Perlukah Oli Motor Diganti Tiap 5 Ribu Km?

Ilustrasi ganti oli mesin motor
Ilustrasi ganti oli mesin motor

 Pertanyaan tentang perlukah oli motor diganti setiap 5.000 kilometer masih kerap muncul di kalangan pengendara, terutama bagi mereka yang sering menempuh perjalanan jauh. Selama ini, patokan jarak penggantian oli sering dianggap mutlak tanpa mempertimbangkan kondisi penggunaan dan kualitas pelumas.

Isu tersebut diuji langsung oleh solo rider Indonesia, Made Angga atau Anggaday, melalui perjalanan lintas negara bertajuk Dare to Challenge 360 Borneo 2025. Bersama PTT Lubricants Indonesia, ia menempuh perjalanan total 8.300 kilometer melintasi Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Dalam ekspedisi ini, Anggaday sengaja menggunakan satu jenis oli yang sama hingga jarak pemakaian 5.000 kilometer tanpa penggantian di tengah perjalanan. Pelumas yang digunakan adalah PTT Lubricants Challenger Superbike 10W-40, yang diuji langsung dalam kondisi berkendara ekstrem dan durasi panjang.

Rute yang dilalui bukan jalur ringan, karena mencakup Pan Borneo Highway dengan karakter jalan panjang, minim SPBU, serta perubahan cuaca yang ekstrem. Motor yang digunakan pun bukan motor touring besar, melainkan CB150R yang telah dimodifikasi bergaya adventure.

“Selama perjalanan, kondisi mesin tetap aman dan tidak ada kendala berarti,” ujar Anggaday., dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Senin 15 Desember 2025. Ia mengungkapkan bahwa motor digunakan hampir setiap hari dengan jarak ratusan kilometer dan waktu berkendara yang panjang.

Tantangan tidak hanya datang dari medan, tetapi juga dari kualitas bahan bakar yang bervariasi di tiap negara. Anggaday menggunakan BBM dengan oktan berbeda, mulai dari RON 90 dan 92 di Indonesia hingga RON 95, 97, dan 98 di Malaysia serta Brunei.

Meski begitu, ia menyebut performa mesin tetap stabil hingga oli mencapai jarak pemakaian 5.000 kilometer. Menurutnya, tidak ada gejala penurunan performa signifikan selama pelumas dipantau secara rutin.

“Yang terpenting adalah rutin mengecek volume dan kondisi oli, bukan hanya terpaku pada angka kilometer,” katanya. Ia menilai kualitas oli dan cara penggunaan motor sangat berpengaruh terhadap usia pakai pelumas.

Pengalaman ini membuka sudut pandang baru bahwa interval penggantian oli tidak selalu harus kaku. Dalam kondisi tertentu, oli berkualitas dengan spesifikasi tepat masih mampu bekerja optimal hingga 5.000 kilometer.