Fabio Quartararo Sebut Fokus Balapan Ketimbang Bicara Pindah Tim
Fabio Quartararo tengah menjadi perbincangan hangat. Apalagi setelah tersebar rumor kepindahannya ke Honda pada MotoGP 2027.
Banyak pihak mempertanyakan kebenaran kabar yang sedang beredar luas tersebut, termasuk para penggemar El Diablo.
Rider Yamaha itu pun buka suara. Ia memberikan respons pada hari kedua sesi pengujian resmi di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Terlalu banyak bicara, fokuslah pada apa yang bisa kita fokuskan,” ungkap Fabio Quartararo di Instagram resmi MotoGP, Sabtu (31/01).

Rider asal Prancis ini tidak banyak berbicara. Bahkan ia lebih memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat.
Ketika ditanya apakah sudah menandatangani kontrak bersama Honda atau belum, ia hanya menjawab dengan gerakan menutup mulut rapat-rapat.
Akan tetapi, gestur dari Fabio Quartararo tidak menunjukkan penolakan terkait kabar kepindahannya ke Honda di MotoGP 2027.
El Diablo tampak tersenyum ketika dihujani pertanyaan. Membuat sebagian pihak semakin penasaran dengan masa depan Quartararo di Yamaha.
Di sisi lain Tom Maubant, manajer pribadi Fabio Quartararo turut buka suara mengenai kepindahan sang rider ke pabrikan berlambang sayap mengepak itu.
Berbeda dengan Quartararo, Maubant justru tidak menampik sang klien sudah menjalin pembicaraan bersama Honda.
“Satu-satunya hal yang bisa saya konfirmasi adalah ada diskusi dengan beberapa tim, Honda salah satunya,” tutur Maubant.
Sayang Tom Maubant enggan memberikan informasi lebih lanjut, mengenai isi pembicaraan bersama Honda Racing Corporation (HRC).
Mereka sepertinya masih membahas banyak hal. Termasuk untuk urusan kuda besi sampai gaji yang akan diterima.
“Tetapi belum ada tanda tangan (kontrak antara Fabio Quartararo dan Honda),” pungkas Tom Maubant.
Tentu gosip yang beredar ini tidak terlalu mengejutkan. Memang keretakan hubungan antara Fabio Quartararo serta Yamaha sudah berlangsung lama.
Semakin meruncing setelah pabrikan berlambang garpu tala itu, gagal menghadirkan motor balap yang kompetitif bagi sang joki.

Membuat performa El Diablo di dalam lintasan kian menurun. Ia gagal bersaing dengan sejumlah rider lain seperti Marc Marquez sampai Francesco Bagnaia.
Kondisi tersebut membuat Fabio Quartararo merasa gerah. Sehingga ia mencari tim baru yang bisa membantunya.
Kekecewaan Quartararo semakin parah setelah ada perubahan struktur eksekutif di tubuh Yamaha. Kepergian Lin Jarvis dan digantikan Paolo Pavesio membawa sensitivitas baru.