Siap-siap, Rest Area Km 228A dan Km 229B Cirebon Bakal Ramai Saat Mudik Lebaran 2026

Lebaran, Siap-siap, Rest Area Km 228A dan Km 229B Cirebon Bakal Ramai Saat Mudik Lebaran 2026

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon memetakan Rest Area Km 228A dan Km 229B sebagai titik rawan kepadatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Kedua rest area tersebut diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan karena menjadi lokasi favorit pemudik untuk beristirahat.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan wilayah Cirebon merupakan salah satu “titik lelah” utama bagi pemudik yang melintasi jalur menuju Jawa Tengah. Karena itu, potensi penumpukan kendaraan di rest area tersebut perlu diantisipasi sejak dini.

“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik sehingga perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan, di rest area maupun titik rawan kemacetan lainnya,” kata Imara dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah antisipasi tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan berlangsung pada 12–25 Maret 2026.

Operasi ini difokuskan pada pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan Lebaran.

“Fokus utama pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Lebaran ini adalah sebagai bentuk operasi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Imara, identifikasi titik rawan dilakukan dengan memetakan potensi kepadatan lalu lintas di jalur utama, kawasan keramaian masyarakat, hingga titik pertemuan arus kendaraan.

Selain jalur arteri, pintu keluar masuk tol juga menjadi perhatian karena menjadi akses utama kendaraan yang melintas di wilayah Cirebon.

Ia menyebutkan terdapat lima gerbang tol di Kabupaten Cirebon yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Selain mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian juga menyiapkan pengamanan di lingkungan permukiman warga. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan wilayah Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama yang dilalui pemudik menuju berbagai daerah di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Karena itu, koordinasi antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan.

Pemerintah daerah, kata dia, turut mendukung persiapan pengamanan melalui pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, agar masyarakat dapat merasakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar,” kata Imron.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 12 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengamanan jalur mudik, tempat keramaian, serta titik-titik rawan kemacetan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang