Review Galaxy Tab Active5 Pro: Tablet Samsung yang Tangguh dan Spesial!

Tablet ini adalah tablet paling tangguh yang pernah kami coba di tahun 2025!

Ini adalah Samsung Galaxy Tab Active5 Pro, Tablet baru Samsung yang dirancang untuk tahan di berbagai kondisi ekstrim! Punya sertifikasi MIL-STD-810H dan sudah shockproof, jadi gak perlu diragukan lagi ketangguhannya. Ada rating IP68 juga, jadi aman kalau gak sengaja kecemplung air! Baterai nya 10100 mAh yang daya tahannya super awet! Menariknya baterai ini bisa dilepas pasang! Dan tabletnya bisa kita gunakan meski tanpa baterai! 

Dipadukan dengan Direct Power Supply lewat port POGO atau USB-C, tabletnya jadi bisa nyala 24 jam nonstop untuk menjamin operasional pekerjaan tetap lancar tanpa takut kehabisan daya. Konektivitasnya juga modern, sudah mendukung 5G, WiFi 6E, dan NFC.

Penasaran sama yang satu ini? Simak videonya kali ini!

Galaxy Rugged Series adalah line-up gadget spesial dari Samsung yang dirancang untuk tahan di berbagai kondisi ekstrim. Namun bukan hanya itu yang membuatnya berbeda dengan seri Samsung Galaxy yang lainnya. Line up ini hadir sebagai produk B2B atau Business to Business dari Samsung.  Produk ini ditujukan untuk dijual ke perusahaan, karena memang memiliki fitur yang khusus dirancang untuk kebutuhan perusahaan besar atau Enterprise.

Jadi peruntukannya agak berbeda nih dari seri Samsung Galaxy lain, seperti Galaxy S Series, Z Series, atau A Series yang sudah sering kita dengar.

Kali ini Ada 2 model Galaxy Rugged yang baru dirilis, yaitu Galaxy Tab Active5 Pro dan Galaxy XCover7 Pro. Tapi di video kali ini kita akan bahas lebih dalam si tabletnya aja, si Galaxy Tab Active5 Pro. Kira kira tablet ini kelebihannya apa aja ya? Dan skenario penggunaan seperti apa sih yang cocok dengan tablet ini? 

Langsung saja kita bahas mulai dari melihat isi paket penjualannya.

Paket Penjualan 

  • Unit Galaxy Tab Active5 Pro
  • Kabel Type C
  • S Pen spesial untuk Tab Active5 Pro
  • Case Rugged
  • Dokumen

Desain Samsung Galaxy Tab Active5 Pro

Sama seperti seri Galaxy Tab Active yang sebelum sebelumnya, tablet ini juga hadir dengan desain rugged yang terkesan tangguh. Semuanya dihadirkan dengan gaya yang serba bulky, jadi terkesan tebal, termasuk bezel layarnya.

Untuk varian warnanya hanya ada 1, yaitu Green.

  • Dimensi: 170.2 x 242.9 x 10.2 mm
  • Bobot: 683 gram.

Jadi memang bukan tablet yang tipis dan ringan ya. Tapi desain seperti ini bukan dihadirkan tanpa alasan. Tablet ini dirancang untuk memiliki daya tahan yang luar biasa diberagam kondisi ekstrim. Memang nya ada apa aja sih yang bikin tablet ini lebih kuat dibanding tablet lain pada umumnya?

Pertama ada Rating IP68. Ini artinya tablet ini punya perlindungan total dari debu, dan tahan air hingga kedalaman hingga 1.5 meter selama sekitar 30 menit. Tapi bukan berarti tablet ini bisa di cemplungin ke air secara sengaja ya.  Hadirnya, IP68 di sini tuh lebih ke arah proteksi aja. Jadi kalau gak sengaja kecemplung ke dalam air, harusnya masih relatif aman.

Berikutnya, tablet ini juga dilengkapi dengan sertifikasi standard MIL-STD-810H, ini adalah standard testing yang di desain oleh militer US. Testing yang dilakukan itu macam macam, termasuk tes kelembaban, debu, getaran, tes jatuh, dan sebagainya. Kemudian tablet yang satu ini juga diklaim punya kemampuan Anti-shock, alias tahan banting. Catatannya, menurut klaim dari Samsung, batas aman nya itu adalah jatuh dari ketinggian 1.5 meter.

