Syuting Lagi Hamil Muda, Amanda Manopo Takut Emosi Berlebihan Bahayakan Kandungannya

Amanda Manopo
Amanda Manopo

 Film Jangan Buang Ibu garapan LEO Pictures menyimpan cerita menarik di balik layar. Aktris Amanda Manopo mengungkap tantangan terberat yang ia hadapi selama proses produksi, ia harus menjalani syuting film drama penuh emosi justru saat sedang hamil muda.

Saat produksi film Jangan Buang Ibu berlangsung, Amanda Manopo tengah mengandung di trimester pertama, fase kehamilan yang paling rentan. Kondisi itu membuatnya was-was setiap kali harus membawakan adegan dengan intensitas emosi tinggi. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Challenge-nya aku di film ini itu aku posisinya lagi hamil. Lagi hamil waktu itu dan masih trimester pertama. Jadi aku juga takut kalau syuting drama terus emosional, takut baby-nya kenapa-kenapa," kata Amanda. 

Meski begitu, dukungan penuh dari seluruh tim produksi membuat Amanda bisa menjalani syuting dengan lebih tenang dan tetap profesional hingga proses selesai.

Dalam film ini, Amanda memerankan anak kedua dari tiga bersaudara sekaligus satu-satunya perempuan di keluarga. Peran itu menuntutnya tampil sebagai sosok penengah yang vokal namun tetap menjadi pendengar yang baik.

"Aku anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya perempuan. Jadi di film ini aku mencoba jadi penengah, jadi pendengar, dan lebih vokal menyampaikan sesuatu ke kakak dan adik," tuturnya.

Di sisi lain, Jangan Buang Ibu juga menjadi pencapaian baru bagi Erika Carlina. Ini pertama kalinya ia memerankan sosok ibu, sebuah peran yang terasa sangat dekat karena di dunia nyata ia pun kini telah menjadi seorang ibu.

"Di sini peran aku kebetulan ini pertama kali aku dapat peran sebagai ibu dan pada kenyataannya sekarang aku sudah menjadi ibu, jadi sangat relate banget untuk aku," kata Erika Carlina di Jakarta.

Erika juga memerankan sosok menantu yang harus beradaptasi di tengah dinamika keluarga besar. Menurutnya, posisi menantu bukan hal yang mudah dan bisa menyentuh banyak penonton.

"Mungkin ada yang relate dalam keluarganya, menjadi menantu itu juga nggak gampang," ujarnya.

Sebelum menerima tawaran ini, Erika mengaku sempat ragu. Namanya selama ini lekat dengan film horor, sehingga ia merasa belum cukup percaya diri untuk bermain di genre drama.

"Mungkin karena sudah melekat banget sama film horor, aku juga jadi nggak pede main film drama. Cuma Mas Agung ngeyakinin aku bahwa aku harus punya film drama," katanya.

Produser LEO Pictures, Agung Saputra, menegaskan bahwa film ini lahir dari keinginan kuat untuk mengingatkan penonton Indonesia tentang betapa berharganya sosok ibu dalam keluarga.

"Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya. Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti," ujar Agung Saputra.

Film Jangan Buang Ibu mengisahkan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal dunia. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya demi masa depan anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di penghujung usia, Ristiana justru harus menelan kenyataan pahit. Anak-anaknya mengabaikannya dan menitipkannya di panti jompo. Kisah ini memotret luka batin dan kesepian seorang ibu yang merindukan kasih sayang keluarganya sendiri.

Film produksi LEO Pictures ini juga dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Mpok Atiek, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind. Jangan Buang Ibu rencananya tayang di bioskop pada momen liburan tahun ini.