Kata Mauricio Souza Usai Persija Hancurkan PSIM
Persija Jakarta menciptakan malam penuh euforia di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Menjamu PSIM, Macan Kemayoran tampil menggigit sejak menit awal dan menutup duel dengan kemenangan meyakinkan 2-0, tepat di hari ulang tahun klub yang ke-97.
Atmosfer sudah panas sejak kick-off. Persija langsung menggempur pertahanan PSIM dengan empat hingga lima peluang emas.
Namun efektivitas masih menjadi masalah utama, membuat babak pertama berakhir tanpa gol. Di belakang, lini pertahanan tampil disiplin dan sukses meredam setiap tekanan tim tamu.
Memasuki paruh kedua, tekanan Persija tak mereda. Allano Lima hampir membuka keunggulan lewat situasi one-on-one, namun sepakan sang bomber masih menyamping tipis. Macan Kemayoran terus menekan hingga akhirnya tembok PSIM runtuh juga.
Gol yang dinanti publik Jakarta lahir pada menit ke-77. Berawal dari kelincahan Witan Sulaeman, bola disodorkan kepada Maxwell Souza yang langsung melepaskan sepakan mendatar terukur. Bola meluncur mulus dan GBK pun pecah dalam sorak.
Belum cukup sampai di situ, Persija menambah luka PSIM di menit 90+6. Kali ini Allano Lima yang sukses mencatatkan nama di papan skor. Menerima umpan mendatar dari Alan Cardoso, Allano menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper lawan. Skor 2-0 menutup malam penuh kebanggaan.
Pelatih Mauricio Souza tak bisa menyembunyikan kepuasannya. “Kami tampil konsisten hari ini. Tekanan tinggi, fokus penuh, dan kami membuat lawan tidak punya ruang. Ini adalah bukti bahwa ketika Persija bermain dengan intensitas maksimal, kami sangat kuat,” ujar Mauricio.
Ia juga memberikan kredit khusus untuk Allano.“Dedikasinya luar biasa, tapi bukan hanya dia. Banyak pemain yang tampil fantastis. Kami memang pantas menang.”
Meski demikian, Mauricio mengingatkan bahwa PSIM bukan lawan sembarangan. “Mereka tim peringkat empat, terorganisir dengan baik. Kami harus waspada sepanjang 90 menit, dan para pemain menjalankan itu dengan baik,” tutupnya.
Persija bukan hanya meraih tiga poin, tetapi juga menghadirkan kado ulang tahun terindah: kemenangan, atmosfer luar biasa, dan pesan jelas bahwa Macan Kemayoran belum kehilangan taringnya.