Link Resmi Mudik Lebaran 2026: Pantau 1.351 CCTV Real Time
Pemerintah menyediakan layanan pemantauan kondisi jalur mudik Lebaran 2026 melalui platform digital mudik.pu.go.id.
Layanan ini dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membantu masyarakat memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi jalan.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memantau situasi lalu lintas secara langsung sebelum memulai perjalanan mudik.
Informasi yang tersedia diharapkan membantu pemudik menentukan waktu keberangkatan maupun memilih rute perjalanan yang lebih lancar.
Masyarakat Bisa Pantau CCTV Secara Real Time
Pemantauan kondisi jalan dilakukan melalui jaringan kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di berbagai ruas jalan tol maupun jalan nasional.
“Melalui platform ini masyarakat dapat memantau kondisi jalan secara real time,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari laman resmi Setneg, Kamis (12/03/2026).
"Di dalamnya tersedia akses pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai ruas jalan sehingga masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan," sambungnya.
Secara keseluruhan, terdapat 1.351 titik CCTV yang terhubung dalam sistem pemantauan tersebut.
Rinciannya meliputi 1.270 kamera pada jaringan jalan tol, 41 kamera di ruas jalan nasional non-tol, serta 40 kamera milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang juga terintegrasi dalam platform ini.
Fitur Website mudik.pu.go.id
Selain menyediakan tayangan CCTV, platform tersebut juga dilengkapi berbagai informasi pendukung perjalanan mudik.
Di antaranya peta jaringan jalan nasional, kondisi jalan dan jembatan, lokasi posko mudik, hingga titik penempatan alat berat dan material.
Informasi lain yang tersedia mencakup titik rawan kemacetan, potensi banjir, kecelakaan, maupun longsor yang dapat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.
Dengan memanfaatkan layanan tersebut, masyarakat dapat memantau situasi di jalur yang akan dilalui, baik sebelum berangkat maupun saat perjalanan berlangsung.
Informasi itu dapat digunakan untuk menyesuaikan waktu perjalanan atau memilih jalur alternatif jika terjadi kepadatan.
Untuk mengantisipasi gangguan di jalur mudik, Kementerian PU juga menyiapkan disaster relief unit (DRU) di sejumlah titik yang dinilai rawan bencana.
Unit ini terdiri dari alat berat, material penanganan darurat, serta tim teknis yang siap diterjunkan apabila terjadi gangguan seperti longsor, banjir, atau kerusakan jalan.
Posko dan tim tanggap darurat juga disiagakan di beberapa lokasi strategis guna membantu penanganan kendala di lapangan selama masa mudik Lebaran.
Berdasarkan data Kementerian PU, panjang jalan nasional nontol di Indonesia mencapai 47.603,39 kilometer dengan tingkat kemantapan sekitar 93,50 persen.
Sementara itu, jaringan jalan tol nasional telah mencapai sekitar 3.115 kilometer yang berperan mendukung konektivitas antarwilayah.
Selain melalui platform digital tersebut, Kementerian PU juga menyediakan layanan call center mudik yang beroperasi selama 24 jam.
Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi maupun bantuan selama perjalanan.
Menteri PU menilai keberadaan informasi yang cepat dan akurat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, terutama pada periode dengan volume perjalanan tinggi seperti mudik Lebaran.
“Di era sekarang, informasi yang cepat seringkali sama pentingnya dengan kesiapan infrastruktur itu sendiri. Karena itu kami menghadirkan platform informasi ini agar masyarakat dapat memantau kondisi jalur mudik secara langsung,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang