Tol Bawen-Yogyakarta Difungsikan H-10 Lebaran 2026, Jadi Opsi Hindari Macet Simpang Bawen

Jawa Tengah, Lebaran 2026, Tol Bawen-Yogyakarta Difungsikan H-10 Lebaran 2026, Jadi Opsi Hindari Macet Simpang Bawen

Jawa Tengah bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 17,7 juta orang akan masuk ke provinsi ini selama periode Lebaran.

Sebagai simpul utama perlintasan nasional, pemerintah pusat dan daerah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Salah satunya dengan memfungsikan jalur Tol Bawen-Yogyakarta mulai H-10 Lebaran.

Tol dibuka untuk urai Simpang Bawen

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY akan membuka jalur tersebut secara fungsional dengan akses keluar di Ambarawa.

Skema ini memungkinkan pemudik menuju Magelang atau jalur tengah tidak perlu lagi keluar melalui Simpang Bawen.

"Jadi, pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen," kata Kepala BBPJN Jateng-DIY Moch Iqbal Tamher, dikutip dari Antara, Senin (2/3/2026).

Selama ini, Simpang Bawen menjadi titik temu arus kendaraan dari tol dan jalur arteri.

Pertemuan arus tersebut kerap memicu antrean panjang, terutama saat puncak mudik Lebaran.

Iqbal menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan pengelola tol agar jalur fungsional ini bisa dimanfaatkan secara optimal selama periode mudik.

Proyek berlanjut hingga 2028-2029

Meskipun akan dibuka sementara, pemerintah masih melanjutkan pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta secara keseluruhan.

Segmen wilayah Magelang hingga Seksi 4 dan Seksi 5 di daerah Magelang sampai Jambu masih membutuhkan waktu penyelesaian.

Iqbal menjelaskan kondisi geografis kawasan pegunungan menjadi tantangan utama proyek tersebut.

"Untuk progres Tol Bawen-Yogya ini memang masih lama, khususnya di segmen daerah Magelang menuju Seksi 4 ataupun Seksi 5," jelas Iqbal.

"Itu daerah Magelang sampai Jambu karena wilayah pegunungan. Targetnya masih di 2028 ataupun 2029," sambungnya. 

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan provinsi dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.

"Kita memiliki hampir 2.200 kilometer jalan kewenangan provinsi dengan tingkat kemantapan 94 persen. Pada 2026 ini, fokus pada perawatan agar tetap optimal saat arus mudik dan balik," kata Luthfi.

Ia menegaskan Jawa Tengah tidak boleh lengah karena menjadi simpul utama perlintasan nasional.

Dengan tambahan jalur fungsional Tol Bawen-Yogyakarta, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang