Fitur Touchscreen Disebut Tidak Cocok Untuk Mobil
Perkembangan mobil di era modern fokus pada digitalisasi. Sejumlah perangkat kendaraan dibuat digital untuk memanjakan konsumen.
Terkhusus mobil asal Cina, banyak fitur yang pengoperasiannya harus melalui layar monitor atau head unit.
Klaim dari pabrikan menyatakan bahwa inovasi tersebut meningkatkan sisi kepraktisan. Terutama dalam mendesain trim dasbor.
Namun di sisi lain, pengoperasian fitur melalui layar sentuh dikatakan bertentangan dalam urusan keselamatan.
Bahkan Jony Ive yang merupakan mantan kepala desainer Apple mengatakan, touchscreen hanya untuk ponsel.
Jony sendiri adalah orang yang yang berpengaruh dalam hadirnya iPhone, iPad dan MacBook.
“Alasan kami mengembangkan fitur layar sentuh (pada iPhone) untuk memecahkan masalah. Saya tidak akan menggunakannya pada mobil,” ucap Jony Ive, Desainer Ferrari Luce.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa ide awal untuk menyematkan layar sentuh pada ponsel, memudahkan pengguna dalam hal pengetikan dan kalkulator.
Memanfaatkan layar sentuh, diyakini bisa semakin mempercepat kinerja ponsel, teruntuk para pemakai.
“Saya bahkan tidak pernah bermimpi untuk menyematkan itu (fitur layar sentuh). Karena bisa membuat anda menjauh dari jalanan,” jelas Jony.
Bahkan Ia menyebut jika teknologi layar sentuh pada mobil ialah teknologi yang salah.
Meskipun tampak kontra dengan monitor pada mobil, namun Ferrari Luce masih terdapat layar kecil.
Mobil listrik pertama Ferrari tersebut mengandalkan panel OLED buatan Samsung.
Bentuknya sendiri mengusung tampilan klasik dengan beberapa tombol di bagian bawah layar.