Sambut Mobil Otonom, Lampu Lalu Lintas Diusulkan Warna Baru

 Peneliti dari North Carolina State University mengusulkan penambahan lampu lalu lintas. Warna putih disarankan untuk menyambut berkembangnya mobil otonom.

Lampu lalu lintas putih diyakini membuat mobil nirkemudi saling berkomunikasi.

Dikatakan bahwa kendaraan otonom terhubung dengan CAV (Connected Autonomous Vehicle). Dengan peran sebagai pengatur lalu lintas bergerak.

Apabila jumlah mobil nirkemudi jumlahnya memenuhi syarat. Maka lampu putih otomatis menyala.

Setiap mobil otonom bakal berkomunikasi dan bernegosiasi satu sama lain. Dalam hal menentukan jalur dan waktu melintas paling efisien.

Sehingga tabrakan antar kendaraan bisa dihindari. Selain itu mampu mencegah perhentian yang tidak diperlukan.

Hal ini disebut oleh para peneliti sebagai koordinasi terdistribusi. Namun ketika jumlah kendaraan otonom sedikit, lampu lalu lintas berfugsi normal (merah, kuning dan hijau).

“Konsep yang kami usulkan untuk lampu lalu lintas disebut fase putih. Memanfaatkan kekuatan komputasi kendaraan otonom itu sendiri,” kata Ali Hajbabaie, salah satu peneliti dikutip dari Carscoops (11/11).

Lebih jauh disampaikan jika fase putih menggabungkan sinyal lalu lintas baru. Sehingga para pengemudia manusia mengetahui apa yang harus dilakukan.

Lampu merah, kuning dan hijau berfungsi seperti biasa. Namun putih memberi tahu manusia apa yang harus dilakukan.

Pengendara manusia diminta untuk mengikuti mobil di depan mereka saja.