AI Gemini Nano Banana Makin Canggih, Dukung 10 Format Rasio Gambar

Google, gemini, rasio, model AI, Prompt, flash image, nano banana, gemini nano banana, tren foto viral, AI Gemini Nano Banana Makin Canggih, Dukung 10 Format Rasio Gambar

Tren foto ajaib seperti berpose dengan idol K-Pop, berfoto bersama orang tua yang sudah wafat, hingga membuat potret diri versi kecil atau hasil ala studio, sempat ramai di media sosial.

Di balik tren itu, ada satu "otak" AI yang diam-diam jadi favorit banyak orang, yakni Gemini 2.5 Flash Image alias Nano Banana. Model kecerdasan buatan bikinan Google yang khusus untuk menghasilkan dan mengedit gambar.

Kini, Google menyempurnakan teknologi ini dengan dukungan 10 rasio gambar berbeda. Mulai dari sinematik lebar (21:9), standar layar (16:9, 4:3, 3:2), kotak (1:1), hingga potret untuk media sosial (9:16, 3:4, 2:3). Ada juga format fleksibel 5:4 dan 4:5.

Sebelumnya, pengguna hanya bisa membuat gambar dalam format terbatas, bahkan sepengalaman KompasTekno tak jarang rasio gambarnya "suka-suka"  Gemini. Namun, kini Gemini Nano Banana mampu menghasilkan visual dalam 10 pilihan rasio.

Dengan ini, baik kreator konten, desainer, maupun pengguna awam bisa langsung menyesuaikan hasil dengan kebutuhan.

Mau bikin poster bioskop, unggahan Instagram Story/feed, hingga wallpaper ponsel, semua bisa lebih pas tanpa harus repot memotong atau mengedit gambar lagi.

Google, gemini, rasio, model AI, Prompt, flash image, nano banana, gemini nano banana, tren foto viral, AI Gemini Nano Banana Makin Canggih, Dukung 10 Format Rasio Gambar

Gemini Nano Banana kini didukung 10 rasio gambar berbeda. Mulai dari sinematik lebar (21:9), standar layar (16:9, 4:3, 3:2), kotak (1:1), hingga potret untuk media sosial (9:16, 3:4, 2:3). Ada juga format fleksibel 5:4 dan 4:5.

Di blog resminya, Google menyebut, keunggulan Nano Banana bukan hanya soal rasio gambar, tapi juga kemampuannya menjaga konsistensi karakter. Sesuatu yang kata Google sulit dicapai model lain.

Misalnya, jika pengguna membuat rangkaian foto dengan wajah sama, Nano Banana bisa memastikan ekspresi, gaya, dan detailnya tetap konsisten dari satu gambar ke gambar lain.

Gemini 2.5 Flash Image juga sanggup menggabungkan beberapa foto, melakukan penyuntingan spesifik hanya dengan instruksi bahasa alami, serta memanfaatkan “pengetahuan dunia” yang sangat luas untuk menghasilkan gambar yang relevan.

Berikut detail kemampuan yang ditawarkan model AI Gemini Nano Banana:

  • Konsistensi karakter: Bisa menempatkan karakter atau objek yang sama ke berbagai latar berbeda tanpa mengubah penampilan aslinya. Misalnya, tokoh kartun yang sama bisa dibuat muncul di beberapa adegan dengan ekspresi dan detail yang konsisten.
  • Edit berbasis perintah teks: Pengguna cukup mengetik instruksi sederhana untuk mengedit gambar. Contohnya, mengganti warna baju, menghapus seseorang dari foto, menambahkan objek baru, hingga memberi warna pada foto hitam-putih.
  • Multi-image fusion: Menggabungkan beberapa foto ke dalam satu hasil. Misalnya, sofa dari satu foto bisa dipindahkan ke ruang tamu dari foto lain dengan warna dinding sesuai palet tertentu.
  • Pengetahuan dunia nyata: Model ini diklaim memahami konteks visual dan informasi dunia, sehingga bisa digunakan untuk hal-hal edukatif, seperti membaca diagram buatan tangan lalu menjelaskannya.

Selain itu, kualitas visual yang dihasilkan disebut lebih natural dan tajam hingga 1.024 piksel.

Tak heran kalau kemudian lahir berbagai tren di media sosial Indonesia. Dari foto bareng idol K-Pop favorit, foto nostalgia dengan keluarga, hingga kreasi unik seperti "foto bareng diri kecil kita". Semua itu bisa dibuat hanya dengan perintah atau prompt teks sederhana.

Google, gemini, rasio, model AI, Prompt, flash image, nano banana, gemini nano banana, tren foto viral, AI Gemini Nano Banana Makin Canggih, Dukung 10 Format Rasio Gambar

Gemini 2.5 Flash Image juga sanggup menggabungkan beberapa foto, melakukan penyuntingan spesifik hanya dengan instruksi bahasa alami, serta memanfaatkan ?pengetahuan dunia? yang sangat luas untuk menghasilkan gambar yang relevan.

Banyak pengembang juga mulai memanfaatkan Nano Banana untuk aplikasi kreatif. Startup Cartwheel, misalnya, berhasil membuat sistem pengendalian pose 3D dengan Nano Banana, memungkinkan seniman menghasilkan karya dengan kontrol karakter yang lebih nyata.

Sementara itu, studio gim Volley menggunakan model ini untuk membuat visual dinamis dalam gim dungeon crawler mereka. Dengan latensi di bawah 10 detik, pemain bisa langsung memilih gaya gambar hingga mengedit hasil secara interaktif.

Gemini Nano Banana bisa diakses secara gratis lewat web/aplikasi Google Gemini.

Sementara untuk perusahaan, Gemini 2.5 Flash Image bisa diakses lewat Gemini API di Google AI Studio maupun Vertex AI. Google juga menyediakan contoh aplikasi siap pakai seperti:

  • Bananimate: mengubah gambar jadi GIF animasi,
  • Enhance: memperbesar foto dengan detail tanpa pecah,
  • Fit Check: ruang ganti virtual untuk mencoba pakaian.

Dari sisi harga, Google membanderol layanan ini sekitar 30 dollar AS (sekitar Rp 370.000) per 1 juta output token, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog Google, Jumat (3/10/2025).

Satu gambar (resolusi hingga 1.024 x 1.024 piksel) dihitung setara 1.290 token, sehingga biaya per gambar sekitar 0,039 dollar AS (sekitar Rp 650).

Token itu semacam satuan teks yang dibaca AI untuk menghasilkan instruksi atau deskripsi gambar. Jadi kalau kita membuat banyak output berbasis teks (misalnya editan rumit atau instruksi panjang), biayanya dihitung dengan sistem token.