Lagi lagi ini dihadirkan sebagai proteksi ya, bukan untuk sengaja di banting banting. 

Sisi-Sisi Tablet

Sisi Kanan: Speaker, microphone, port USB-C, dan audio  Jack 3.5mm.

Sisi Atas: Tombol power, tombol volume up/down, microphone lagi, dan tombol warna hijau yang disebut Active Key.

Active Key ini bisa diprogram menjadi tombol shortcut untuk aplikasi Third-party atau bisa diprogram sesuai kebutuhan setiap perusahaan. Bisa sebagai shortcut ke kamera untuk scan QR, atau aplikasi tertentu milik perusahaan.

Sisi Kiri: Ada Speaker 

Sisi Bawah: Ada Pogo pin connector untuk alternatif charging dan juga transfer data.

Sayangnya untuk charger model POGO ini dijual terpisah ya. Kalau dilihat dari sisi sisinya, tablet ini memiliki 2 speaker.  Kualitas suaranya terbilang sudah memadai, dengan volume suara yang sangat lantang.

Sisi Depan: kita lihat dari bawah dulu, ada tiga tombol navigasi, yang kiri untuk recent apps, yang tengah untuk home sekaligus fingerprint scanner, yang kanan untuk back.

Tombol ini penting supaya pekerja yang pakai sarung tangan bisa mengendalikannya dengan mudah.

Kemudian diatas tombol ada Layar.

  • 10.1 inch TFT LCD PLS
  • Resolusi 1920 x 1200 px
  • Refresh Rate up to 120Hz 
  • Ini Adaptive ya, jadi bisa naik ke 120 Hz dan turun hingga 30 Hz.
  • Corning Gorilla Glass Victus+
  • Brightness

Saat kami tes dalam kondisi Indoor, brightness maksimal yang didapat ada di 576 nits. Sementara untuk brightness saat simulasi outdoor ada di 756 nits. Masih cukup oke lah untuk di kondisi outdoor. 

  • Untuk mode warnanya ada 2, yaitu Natural dan Vivid.

Mode natural diarahkan mendekati 100% sRGB.  Sementara mode Vivid punya slider vividness, dimana kalau kita pentokin ke paling rendah, hasil tes color gamutnya ada di 80% DCI-P3. Dan kalau kita pentokin ke yang paling tinggi, hasilnya ada di 100% DCI-P3. 

Jadi kalau sukanya yang gonjreng, pakai mode vivid aja.

  • Layar ini juga memiliki touch sensitivity level yang lebih tinggi ketimbang tablet pada umumnya. Ini bertujuan agar tabletnya tetap bisa dioperasikan meski kita sedang pakai sarung tangan.
  • Tentunya layar ini juga sudah mendukung penggunaan S-Pen ya.

Di atas layar terdapat Proximity Sensor, dan ada kamera selfie.

  • 8MP
  • Fixed Focus
  • F/2.0
  • Perekaman video sampai 1080p 30 FPS

Beralih Sisi Belakang, ada:

  • Kamera Utama 12 MP
    • Auto Focus
    • F/1.8
    • Perekaman video sampai 4K 30 FPS
  • Fitur Kamera: Portrait, Pro, Night, Food, Panorama, dan Hyperlapse.
  • Di samping kamera ada satu buah led flash.

Ngomongin sisi belakang, back cover dari tablet ini bisa dibuka loh. Ketika dibuka, kita bisa lihat ada karet seal di back cover tablet ini. Seharusnya ini berfungsi untuk menghalangi air masuk. Nah, kita lihat sisi belakangnya dengan tanpa back cover seperti ini, terlihat ada ada 2 baterai yang bisa dilepas pasang.

Selain itu ada juga 1 slot Micro SD Card dan 1 Slot untuk Nano SIM Card. Bicara soal dukungan SIM Card, walaupun hanya ada 1 slot Nano SIM, tablet ini sebenarnya mendukung Dual SIM.   SIM 1 lagi bisa digunakan lewat fitur eSIM.

Spesifikasi Internal

  • SoC: Snapdragon 7s Gen 3
  • RAM: 8 GB LPDDR4X
  • Storage: 256 GB UFS 2.2

Hanya ada 1 varian RAM/Storage saja 

  • Baterai: 10100 mAh yang bisa dilepas pasang dengan dukungan charging 25 W.

