Peran Vinfast Dalam Mendukung Transisi Mobilitas Bersih

 Era elektrifikasi dalam sektor transportasi terus berkembang. Terutama pada kendaraan listrik pribadi juga terus mendapat respon positif masyarakat Tanah Air.

Adanya kebijakan pemerintah turut andil dalam hal meningkatkan minat konsumen. Sementara pabrikan tidak hanya memasarkan produk berkualitas, namun ikut terlibat dalam menghadirkan ekosistem EV.

Vinfast menjadi salah satu merek yang menawarkan mobil listrik di Indonesia. Tidak hanya itu, brand asal Vietnam ini juga turut mengembangkan ekosistem kendaraan setrum di dalam negeri.

Masuknya Vinfast ke pasar otomotif Tanah Air pada 2024. Pergerakan lini bisnis merek ini terbilang masif dengan waktu singkat.

Vinfast

“Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi terbesar dan bonus demografi yang kuat. Adopsi kendaraan listrik memang masih rendah namun tahun ini menunjukkan pertumbuhan pesat,” ungkap Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.

Guna menunjukkan komitmen, Vinfast berencana untuk membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) sebanyak 63 ribu di Indonesia.

Lalu di ASEAN sendiri akan hadir 100 ribu SPKLU yang tersebar di Indonesia, Filipina dan Vietnam. Adapun angka di atas dicanangkan akan terwujud secara keseluruhan padaa 2030.

Guna mewujudkan hal tersebut, Vinfast menggandeng Streego untuk perluasan infrastruktur pengisian daya mobil listrik.

Di Indonesia investasi yang dikucurkan Vinfast untuk membangun SPKLU mencapai 1.2 miliar dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 18.6 triliun.

Lalu untuk bisa menggaet para sejumlah program menarik diselenggarakan. Seperti sistem sewa baterai.

Walhasil konsumen bisa lebih berhemat dalam pengeluaran sehari-hari. Bahkan diklaim jika para pelanggan bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp 74 jutaan.

Kemudian upaya untuk mendekatkan diri dengan konsumen di dalam negeri, Vinfast terus memperbanyak diler resmi.

Hingga saat ini Vinfast sudah memiliki 22 diler yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Sedangkan jaringan purna jual, ditargetkan akan mencapai 500 workshop, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga.

Vinfast VF3

“Salah satu strategi untuk kami ekspansi dengan mengembangkan ekosistem ke seluruh Indonesia.” ungkap Kariyanto.

Menyoal investasi sendiri, Vinfast tengah merampungkan pabrik perakitan mobil di kawasan Subang, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut dikatakan akan mulai uji coba pada Desember 2025. Adapun investasi pabrik disebutkan mencapai Rp 3.5 triliun.