Scanner di Samsung Galaxy S26 Kini Pakai AI, Sulap Dokumen Kusut Jadi Rapi dalam Sekejap
Samsung menggunakan kecerdasan buatan Galaxy AI untuk meningkatkan fitur scan atau pemindai dokumen di ponsel Galaxy S26 series.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memindai sebuah dokumen seperti surat, kartu identitas, dan lain-lain, hanya lewat kamera ponsel.
Menurut Samsung, Galaxy AI akan memahami isi materi yang dipindai pengguna, kemudian membuat hasil pemindaiannya jadi lebih jelas dan rapi.
Kertas dokumen asli yang terlihat kusut juga akan dibuat jadi rapi seolah dipindai menggunakan scanner khusus.
Bahkan, jika ada gambar tangan yang sedang memegang dokumen saat memindai, juga akan dihapus oleh Galaxy AI Samsung agar hasil pemindaiannya lebih optimal.
Dukungan tersebut membuat dokumen yang dipindai Samsung Galaxy S26 series menjadi lebih bagus dibanding hasil yang ditawarkan ponsel pada umumnya. Sebab, biasanya hasil scan ponsel tidak merapikan lipatan kertas atau detail lainnya.
Ilustrasi hasil scan dokumen yang dipindai oleh Samsung Galaxy S26 series
Sementara itu dokumen yang dipindai dari Galaxy S26 series, hasilnya bisa dibuat dalam format PDF agar lebih mudah dibagikan dan menjaga kualitasnya tetap optimal.
Walau fitur scan ini sering dianggap sepele karena jarang dipakai pengguna, pengembangan fitur ini ternyata membutuhkan waktu lama. Bahkan tim Samsung mengaku kesulitan mengembangkannya.
"Proses pengembangannya sangat sulit, karena membutuhkan banyak waktu untuk menghilangkan jari, menghilangkan lipatan di sudut, dan lain sebagainya," kata Sungdae Joshua Cho, Head of Visual Solution Team Samsung Electronics dalam interview dengan jurnalis KOMPAS.com Lely Maulida yang hadir dalam acara Galaxy Unpacked, di hotel JW Marriot San Francisco, Selasa (24/2/2026).
Joshua Cho tak merinci berapa lama pengembangan fitur scan dokumen itu hingga bisa secanggih sekarang. Yang jelas, fitur itu kini melengkapi Samsung Galaxy S26, Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra.
Kembangkan kamera selama 40 tahun
Adapun Samsung secara umum telah mengembangkan kamera selama sekitar 40 tahun. Joshua Cho juga sesumbar bahwa ada banyak insinyur yang pernah mengembangkan kamera DSLR dan kini masih ikut terlibat mengembangkan kamera untuk perangkat Samsung Galaxy.
Pengembangan yang berlanjut hingga selama empat dekade tersebut ditempuh Samsung karena perusahaan asal Korea Selatan ini percaya bahwa "setiap jepretan merupakan bahasa kehidupan".
Sungdae Joshua Cho, Head of Visual Solution Team Samsung Electronics
Samsung juga bertujuan membuat kamera di perangkat Galaxy untuk merekam emosi maupun perasaan pengguna di setiap momen, baik itu siang/malam, di lingkungan apa saja, dalam aktivitas apa saja, seperti berlari atau berjalan hingga dengan memperbesar obyek atau memotretnya dengan kamera makro.
"Jadi dengan kamera Samsung Galaxy, Anda dapat menangkap perasaan di setiap momen dan membagikannya dengan mudah. Itulah filosofi kamera kami," jelas Joshua Cho.
Filosofi ini juga mendasari pengembangan kamera Galaxy S26 yang mengutamakan lima pilar, meliputi esensi kehidupan (pencahayaan), eksistensi manusia (bokeh dan selfie), lintas waktu (siang dan malam), kreativitas untuk semua orang (Mode Pro), hingga AI.
"Berdasarkan prinsip-prinsip ini, kami mengembangkan kamera Galaxy S26 series," ujar Joshua Cho.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang