkat andal dan terjangkau.

Tren Digital Detox dan Dampak ke Depan