Curhat Menyedihkan Lewis Hamilton di Ferrari
Lewis Hamilton frustrasi berat usai gagal finis di Grand Prix Brasil 2025. Pembalap Inggris itu mengaku sedang “hidup dalam mimpi buruk” selama membela Ferrari, menyusul hasil mengecewakan di sirkuit Interlagos, Sao Paulo, akhir pekan lalu.
Padahal, kerja sama antara Hamilton dan Ferrari semula digadang-gadang menjadi duet paling ikonik dalam sejarah Formula 1 — pebalap tersukses sepanjang masa bergabung dengan tim paling legendaris. Namun kenyataannya jauh dari harapan.
“Ini mimpi buruk, dan saya sudah lama hidup di dalamnya,” ujar Hamilton muram, dikutip dari Mirror UK, Senin 10 November 2025.
Ferrari, yang terakhir kali meraih gelar juara dunia konstruktor pada 2008, kembali terpuruk musim ini. Harapan besar muncul ketika Hamilton, sang juara dunia tujuh kali, resmi bergabung untuk musim 2025. Namun, performa Ferrari justru menurun drastis di paruh kedua musim.
Pebalap berusia 40 tahun itu sempat memberi harapan dengan kemenangan di Sprint Race Shanghai pada Maret lalu. Namun sejak saat itu, podium seakan menjauh darinya.
Bahkan musim ini menjadi salah satu yang terburuk dalam kariernya—Hamilton belum sekalipun naik podium di ajang Grand Prix utama.
Di Brasil, negara yang dikenal sangat mencintainya, Hamilton kembali menemui nasib sial. Start dari posisi luar 10 besar, ia terlibat insiden di lap pertama setelah menyenggol mobil Franco Colapinto (Alpine). Steward balapan menyatakan Hamilton “sepenuhnya bertanggung jawab” atas tabrakan tersebut.
Meski mendapat penalti lima detik, kerusakan pada mobil Ferrari SF-25 miliknya membuat ia akhirnya mundur di lap ke-40.
“Ini akhir pekan yang benar-benar buruk dan mengecewakan untuk semua orang di tim,” ujar Hamilton. “Saya berusaha tetap positif, tapi sulit ketika hasilnya seperti ini. Rasanya seperti berada di antara mimpi dan mimpi buruk — membela tim besar, tapi tak bisa berbuat banyak.”
Ferrari harus menelan pil pahit ganda. Rekan setim Hamilton, Charles Leclerc, juga gagal finis setelah mobilnya ditabrak Kimi Antonelli yang terpental akibat senggolan dengan Oscar Piastri. Akibatnya, ban depan kiri mobil Leclerc terlepas dan ia terpaksa menghentikan balapan lebih awal.
Kegagalan ganda ini membuat Ferrari turun ke posisi keempat di klasemen konstruktor, tertinggal dari Mercedes dan Red Bull.
Hamilton disebut telah meminta maaf langsung kepada tim atas performa buruknya di sesi kualifikasi maupun balapan. Meski begitu, ia menegaskan akan terus berusaha menjaga semangat hingga akhir musim.
“Saya tahu ini masa-masa sulit. Tapi saya harus tetap mengangkat kepala, tetap profesional, dan terus mencoba memberikan yang terbaik untuk Ferrari,” ucapnya.
Musim 2025 akan segera berakhir, dan Ferrari kini menatap awal baru di musim 2026 dengan regulasi mesin serta mobil baru. Namun bagi Hamilton, perjalanan dengan tim asal Maranello ini tampaknya menjadi fase paling berat dalam karier gemilangnya di Formula 1.