INACRAFT 2026 Siap Digelar, Batik Tetap Jadi Primadona di Tengah Pergeseran Pasar Global

Konferensi Pers INACRAFT 2026
Konferensi Pers INACRAFT 2026

Pada penyelenggaraan ke-26 tahun ini, pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini telah sukses mengusung tema besar From Smart Village to Global Market. Melalui tema ini, INACRAFT 2026 menegaskan komitmennya untuk menjadi sarana promosi produk kerajinan lokal unggulan yang inovatif dan berkualitas.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pameran berskala internasional ini juga diadakan sebagai upaya memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses ke pasar global sebagai komoditas ekspor. Sejalan dengan upaya membangkitkan kembali semangat usaha mikro kecil menengah (UMKM) kerajinan di Indonesia. 

Dari 11 zona area, pengunjung dapat menemui produk-produk unggulan dan ciri khas Indonesia, seperti household & housewares, batik, woven, songket, leather, fashion, muslim fashion, jewelry, accessories, gift & decorative items, serta berbagai multi products di Hall B dan Lobby Hall B. 

Ketua Umum BPP ASEPHI, Dr. H. Muchsin Ridjan, SE., MM, menyampaikan dominasi produk fesyen, khususnya batik, belum tergeser sebagai komoditas paling laris. Permintaan paling tinggi terlihat dari pengunjung dalam negeri yang berburu aneka produk batik di tengah pergeseran pembeli global. 

“Tetap batik menjadi nomor satu,” ujar Muchsin saat konferensi pers di JICC pada Selasa, 3 Februari 2026.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Umum II Bidang Kerja Sama Regional dan Internasional BPP ASEPHI, Hj. Baby Jurmawati Djuri, SS, mengungkapkan batik menjadi preferensi yang paling banyak dicari kemudian tenun dan perhiasan. Setelah itu, kategori home decor menyusul di urutan berikutnya.

“Kalau fashion, batik itu utama. Untuk luar negeri, yang diminati itu tenun, kemudian jewelry, lalu home decor,” jelas Baby.

Ia menambahkan, pola minat tersebut relatif konsisten sejak masa pandemi hingga sekarang, baik dari pembeli domestik maupun internasional. Hal ini menunjukkan daya tahan sektor fesyen dan kerajinan sebagai penggerak ekonomi kreatif nasional.

Lebih lanjut, Baby menuturkan adanya pergeseran peta pasar internasional. Jika sebelumnya Eropa dan Amerika Serikat (AS) menjadi konsumen utama, kini kawasan Asia Pasifik mengambil peran dominan, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi.

“Dari pengalaman kami, dahulu trennya itu pasar Eropa selain Amerika. Semakin ke sini, yang paling banyak (pembeli) itu Asia Pasifik, baik dari sisi pengunjung maupun transaksi jual belinya,” jelas Baby.

Baby tidak menampik pembeli (buyer) asal Malaysia masih jadi salah satu penyumbang terbesar. Namun, jumlah transaksi dari pengunjung asal Negeri Jiran ini masih belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Kalau ditanya apakah Malaysia pasar terbesar, sebenarnya masih, tapi memang ekonominya belum sepenuhnya seperti dahulu. Namun transaksinya sudah mulai meningkat,” ujar Baby.

Baby menambahkan, meningkatnya eksistensi produk kerajinan Indonesia di kancah internasional tidak lepas dari penguatan promosi dan jejaring ASEPHI di kawasan Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara. Hal ini mendorong lonjakan calon pembeli dari kawasan tersebut yang datang langsung ke INACRAFT.

INACRAFT akan menempati seluruh area JICC dengan berbagai produk berkualitas. Area Main Lobby menampilkan household & housewares, gift & decorative items, footwears, bags, travel goods, toys & games serta beberapa sponsor yang telah bekerjasama.

Di Cendrawasih Hall dan Promenade akan menyajikan batik, tenun, dan  songket, begitu pula dengan Hall A yang juga menampilkan wastra Indonesia dilengkapi dengan jewelry dan aksesoris. Pada Assembly Hall, terdapat beragam hasil karya binaan UMKM Kementerian dan Dinas/BUMN. Lobby Hall A pun serupa, dengan tambahan produk dari para sponsor INACRAFT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Connecting Plenary akan diisi oleh jewelry, decorative items, home decor, dan bags. Berbeda dengan Plenary Hall dimana terdapat multi products dari Dinas/BUMN, serta berbagai produk dari International Hall dan INACRAFT Awards winning products.  

Penyelenggaran juga menyediakan area kuliner area kuliner nusantara, yaitu Talam INACRAFT yang berada di area Mezzanine dan Hall B. Zona ini menyuguhkan beragam aneka makanan dan minuman cita rasa khas nusantara yang bisa dinikmati oleh pengunjung.