TNI Ungkap Tugas 20.000 Prajurit yang Dikirim ke Jalur Gaza

pengiriman pasukan ke Gaza, Sjafrie Sjamsoeddin, menteri pertahanan sjafrie sjamsoeddin, TNI kirim pasukan ke Gaza, pengiriman pasukan ke gaza, tni kirim pasukan perdamaian ke gaza, tni kirim pasukan ke palestina, TNI Ungkap Tugas 20.000 Prajurit yang Dikirim ke Jalur Gaza

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, TNI akan mengirim 20.000 prajurit ke Jalur Gaza, Palestina.

Ia menjelaskan, pengerahan prajurit dimaksudkan untuk misi perdamaian di Gaza.

TNI telah menyiapkan prajurit yang mempunyai kompetensi tinggi dan pengalaman luas dalam tugas kemanusiaan.

Freddy menjelaskan bahwa para prajurit yang akan ditugaskan di Gaza sudah terbiasa menjalankan operasi militer selain perang (OMSP), baik di dalam maupun luar negeri.

"Personel ini berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP dan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Freddy dikutip dari Antara, Sabtu (15/11/2025).

“Kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, hingga operasi di berbagai medan sudah terbentuk," tambahnya.

Tugas 20.000 Prajurit TNI di Gaza

Freddy menjabarkan bahwa 20.000 personel yang akan dikirim terdiri dari pasukan di bidang kesehatan dan satuan Zeni.

Pasukan juga bertugas untuk membuka layanan kesehatan bagi warga terdampak konflik dan membangun infrastruktur, seperti fasilitas umum.

Meski begitu, TNI masih menunggu persetujuan dari pemerintah dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pengiriman pasukan ke Gaza

“Kita siapkan seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergency, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” jelas Freddy.

Proses Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memiliki dua jalur untuk mendapatkan restu pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. 

Restu ini penting agar pengiriman pasukan dapat berjalan lancar.

"Ada dua alternatif. Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," kata Sjafrie saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Sabtu (15/11/2025).

Indonesia dan PBB sendiri telah lama bekerja sama dalam pengiriman pasukan perdamaian ke beberapa daerah konflik, termasuk Afrika dan Lebanon. 

Sjafrie menjelaskan bahwa diperlukan pendekatan dan komunikasi antar-kepala negara agar tercipta kesepakatan tingkat internasional untuk mendapat restu dari PBB.

Selain itu, Indonesia juga perlu mendapatkan dukungan dari negara-negara yang dianggap kompeten terkait konflik di Gaza.

"Bagi negara-negara Arab, yaitu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar dan Uni Emirat Arab, kalau itu menyatakan silahkan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan," jelas Sjafrie.

"Tentu saja (termasuk) Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini," kata Sjafrie.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.