Crew-11 Diperkirakan Tiba di Bumi Kamis, Evakuasi Medis Ketiga dalam Misi Luar Angkasa

Empat astronot Crew-11 dijadwalkan tiba kembali di Bumi pada Kamis dini hari waktu setempat setelah NASA mempersingkat misi mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akibat kondisi medis salah satu awak.
Para astronot yang dikenal sebagai Crew 11 itu diperkirakan mendarat di laut (splash down) di lepas pantai California pada Kamis dini hari waktu setempat.
Kepulangan lebih cepat ini menandai evakuasi medis pertama sejak ISS dioperasikan secara permanen di orbit Bumi lebih dari dua dekade lalu.
Dilansir dari BBC, Kamis (15/1/2026), NASA sebelumnya mengumumkan bahwa misi Crew-11 dipersingkat sekitar satu bulan karena adanya masalah kesehatan yang memengaruhi salah satu awak.
Namun, badan antariksa Amerika Serikat itu tidak mengungkapkan identitas astronot maupun jenis kondisi medis yang dialami dengan alasan privasi.
NASA hanya menyatakan bahwa astronot yang bersangkutan berada dalam kondisi stabil.
Seorang pejabat NASA menegaskan, keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan dan bukan merupakan evakuasi darurat.
“Kami selalu mengutamakan kesehatan astronot,” ujar pejabat tersebut.
Misi dipangkas lebih awal
Keputusan pemulangan Crew-11 diambil setelah NASA secara mendadak membatalkan aktivitas berjalan di luar angkasa (spacewalk) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/1/2026).
Saat itu, NASA menyebut adanya kekhawatiran medis sebagai alasan pembatalan.
Administrator NASA Jared Isaacman bersama pejabat badan antariksa lainnya kemudian mengumumkan pemendekan misi dalam konferensi pers sehari setelahnya.
Mereka menjelaskan bahwa masalah kesehatan tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas luar angkasa dan bukan akibat cedera.
Pemulangan lebih awal ini menjadi insiden pertama dalam sejarah ISS yang telah dihuni secara terus-menerus sejak tahun 2000.
Profil Crew-11
Crew-11 terdiri dari empat awak, yakni astronot NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, astronot Badan Antariksa Jepang (JAXA) Kimiya Yui, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov.
Mereka diluncurkan ke ISS pada Agustus tahun lalu menggunakan wahana SpaceX Crew Dragon.
Semula, Crew-11 dijadwalkan menjalani misi selama sekitar enam bulan dan baru kembali ke Bumi pada pertengahan Februari 2026, setelah digantikan oleh kru berikutnya.
Meski empat awak telah kembali ke Bumi, ISS tetap beroperasi dengan jumlah kru terbatas.
Seorang astronot NASA dan dua kosmonaut Rusia masih bertugas di stasiun tersebut hingga kedatangan empat awak baru pada Februari mendatang.
Kepala petugas kesehatan dan medis NASA, Dr James Polk mengatakan, bahwa ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari 65 tahun sejarah NASA sebuah misi dipulangkan lebih awal karena masalah medis.
ISS sendiri dilengkapi peralatan medis dasar dan sistem komunikasi yang memungkinkan astronot berkonsultasi langsung dengan dokter di Bumi. Namun, stasiun luar angkasa tersebut tidak memiliki dokter yang bertugas secara khusus.
Menurut ilmuwan antariksa dari Open University, Dr Simeon Barber, kepulangan lebih awal Crew-11 berpotensi menunda sejumlah eksperimen ilmiah dan tugas perawatan hingga kru baru tiba.
“Stasiun luar angkasa dirancang untuk dioperasikan dengan jumlah awak minimum tertentu. Dengan kru yang terbatas, pekerjaan eksperimental kemungkinan akan dikurangi dan fokus dialihkan ke pemeliharaan stasiun,” ujarnya.
Pelukan bersama
Salah satu astronot yang pulang, Fincke, menyampaikan pendapatnya soal pemangkasan waktu ini.
“Perasaannya campur aduk,” ujar Fincke saat menyerahkan kendali ISS kepada Kud-Sverchkov pada Senin (12/1/2026).
Dalam unggahan di media sosial, ia menegaskan bahwa seluruh awak yang berada di stasiun luar angkasa dalam kondisi “stabil, aman, dan dirawat dengan baik”.
Mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 250 mil, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengelilingi planet ini sebanyak 16 kali sehari dengan kecepatan sekitar 17.500 mil per jam.
ISS dikelola oleh lima badan antariksa dan menjalankan berbagai penelitian ilmiah tentang luar angkasa serta dampak hidup dalam kondisi mikrogravitasi terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.
Kepulangan lebih awal ini membuat ISS kini hanya dihuni tiga awak, yakni astronot Nasa Chris Williams serta kosmonaut Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev.
“Terlepas dari semua perubahan dan kesulitan, kami akan tetap menjalankan tugas di ISS, melaksanakan seluruh pekerjaan ilmiah dan perawatan di sini, apa pun yang terjadi,” kata Kud-Sverchkov pada Senin.
Ia kemudian mengeluarkan perintah pertamanya, yaitu pelukan bersama.
Berkurangnya jumlah awak kemungkinan akan membuat aktivitas penelitian ilmiah di ISS dikurangi.
Insiden ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ISS, yang telah dihuni secara permanen selama 26 tahun.
Dalam sejarah misi luar angkasa, misi yang berakhir lebih awal akibat masalah kesehatan baru terjadi dua kali sebelumnya.
Pada 1985, kosmonaut Soviet Vladimir Vasyutin dan rekan-rekannya kembali empat bulan lebih cepat dari jadwal dari stasiun luar angkasa Salyut 7 akibat gangguan urologi.
Kemudian pada 1987, gangguan irama jantung menyebabkan kosmonaut Soviet Aleksandr Laveykin meninggalkan stasiun luar angkasa Mir lebih awal.
Seiring semakin banyak manusia bepergian ke luar angkasa, termasuk untuk pariwisata serta kemungkinan menetap di Bulan atau bahkan Mars, para pakar antariksa menilai dokter perlu ikut serta dalam misi-misi luar angkasa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang