Top 5+ Startup Ini Dilirik Grab

Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya.
Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia Rivana Mezaya.

Lima startup terpilih mendapatkan kesempatan untuk menampilkan booth showcase dan berkesempatan melakukan pitching di hadapan para investor, jajaran eksekutif Grab, serta pakar industri.

Sebagai program percepatan, GVV fokus sebagai scale-up engine bagi startup post-seed—yaitu perusahaan rintisan (startup) yang telah menerima pendanaan awal, memiliki produk yang operasional, dan bersiap untuk ekspansi.

Grab memberikan jalur piloting langsung ke dalam ekosistem Grab, dimana para startup dapat langsung terpapar dengan jutaan pengguna, mitra pengemudi (ojol/ojek online), dan merchant milik rival Gojek tersebut.

Dalam program ini, para startup mendapat pendampingan intensif dari eksekutif serta pakar industri untuk memperkuat product–market fit, unit economics, dan kesiapan pendanaan.

Kelima startup yang terpilih adalah Casion, fokus untuk memperkuat infrastruktur serta layanan kendaraan listrik. Jejakin, startup penyedia platform pemantauan jejak karbon untuk pelaku usaha. Liberty Society, startup upcycling yang menghadirkan solusi sirkular sekaligus pemberdayaan perempuan.

Lalu, Rekosistem, startup pengelolaan dan daur ulang sampah dengan rantai pasok yang dapat ditelusuri, dan Sirsak, startup yang menghadirkan solusi Extended Producer Responsibility (EPR) untuk sampah kemasan dan akses energi surya bagi UMKM.

"GVV Batch 8 selaras dengan komitmen kami dalam mendukung target pengurangan emisi dan praktik bisnis yang bertanggung jawab," ungkap Rivana. Kelima startup terpilih ini akan menjalani rangkaian program strategis selama 4 bulan mulai dari kick-off pada 12 Agustus hingga November 2025.

Berkesempatan untuk berintegrasi di dalam ekosistem Grab, para startup terpilih dapat menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, mulai dari penggunaan kemasan ramah lingkungan hingga operasional bisnis yang lebih hijau dan efisien.