Lelang Mobil Listrik: Unit Terbatas, Pasar Belum Terbentuk

mobil listrik bekas, kendaraan konvensional, pasar lelang, populasi mobil listrik, Lelang Mobil Listrik: Unit Terbatas, Pasar Belum Terbentuk

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang, namun keberadaannya di pasar mobil bekas, khususnya lewat jalur lelang, ternyata masih sangat terbatas.

Unit mobil listrik bekas yang masuk ke balai lelang jumlahnya belum signifikan dan belum bisa dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Direktur Utama PT Balai Lelang Serasi (IBID), Daddy Doxa Manurung, mengatakan mobil listrik bekas memang sudah mulai muncul di pasar lelang, tetapi jumlahnya masih kecil dan belum konsisten.

mobil listrik bekas, kendaraan konvensional, pasar lelang, populasi mobil listrik, Lelang Mobil Listrik: Unit Terbatas, Pasar Belum Terbentuk

Dari total 1.077 sesi di GIIAS 2025, BinguoEV menjadi model yang paling banyak dicoba (63 persen), diikuti Cloud EV (17 persen), Air ev (15 persen), Alvez (3 persen), dan Almaz (2 persen).

“Mobil listrik itu belum banyak, jadi kemarin kami memang sudah ada beberapa yang masuk, seperti (Toyota) bZ4X dan Wuling, tapi populasinya masih kecil," ujar Doxa kepada Kompas.com, belum lama ini.

nya juga belum terbentuk, bukan berarti jelek, tapi memang butuh proses waktu. Jadi, unit yang masuk lelang pun masih belum banyak, termasuk di tempat kami," ujarnya.

Doxa menilai kondisi ini wajar karena populasi mobil listrik di Indonesia masih berkembang.

Banyak konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil listrik, sehingga belum banyak unit yang dijual kembali.

mobil listrik bekas, kendaraan konvensional, pasar lelang, populasi mobil listrik, Lelang Mobil Listrik: Unit Terbatas, Pasar Belum Terbentuk

Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur

Selain itu, pasar mobil listrik bekas juga masih mencari bentuk.

Konsumen masih membutuhkan waktu untuk memahami teknologi, biaya perawatan, ketahanan baterai, hingga nilai jual kembali.

"Memang butuh waktu sampai mobil listrik ini lebih banyak masuk dan akhirnya laku," ujar Doxa.

"Karena pasar mobil listrik belum terbentuk, mungkin nanti saat populasinya sudah lebih banyak, sekitar 2–3 tahun ke depan, kondisinya bisa saja sudah sama seperti mobil non-listrik," katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang