Qualcomm Resmi Akuisisi Arduino, Platform Open-source untuk Proyek Elektronik
Produsen chip asal San Diego, Qualcomm, resmi mengakuisisi Arduino, pada Selasa (7/10/2025). Arduino adalah platform elektronik open-source yang digunakan untuk membuat berbagai proyek berbasis mikrokontroler, misalnya robot, sensor suhu, sistem keamanan, dan lain-lain.
Perangkat open-source Arduino sering digunakan untuk merancang serta membuat perangkat elektronik dan software.
Pengumuman akuisisi ini disampaikan dalam konferensi bersama di tanah kelahiran Arduino, Italia. Dalam kesempatan yang sama, Arduino sekaligus memperkenalkan produk baru mereka yang bernama Arduino UNO Q.
Tidak disebutkan berapa nilai akuisisi ini. Namun, menurut laporan outlet media The Register, keputusan Qualcomm mengakuisisi Arduino yaitu untuk memberdayakan pengembang (developer) dengan memberikan akses ke portofolio teknologi dan produk mutakhir milik Qualcomm.
Selain itu, lewat akuisisi ini, perusahaan juga berharap bisa memasukkan teknologinya ke dalam proyek-proyek Arduino yang banyak digunakan di sistem komersial maupun industri.
"Kami akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dari kemitraan Arduino ini, karena kami terutama merupakan perusahaan B2B, dan kami perlu lebih mudah diakses oleh komunitas pengembang," ujar Nakul Duggal, Manajer Umum Qualcomm Group untuk Otomotif, Industri, dan Embedded IoT.
Arduino tetap bisa gunakan chip lain
Meski Arduino resmi berada di bawah naungan Qualcomm, perusahaan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap independen dalam mempertahankan merek, perangkat, dan misi.
Kedua perusahaan juga menyebut bahwa ekosistem Arduino yang perangkat lunak dan kerasnya kompatibel ke chip perusahaan lain, akan terus terbuka dan mendukung chip dari berbagai produsen lain di luar Qualcomm.
Hal ini karena Arduino banyak digunakan oleh pelajar, mahasiswa, hingga insinyur, yang selama ini menggunakan platform tersebut untuk belajar dan mengembangkan prototipe perangkat elektronik.
Luncurkan Arduino UNO Q
Arduino UNO Q hadir dengan arsitektur dual-brain yang menggabungkan CPU untuk menjalankan Debian Linux, serta (MCU) untuk tugas real-time.
Bersamaan dengan pengumuman akuisisi ini, Arduino juga meluncurkan perangkat baru bernama Arduino UNO Q. Perangkat anyar ini diklaim sebagai yang paling canggih.
Arduino UNO Q hadir dengan arsitektur "dual-brain" yang menggabungkan CPU untuk menjalankan Debian Linux, serta (MCU) untuk tugas real-time. Kombinasi keduanya diyakini mampu menjembatani komputasi berkinerja tinggi dengan kontrol real-time.
Perangkat ini ditenagai chip Qualcomm Dragonwing QRB2210 dengan empat inti CPU Kryo, GPU Adreno 702, dan dual-core DSP (digital signal processor).
UNO 1 juga dilengkapi berbagai fitur konektivitas, meliputi Bluetooth dan WiFi, penyimpanan flash eMMC, dan konektor header Arduino yang kompatibel dengan pelindung UNO.
Pengguna juga bisa menggunakan perangkat UNO Q sebagai komputer mandiri, yakni dengan menghubungkan keyboard, mouse, dan layar layaknya Raspberry Pi.
UNO Q juga bisa dijalankan dalam mode terhubung ke PC yang lebih tradisional. Dalam hal ini, perangkat dapat terhubung ke komputer yang menjalankan lingkungan pengembang.
Perangkat Arduino UNO Q sendiri akan ditawarkan dalam dua varian. Model pertama dengan RAM 2 GB dan penyimpanan 16 GB eMMC, dijual dengan harga 39 euro (sekitar Rp Rp 752.836).
Sementara versi RAM 4 GB dan eMMC 32 GB, akan siap dipesan mulai bulan November 2025 seharga 53 euro (sekitar Rp 1 jutaan), sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Register, Rabu (8/10/2025).
Hadirkan App Lab
Selain merilis Arduino UNO Q, perusahaan juga memperkenalkan sebuah lingkungan pengembangan baru yang disebut dengan App Lab.
Lingkungan ini berfungsi untuk membantu pengembang Arduino dalam menjembatani kesenjangan antara bahasa pengkodean (coding) yang digunakan dalam robot dan bahasa yang digunakan dalam sistem kecerdasan buatan yang lebih kompleks.
App Lab juga diketahui bisa terhubung ke Edge Impulse, platform AI yang diakuisisi Qualcomm pada awal tahun 2025 lalu.
Lewat koneksi ini, pengguna disebut bisa mengimpor model yang telah mereka latih sebelumnya dari platform pengembang AI Hub Qualcom.
Secara keseluruhan, langkah-langkah di atas dinilai menunjukkan upaya Qualcomm dalam memanfaatkan akuisisi Arduino sebagai cara untuk mendorong model AI dan perangkat kerasnya ke banyak perangkat edge.
Dengan begitu, ke depannya, model AI dan perangkat keras tersebut diharapkan bisa menjadi area utama untuk penerapan AI di masa depan.
"Bergabung dengan Qualcomm Technologies memungkinkan kami untuk meningkatkan komitmen kami terhadap aksesibilitas dan inovasi," kata kepala eksekutif Arduino, Fabio Violante, dalam sebuah pernyataan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.