Awak Sakit Serius, NASA Pulangkan Empat Astronot dari ISS

NASA, stasiun luar angkasa, astronot, Awak Sakit Serius, NASA Pulangkan Empat Astronot dari ISS

NASA terpaksa memulangkan astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) akibat adanya kondisi medis “serius”.

NASA pun mengakhiri misi stasiun luar angkasa lebih awal akibat adanya masalah ini.

Dilansir dari BBC, Jumat (9/1/2026), NASA mengatakan akan memulangkan empat awak yang berada di ISS dengan memperpendek misi mereka satu bulan lebih awal karena adanya “kondisi medis serius” yang memengaruhi salah satu astronot.

Meski begitu, NASA tidak mengungkapkan nama anggota awak maupun bagaimana kondisi medisnya yang membuat badan antariksa itu mengambil keputusan sangat penting ini.

NASA menyembunyikan identitas dengan alasan privasi kesehatan, dan hanya mengatakan bahwa astronot tersebut kini sudah berada dalam kondisi stabil.

“Ini bukan evakuasi darurat,” kata seorang pejabat NASA.

“Kami selalu mengutamakan kesehatan astronot," sambungnya.

Jadwal pemulangan astronot

Pada Rabu (7/1/2026), NASA secara mendadak membatalkan aktivitas jalan luar angkasa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, ketika dua astronot seharusnya keluar dari ISS, dengan alasan adanya “kekhawatiran medis”.

Keputusan untuk memulangkan awak lebih awal diumumkan oleh Administrator NASA, Jared Isaacman, dan pejabat badan antariksa lainnya dalam sebuah konferensi pers pada Kamis.

Mereka hanya memberikan sedikit rincian, namun menyatakan bahwa masalah medis tersebut tidak terkait dengan operasi di luar angkasa dan bukan merupakan cedera.

Mereka menambahkan bahwa pembaruan mengenai linimasa kepulangan para astronot diharapkan akan disampaikan dalam 48 jam.

Ini merupakan evakuasi lebih awal pertama dalam sejarah ISS, yang telah dihuni secara terus-menerus sejak tahun 2000.

Profil Crew-11

Dilaporkan NASA, tim beranggotakan empat orang itu bernama Crew-11.

Tim itu terdiri dari astronot NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, Kimiya Yui dari badan antariksa Jepang JAXA, serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov.

Meski misi diakhiri lebih awal, tapi seorang astronot Amerika akan tetap berada di ISS, dan akan didampingi oleh dua kosmonaut Rusia.

Dr James Polk, kepala petugas kesehatan dan medis NASA, mengatakan kepada para wartawan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 65 tahun sejarah NASA sebuah misi dipulangkan lebih awal karena masalah medis.

Crew-11 diluncurkan ke ISS pada Agustus tahun lalu menggunakan SpaceX Crew Dragon.

Rencananya, Crew-11 akan berada di orbit selama sekitar enam bulan, baru akan kembali sekitar bulan depan, setelah digantikan oleh empat awak lainnya beberapa hari sebelumnya.

ISS memiliki peralatan medis dasar, persediaan, dan sistem komunikasi yang memungkinkan dokter di Bumi berbicara secara privat dengan astronot di luar angkasa, menilai kondisi mereka, dan memberikan saran perawatan, mirip dengan konsultasi video atau telepon yang aman dengan dokter umum.

Pemulangan empat awak lebih awal ini dapat menunda sejumlah eksperimen dan tugas perawatan hingga awak baru tiba bulan depan, menurut Dr Simeon Barber, ilmuwan antariksa dari Open University.

“Stasiun luar angkasa adalah pencapaian rekayasa yang besar dan kompleks, dan dirancang untuk dioperasikan oleh tingkat minimum awak tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa awak yang tersisa kemungkinan akan dipaksa untuk mengurangi sebagian pekerjaan yang lebih eksperimental dan lebih fokus pada urusan pemeliharaan serta menjaga stasiun tetap sehat, sambil menunggu jumlah awak lengkap dipulihkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang