OriginOS 6 Resmi Gantikan Funtouch OS, Vivo Siap Saingi One UI dan iOS dengan Desain dan AI Canggih
Selama bertahun-tahun, pengguna global Vivo sering merasa berada di posisi kedua. Sementara pasar Tiongkok menikmati sistem OriginOS yang inovatif dan elegan, pengguna internasional harus puas dengan Funtouch OS yang mulai terasa usang. Namun, situasi itu kini berubah total dengan peluncuran OriginOS 6, sistem operasi berbasis Android 16 yang menandai era baru bagi ekosistem Vivo.
Peluncuran OriginOS 6 bukan sekadar perubahan tampilan, melainkan transformasi penuh yang mengubah cara ponsel Vivo berinteraksi dengan penggunanya. Ini adalah langkah besar Vivo dalam menyatukan pengalaman global yang selama ini terpisah antara versi Tiongkok dan versi internasional.
Selama ini, Vivo menjalankan dua antarmuka berbeda, OriginOS untuk Tiongkok dan Funtouch OS untuk pasar global. Strategi tersebut awalnya masuk akal karena menyesuaikan kebutuhan tiap wilayah, tetapi juga menciptakan kesenjangan yang cukup lebar. Kini, OriginOS 6 menyatukan kedua dunia itu.
Mengutip Gizmochina, Vivo memastikan pengguna internasional tidak lagi mendapat versi "ringan" dari produk unggulannya. Semua fitur, tampilan visual, hingga kemampuan AI hadir sama seperti di Tiongkok — tanpa bloatware dan tanpa batasan regional.
Desain “Light and Shadow Space” yang Mewah dan Dinamis
Begitu pertama kali membuka perangkat dengan OriginOS 6, pengguna langsung disambut antarmuka yang benar-benar baru. Desainnya terinspirasi oleh cahaya dan gerakan alami, dengan konsep visual yang disebut Light and Shadow Space. Efek transparansi, kedalaman, dan pantulan cahaya membuat setiap layar terasa hidup.
Ada pula jenis huruf baru, Vivo Sans2, yang mendukung lebih dari 40 bahasa — sebuah bukti bahwa sistem ini benar-benar dirancang untuk pengguna global.
Tak hanya estetika, performanya pun meningkat signifikan. Berkat teknologi Blue River Smooth Engine, stabilitas frame meningkat 11%, sedangkan Dual-Path Rendering mempercepat peluncuran aplikasi. Vivo bahkan mengklaim sistem ini bisa tetap mulus digunakan hingga lima tahun dan sudah mendapat sertifikasi SGS.
Fitur AI yang Benar-benar Berguna
AI menjadi fokus utama dalam OriginOS 6, bukan sekadar hiasan pemasaran. Berkolaborasi dengan Google, Vivo mengintegrasikan teknologi Gemini dan Circle langsung ke sistem. Pengguna cukup menekan dan menahan layar untuk mengenali produk, menyalin alamat, atau meringkas teks menggunakan fitur “Little V Memory”.
Salah satu elemen paling menarik adalah Origin Island, panel dinamis di bagian atas layar yang berfungsi mirip Dynamic Island milik Apple. Pengguna bisa menyeret file, berpindah aplikasi, hingga melakukan tindakan cepat seperti menelepon atau menyimpan nomor — semua tanpa harus membuka aplikasi tambahan.
Ekosistem Terhubung dan Lebih Cerdas
Vivo juga memperkuat konektivitas lintas perangkat melalui Shake to Share, yang memungkinkan transfer file antarponsel tanpa Wi-Fi. Ada juga Small Window 2.0 yang memungkinkan aplikasi tetap berjalan di mobil, serta Office Kit dan One-Tap Transfer untuk sinkronisasi mudah antara ponsel, PC, dan tablet.
Fitur BlueVolt turut disempurnakan untuk pengisian daya yang lebih aman dan efisien, sementara Vivo Security Framework menawarkan perlindungan bertenaga AI dari chip hingga cloud, dengan sertifikasi resmi dari CAICT, DNV, dan ioXt.
Langkah Global yang Berani
Dengan OriginOS 6, Vivo tak lagi sekadar mengikuti tren, tapi menantang dominasi Samsung One UI dan Apple iOS. Ini adalah bukti keseriusan perusahaan untuk memberikan pengalaman premium kepada pengguna di seluruh dunia tanpa perbedaan regional.
Kini, semua pengguna Vivo, dari Asia hingga Eropa akan merasakan sistem operasi yang sama: cepat, elegan, aman, dan penuh inovasi. OriginOS 6 bukan hanya pengganti Funtouch OS, melainkan simbol kesetaraan dan ambisi global Vivo untuk menempatkan diri sejajar dengan raksasa industri smartphone dunia.