SPK Mobil di Pameran Kerap Berujung Batal, Ini Alasannya
Jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang terjaring di pameran otomotif umumnya tinggi karena banyak faktor.
Promo atau program menarik seperti potongan harga jadi daya tarik tersendiri buat para konsumen. Ditambah lagi untuk booking fee pelanggan cukup menyiapkan uang Rp 1 juta.
Namun pengamat menilai SPK di pameran otomotif kerap berkualitas rendah, artinya dapat dengan mudah gagal dikonversi menjadi pembelian.
“SPK di pameran itu gampang sekali batal, tingkat cancellation di lapangan bisa tembus 30 persen sampai 50 persen,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Pengamat Otomotif dan Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, belum lama ini.

Dia melanjutkan, hal ini terjadi karena ada efek Fear of Missing Out (FOMO) dan booking fee murah.
Dengan merogoh kocek Rp 1 juta sampai Rp 3 jutaan, SPK bisa diperoleh di pameran otomotif.
Banyak tenaga penjual mengejar terjadinya SPK di pameran karena merupakan target kinerja selama pameran berlangsung. Sehingga masalah berhasil atau gagalnya SPK, bukan jadi perhatian utama.
Namun ini membuat SPK mobil di pameran tidak bisa dijadikan jaminan larisnya penjualan merek tertentu.
“Realita di klausul kontrak (SPK), sering ada penalti potongan 50 persen kalau batal sepihak. Kemudian, calon konsumen akan terkena realita leasing,” kata Yannes.
Yannes menyorot banyak konsumen gagal di tahap tersebut karena berbagai hal seperti BI checking yang tidak baik sampai gaji tidak mencukupi cicilan bulanan.
“Begitu pameran selesai dan berkas masuk ke leasing, baru mulai rontok. Banyak yang kena reject karena BI checking-nya jelek,” ungkap Yannes.

Sekadar informasi, belum lama ini digelar pameran otomotif IIMS 2026. Ajang tersebut diharapkan bisa jadi salah satu pendongkrak penjualan mobil di awal tahun.
Beberapa merek meluncurkan produk baru dengan banderol lebih terjangkau. Lainnya menyiapkan skema uang muka rendah mulai Rp 3 jutaan guna menggaet konsumen.
Namun hingga saat ini belum ada pabrikan yang membuka jumlah SPK terjaring selama 11 hari berlangsungnya pameran.