Perjalanan Cinta Badi dan Norida: Menikah di Thailand, Merantau ke Sumatera, Berakhir di Lombok

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kisah Norida Akmal Ayob (45), Warga Negara (WN) Malaysia yang dipulangkan ke negaranya setelah menetap selama 18 tahun di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Norida disebut-sebut hidup menderita, menjadi korban penelantaran, hingga bekerja sebagai tukang sapu jalanan.
Namun, pihak mantan suami, Badi, bersama Pemerintah Provinsi NTB memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan narasi yang berkembang di media asing dan media nasional tersebut.
Awal Pertemuan dan Perjalanan Hidup
Hubungan Badi, warga Dusun Benjelo, Desa Ubung, Lombok Tengah, dengan Norida bermula di Malaysia pada awal 2000-an saat keduanya sama-sama merantau. Keduanya menikah di Thailand pada 2005 dan sempat menetap di Malaysia.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak. Anak pertama, Nur Fateen Akmadiana, lahir di Malaysia. Pada 2007, mereka memutuskan kembali ke Lombok sebelum akhirnya merantau ke Sumatera Selatan selama 10 tahun untuk bekerja di perkebunan sawit.
Di sanalah anak kedua mereka, Muhamad Sabani Daniel, lahir.
“Anak yang perempuan lahir di Malaysia, yang laki-laki lahir di Lombok (saat pulang dari Sumatera). Enggak ada masalah selama kami hidup bersama. Yang beredar di media sekarang itu tidak sesuai kenyataan,” ujar Badi saat ditemui di Lombok Tengah, Selasa (17/2/2026).
Bantahan Penelantaran dan Isu Tukang Sapu
Badi membantah keras tuduhan bahwa ia menelantarkan Norida selama 18 tahun. Menurutnya, selama berumah tangga, Norida adalah ibu rumah tangga sepenuhnya.
Ia bahkan mengaku telah mengurus dokumen resmi agar Norida memiliki KTP dan berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Terkait kabar Norida bekerja sebagai tukang sapu jalanan, Badi dan pihak desa memberikan koreksi.
Berdasarkan data lapangan, Norida baru bekerja setelah mereka bercerai pada Juni 2024. Itu pun bukan sebagai tukang sapu, melainkan pembuat kue di sebuah rumah makan.
“Enggak pernah sama sekali dia jadi tukang sapu. Saya justru melarang dia bekerja. Di Lesehan Bale Bambu (setelah cerai), dia bekerja sebagai pembuat kue,” tegas Badi.
Hal senada disampaikan Kepala Dusun Benjelo, Agus. Ia menyebut kehidupan ekonomi keluarga tersebut relatif stabil sebelum perceraian terjadi.
"Anak-anak mereka sekolah. Bahkan yang pertama sempat dapat beasiswa Bidikmisi di Universitas Mataram, meski terkendala karena masalah keluarga," kata Agus.
Klarifikasi Pemprov NTB
Pemerintah Provinsi NTB melalui Juru Bicara Ahsanul Khalik menegaskan bahwa narasi penelantaran selama 18 tahun tidak sesuai fakta.
Penelusuran Disnakertrans NTB menunjukkan bahwa Norida hidup bersama keluarga suami, mendapatkan akses pendidikan bagi anaknya, bahkan menerima bantuan sosial.
"Sangat tidak tepat jika disebut ada penelantaran selama 18 tahun. Fakta lapangan menunjukkan keluarga ini berpindah-pindah antara Malaysia, Sumatera, dan Lombok secara normal," ujar Ahsanul.
Ia menambahkan bahwa saat bercerai, Badi memberikan uang sebesar Rp 20 juta (sebagian sumber menyebut Rp 15 juta tunai) kepada Norida untuk biaya pengurusan dokumen dan bekal kepulangan ke Malaysia.
Perbedaan Versi di Malaysia
Di sisi lain, narasi yang beredar di Malaysia melalui media Harian Metro dan pernyataan Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, menggambarkan kondisi yang kontras.
Norida mengaku mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) fisik sejak 2007 dan hidup dalam kemiskinan setelah suaminya menikah lagi.
“Setelah belasan tahun terpaksa menahan rasa sakit akibat didera suami, saya bersyukur bisa kembali ke kampung halaman,” ungkap Norida kepada media Malaysia.
Norida akhirnya berhasil pulang ke Lenggong, Perak, Malaysia pada 14 Februari 2026 bersama anak sulungnya melalui fasilitasi Wisma Putra dan koordinasi dengan otoritas Indonesia.
Saat ini, anak keduanya yang berstatus WNI masih berada di Lombok bersama Badi karena kendala biaya dan status kewarganegaraan, namun otoritas terkait sedang mengupayakan agar keluarga tersebut bisa bersatu kembali.
Pemerintah Provinsi NTB mengimbau publik agar melihat kasus ini secara berimbang dan tidak terjebak pada informasi sepihak yang dapat merugikan citra daerah.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunLombok.com dengan judul Mantan Suami Norida Akmal Ayob Bantah Tudingan Telantarkan Istri Selama 18 Tahun
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang