BTN Resmi Pisahkan Unit Usaha Syariah ke Bank Syariah Nasional
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) alias BTN resmi melakukan pemisahan (spin-off) unit usaha syariah (UUS) kepada PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Hal itu disampaikan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara BTN, Jakarta.
"Hari ini seluruh pemegang saham BTN menyetujui UUS BTN, yang jadi bagian dari BTN selama ini, kita pisahkan," kata Nixon, Selasa, 18 November 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu
Dia menjelaskan, setelah spin-off, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan resmi dialihkan ke BSN. Proses finalisasi pelimpahan tersebut akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, atau sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS.
Dengan penggabungan tersebut, maka aset BSN mencapai Rp71,3 triliun, menjadikannya bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Indonesia.
“Setelah kita pisahkan, kita transfer atau alihkan ke BSN, di mana BSN sebelumnya telah diakuisisi oleh BTN dengan nama lama Bank Victoria Syariah,” ujarnya.
Sebelumnya pada Juni 2025, BTN telah mengakuisisi saham mayoritas PT Bank Victoria Syariah (BVIS). Kemudian pada Agustus 2025, BVIS melalui RUPSLB sepakat mengubah nama perseroan menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Nixon menambahkan, BTN juga akan melakukan penambahan modal kepada BSN sehingga nantinya menjadi sekitar Rp 6 triliunan.
Selain agenda pemisahan UUS sebagai mata acara rapat pertama, RUPSLB pada Selasa juga menyepakati perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan pemisahan UUS yang berlaku pada tanggal efektif pemisahan.
Diketahui, BTN sebagai bank umum konvensional (BUK) wajib melakukan pemisahan UUS karena telah memenuhi batas total nilai aset UUS sejak kuartal IV 2023, sesuai dengan ketentuan Pasal 59 POJK Nomor 12 Tahun 2023.
Berdasarkan laporan keuangan BTN tahun buku 2023 yang dipublikasikan pada kuartal I 2024, tercatat UUS BTN memiliki total aset sebesar Rp 54,3 triliun. Adapun per kuartal III 2025, aset UUS BTN naik menjadi Rp 68,36 triliun.