Lirik Lagu Untukmu dari Raisa yang Kisahkan Rindu kepada Ibu

Raisa, ibunda Raisa, Ria Mariaty, lirik Lagu, lirik lagu, Lagu Untukmu, ibunda raisa, lirik Lagu Untukmu, Lirik Lagu Untukmu dari Raisa yang Kisahkan Rindu kepada Ibu

Lagu Raisa yang berjudul “Lagu Untukmu” menceritakan tentang sosok sang ibunda.

Penyanyi yang memiliki sapaan akrab Yaya ini mengungkapkan kisah di balik pembuatan lagu tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, beberapa tahun lalu.

“Lagi ini sangat sederhana memang tentang kerinduan seorang anak pada ibunya,” ujar Raisa saat itu, seperti dikutip Antara, Kamis (31/5/2018).

“Yang sedikit berbeda lagu ini cukup spesifik bicara kerinduan anak yang sudah dewasa. Ingin ketemu ibu, tapi enggak seleluasa itu,” ungkapnya.

Raisa berkisah lagu ini berawal dari kepulangannya ke rumah orangtuanya di suatu waktu lalu.

Semenjak menikah dengan Hamish Daud, dia tinggal terpisah dengan ibunya.

"Emang sudah lama enggak pulang ke rumah orangtua, sudah beberapa bulan. Sekali pulang ada ayah dan kakak, tapi ibu enggak ada, lagi di Bandung. Kok ada kehampaan," tuturnya.

Lagu tersebut sekarang mungkin akan sangat terasa melankolis usai kepergian ibunda Raisa untuk selamanya.

Ria Mariaty, ibunda Raisa menutup usia pada Sabtu (29/11/2025) pukul 07.19 WIB di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, setelah berjuang melawan kanker paru.

Ibunda Raisa dimakamkan di Taman Pemakaman Muslim Cinere-Gandul, Cinere, Depok, di hari yang sama pada siangnya.

Raisa, ibunda Raisa, Ria Mariaty, lirik Lagu, lirik lagu, Lagu Untukmu, ibunda raisa, lirik Lagu Untukmu, Lirik Lagu Untukmu dari Raisa yang Kisahkan Rindu kepada Ibu

Ibunda Raisa Andriana, Ria Mariaty, mendapatkan vonis kanker paru-paru stadium 4 setelah berbulan-bulan berjuang untuk mendapatkan diagnosis tepat.

Simak berikut lirik Lagu Untukmu yang diciptakan Raisa untuk ibunda.

Lirik Lagu Untukmu

Setiap 'ku mendengar kalimat

"Sayang, apa kabarmu?"

Sungguh remuk rasa hatiku

Membuatmu harus bertanya

Tak akan lama

Takkan kuingkari lagi

Ku segera berlari

Tak perlu menunggu

Ku 'kan datang hari ini

Pulang ke pelukanmu

Tenteramnya telinga yang mendengar

Tanpa menghakimi

Secangkir kopi hangat

Yang kita hirup berdua

Gurauan dalam petuahmu

Ibu, ibu, ibu, aku rindu

Sungguh sulit buatmu percaya

Tiada yang berubah

Bulan yang terus silih berganti

Belum juga kucium tanganmu

Tak akan lama

Tak akan kuingkari lagi

Ku segera berlari

Tak perlu menunggu

Ku 'kan datang hari ini

Pulang ke pelukanmu

Tenteramnya telinga yang mendengar

Tanpa menghakimi

Secangkir kopi hangat

Yang kita hirup berdua

Gurauan dalam petuahmu

Ibu, ibu, ibu, aku rindu

Hanya kau tempat

Di mana aku menjadi diriku sendiri

Pulang ke pelukanmu

Tenteramnya telinga yang mendengar

Tanpa menghakimi

Secangkir kopi hangat

Yang kita hirup berdua

Gurauan dalam petuahmu

Ibu, ibu, ibu, aku rindu

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang