Mendagri Kagum dengan Pemda yang Tetap Bertahan Meski Anggaran Sisa Rp750 Juta

Mendagri, Tito Karnavian (kedua dari kiri)
Mendagri, Tito Karnavian (kedua dari kiri)

 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan ada sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Sumatera yang terkena bencana hanya memiliki sisa anggaran belanja tak terduga (BTT) sebesar Rp2 miliar, Rp1 miliar, bahkan ada yang hanya tersisa Rp750 juta.

Menurut dia, kondisi keuangan yang hanya tersisa sedikit yang dimiliki Pemda karena saat ini sudah akhir tahun. Dia pun sudah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, yang langsung direspons dengan penyaluran anggaran sebesar Rp4 miliar bagi masing-masing kabupaten terdampak bencana.

Kondisi dan dampak terkini pasca bencana banjir dan tanah longsor di Kota Padang

"Sangat surprise kami, saya sangat berterima kasih betul atas nama rekan-rekan kepala daerah ya terutama yang 52 kabupaten ditambah 3 gubernur, karena beliau (Presiden) menyampaikan langsung bukan Rp2 miliar tapi dibantu Rp4 miliar," kata Tito di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan bahwa penyaluran uang tersebut diperkirakan akan sampai kepada rekening pemda pada hari ini maupun besok, Rabu, 10 Desember 2025.

Untuk mengelola anggaran itu, dia pun sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh daerah agar dana tersebut betul-betul dipakai untuk kebutuhan masyarakat yang mengungsi.

"Karena spesifik gitu ya. Masalah kebutuhan perempuan, masalah popok, pampers, kemudian ada yang minta sabun, detergen, sampo, lain-lain itu bisa diambil dari situ. Plus cadangan punya pemerintah daerah sendiri BTT yang masih ada," katanya.

Menurut dia, seluruh kepala daerah perlu mempertanggungjawabkan tambahan anggaran dari Presiden tersebut dan jangan sampai disalahgunakan. Dia menegaskan anggaran itu harus digunakan hanya untuk kepentingan rakyat.

"Bapak Presiden minta jangan sampai mengambil kesempatan di tengah-tengah kesempitan, kesulitan rakyat. Ini sanksinya akan sangat berat, dunia akhirat," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menganggarkan Rp4 miliar per kabupaten/kota untuk menangani dampak bencana di daerahnya masing-masing setelah sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diterjang banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025.

Banjir merendam salah satu desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat

Banjir merendam salah satu desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat

Alokasi Rp4 miliar yang diberikan oleh Presiden Prabowo itu berawal dari permintaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengajukan permohonan dukungan anggaran pemerintah pusat kepada 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana dalam rapat koordinasi penanganan dampak bencana Sumatra di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Minggu, 7 Desember 2025 malam. (Ant)