Kapal Sayur Tabrak Karang dan Kandas di Kepulauan Seribu, Nakhoda Diduga Mengantuk

Sebuah kapal pengangkut sayur kandas di Kepulauan Seribu pada Senin (9/3/2026) akibat nakhoda mengantuk,
Kapal dengan nama lambung KM Pratiwi itu kandas di perairan sekitar titik selam Soft Coral Besar Dive Spot wilayah Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, Senin.
Diduga, kandasnya kapal itu akibat nakhoda kapal yang mengantuk.
“Saat dalam perjalanan diduga nakhoda mengantuk, sehingga membuat kapal naik ke gusung karang di perairan sekitar Soft Coral Besar Dive Spot pada pukul 05.00 WIB,” kata petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Aris, Senin, dilansir dari Antara.
Menurut Aris, dalam insiden itu, sebanyak enam penumpang berhasil diselamatkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan seluruh penumpang berhasil diselamatkan,” kata dia.
Kronologi kandasnya kapal
Aris mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 05.07 WIB dari warga bernama Saeful.
Setelah menerima laporan, tujuh personel dari Pos Damkar Pulau Karya langsung dikerahkan menuju lokasi menggunakan unit Satria Biru 07 untuk melakukan evakuasi.
Diketahui, kapal pengangkut sayur itu dikemudikan oleh Hamdan.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Rawasaban, Cituis, Tangerang, Banten sekitar pukul 01.00 WIB dengan membawa sayur-mayur menuju Pulau Panggang.
Dalam perjalanan, diduga sang nakhoda mengantuk sehingga kapal naik ke gusung karang di perairan sekitar Soft Coral Besar Dive Spot pada pukul 05.00 WIB.
Menurut Aris, evakuasi dimulai sekitar pukul 05.12 WIB dan selesai pada pukul 06.40 WIB.
“Setelah penanganan dilakukan, situasi dinyatakan aman dan terkendali,” kata dia
Salah seorang penumpang, Mulyati (50), mengaku sempat panik saat kapal tiba-tiba berhenti setelah menghantam karang.
Menurut cerita Mulyati, saat itu kapal tengah dalam perjalanan menuju Pulau Panggang. Namun tiba-tiba kapal terasa seperti menabrak sesuatu dan berhenti mendadak.
“Kami semua sempat panik, tapi bersyukur petugas Damkar cepat datang membantu kami,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang