Konsumen Mobil Mewah Mulai Tunda Pembelian, Ini Penyebabnya
Di Indonesia, penjualan mobil mewah secara retail atau distribusi dari diler ke konsumen alami penurunan cukup tajam yakni 33 persen.
Sepanjang Oktober 2025, penjualan retail mobil mewah hanya 391 unit. Jika dibandingkan di September angkanya bisa tembus 588 unit.
Situasi ekonomi bukan jadi faktor utama yang menyebabkan penurunan penjualan mobil mewah, bahkan cenderung tidak terlalu berpengaruh di konsumen kelas atas.
Namun ada hal lain yang turut bermain. Menurut bos RMA Indonesia selaku Agen Pemegang Merek (APM) Ford di Indonesia, kebijakan internasional jadi salah satu biang keroknya.

“Jadi saya merasa ada sedikit keraguan di pasar (mobil mewah), karena orang mengatakan bahwa mungkin tarif (impor) akan turun untuk produk-produk yang datang dari Amerika Serikat,” kata Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia di Jakarta belum lama ini.
Menurut Roelof, hal tersebut turut berperan dalam penerimaan produk teranyar mereka yakni Ford Mustang di Indonesia.
Perlu diketahui, lini kendaraan Ford diimpor utuh atau berstatus Completely Built Up (CBU) dari Thailand. Misalnya Ford Ranger dan Everest.
Hanya mobil sport ikonik mereka, Ford Mustang dikirim langsung ke Indonesia dari Amerika Serikat.
Roelof mengungkapkan banyak orang menanti banderol mobil mewah dari AS seperti Ford Mustang bisa mengalami penurunan dan jadi opsi menarik buat konsumen.
Sehingga beberapa di antaranya memutuskan untuk melakukan penundaan pembelian sambil menunggu regulasi yang dimaksud berdampak ke harga mobil.
Dirinya pun mengaku tidak dapat memastikan apakah harga Ford Mustang di masa mendatang bisa turun imbas adanya perjanjian dagang baru.

“Ya saya masih perlu melihat lebih lanjut. Kami tidak tahu kapan ini akan terjadi, masih banyak spekulasi,” tegas Roelof.
Sama seperti Ford, pengumuman perjanjian IEU-CEPA yang mengatur tarif impor kendaraan dari Eropa ke Indonesia juga sempat jadi pembicaraan.
Meskipun merek seperti BMW menyambut baik keputusan tersebut, hingga sekarang belum ada pengumuman resmi soal penyesuaian harga mobil mewah BMW pasca perjanjian ini.