Bicara soal baterai, tablet ini punya fitur “No Battery Mode”.  Jadi tablet ini bisa kita gunakan meski baterainya kita lepaskan. Syaratnya kita harus colok terus tabletnya dengan Charger 25 W seperti charger original Samsung atau charger lain dengan protokol Power Delivery 2.0. 

Ini cocok untuk yang kebutuhannya cenderung diam di tempat atau stasioner. Misalnya untuk jadi alat navigasi mobil kargo di perusahan logistik.  Umumnya device digunakan aktif selama 24 jam dalam membantu navigasi untuk pengiriman barang.

Contoh penggunaan lainnya adalah sebagai alat Point of Sales (POS) di suatu toko.  Biasanya alat POS ini beroperasi tanpa henti selama seharian untuk mencatat transaksi di toko. Dengan adanya fitur No Battery Mode, kita jadi gak perlu khawatir tabletnya bakal kehabisan baterai. Selain itu, kita gak perlu khawatir juga tentang battery health nya. 

Pokoknya, fitur “No Battery Mode” sangat berguna untuk yang kebutuhannya stasioner di waktu yang lama.

  • Sensor:
    • Accelerometer
    • Fingerprint Sensor
    • Gyro Sensor
    • Geomagnetic Sensor
    • Hall Sensor
    • Light Sensor
    • Proximity Sensor
  • Konektivitas: 
    • 2G, 3G, 4G dan 5G

Ya, tablet ini memang mendukung penggunaan jaringan selular. Jadi buat teleponan ini bisa.  Catatannya, karena tablet ini nggak punya earpiece, suaranya jadi keluar dari speaker.

  • Wi-Fi 6E
  • Bluetooth 5.4
  • Bluetooth Codec: SBC, AAC, Aptx, LDAC, dan SSC.
  • NFC ada, dan ini adalah Front Tagging NFC. Jadi scanning nya dari sisi depan atau layarnya.
  • USB 3.2 Gen 1
    • OTG jelas bisa
    • Display Out juga bisa.
  • Fitur Keamanan:
    • Face Unlock
    • Fingerprint Scanner
    • Samsung Knox Suite

Ini berbeda dengan Knox yang ada di smartphone/tablet Samsung yang lain.

Di sini terdapat beberapa aplikasi khusus seperti: 

  • Knox Manage
  • Knox Asset Intelligence
  • Knox Remote
  • dan juga Knox Capture

Ini semua merupakan bagian dari Knox Suite, dan sebagian fitur ini ditujukan untuk IT Administrator suatu perusahaan agar bisa mengendalikan sistem perangkat ini secara remote. Jadi Knox Suite ini akan dibantu setup di awal oleh tim Samsung sesuai kebutuhan perusahaan. Sayangnya tablet yang kami gunakan ini statusnya sudah terkunci, jadi kami belum bisa memperagakan bagaimana setup awal perangkat sebagai administrator. 

Tapi ada satu fitur knox yang bisa kami peragakan yaitu Knox Capture. Knox Capture merupakan scanner barcode yang cerdas untuk mempersingkat pendataan ragam jenis barang dan dapat diintegrasikan dengan sistem aplikasi perusahaan. Tapi kalau belum terintegrasi dengan sistem aplikasi perusahaan, Knox Capture tetap dapat digunakan sebagai pemindai barcode. Caranya tinggal buka Samsung Note, lalu pilih icon barcode pada bagian kiri atas Keyboard.  Setelah itu scan saja barcode produknya, kemudian kita akan mendapat salinan kode produknya di Samsung Note.

  • OS: OneUI 7.0 berbasis Android 15 out of the Box.

Tapi untuk saat ini, sudah ada update ke OneUI 8.0.

Terkait Android Update, Samsung menjanjikan 7x Android Update dan 7 Tahun Security Update. Untuk fitur khas OneUI seperti Separate App Sound sudah ada di sini. Tapi kalau Modes and Routines, serta Secure Folder sayangnya belum ada. Kalau fItur DeX ada gak? Sda dong. Jadi kita bisa pakai tablet ini dengan tampilan ala desktop. Fitur kekinian seperti Gemini dan Circle to Search juga udah ada nih di sini.

Simak pembahasan lengkapnya berikut ini: